Obsessed (Part 2)

Title : Obsessed (Part 2)

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance, sad, angst

Rating : universal

Length : Chaptered

Main Cast : Oh Se Hun (Sehun EXO-K), Park Ha Neul (OC), Jung Yun Ho (Yunho TVXQ)

Support Cast : Park Chan Yeol (Chanyeol EXO-K), Byun Baek Hyun (Baekhyun EXO-K), Kim Jong In (Kai EXO-K), Huang Zi Tao (Tao EXO-M)

Disclaimer : Ff ini murni hasil kerja keras saya, jadi tolong hargai dan jangan copas!!!

Note : Maaf kalau ada sesuatu di dalam ceritanya yang tidak berkenan. Jika ada keluhan atau apapun, kontak author via Twitter (@almighty_rina) atau Facebook (Catharina Griselda).

Jika kalian menemukan sedikit kejanggalan pada part ini, harap jangan banyak bertanya dulu karena nanti akan dijelaskan seiring berjalannya fanfic ini. Maaf kalau agak bosan ya!!!

Fanfic ini juga akan dipost di wp pribadiku https://kloversfamilies.wordpress.com

Jangan jadi silent readers ya!!!

“Ha Neul, selamat atas pertunanganmu,” ucap Chang Min, sambil memeluk Ha Neul.

Tidak ada rasa canggung sedikitpun, meski Yun Ho sedaritadi duduk di samping tunangannya itu. Pelukannya berlangsung agak lama, karena Chang Min tidak bisa berhenti membisikkan hal-hal aneh yang dilihatnya selama pesta pertunangan. Membuat Ha Neul mau tidak mau tertawa dibuatnya. Tetapi pelukan itu langsung berakhir begitu Yun Ho berdiri dan menarik paksa sahabatnya itu.

“Berhenti memeluk tunanganku, Shim Chang Min!” ancam Yun Ho, tetapi lebih terdengar seperti bisikan, yang mengundang tawa dari Chang Min juga tunangannya sendiri.

“Tentu saja, Hyung. Aku akan melepas tunanganmu… tapi hanya untuk malam ini..” canda Chang Min dan Yun Ho langsung melotot dibuatnya. “Aku tidak tahan melihat kecantikan Ha Neul kita.” Sambungnya lagi.

“Ha Neul-ku.” Ralat Yun Ho sambil langsung menarik Ha Neul untuk mendekat kepadanya. “Tapi aku setuju… ia memang benar-benar cantik.” Yun Ho langsung mendaratkan kecupan kilat di pipi Ha Neul yang langsung disambung oleh Chang Min yang menggerutu, merasa terganggu dengan kelakuan kedua orang di hadapannya.

Karena terlalu senang bergurau, ketiganya tidak menyadari bahwa sedaritadi ada Kai yang setia memperhatikan mereka. Duduk seorang diri di meja untuk tamu yang disediakan.

Tidak salah lagi, batin Kai. Segeralah ia menghubungi orang menyebalkan, yang bernama Oh Se Hun itu. Meski menyebalkan, ia juga berhak untuk tau akan hal ini.

“Yeob…”

“Aku menemukannya…” Kai terus memperhatikan Ha Neul, yang entah kenapa menjauh dari Chang Min dan Yun Ho begitu saja.

“Menemukan siapa?” Tanya Se Hun, bingung.

“Park Ha Neul.” Kai jadi tersenyum sendiri mendengar apa yang baru saja diucapkannya. Konyol.

“Maaf sekali.. maksudku Jung Ha Neul, sejak 1 jam yang lalu.” Ralat Kai lalu ia tertawa sendiri, menunggu respon dari Se Hun.

“Kau salah jika bercanda denganku… Kim Jong In!” Terdengar gemerutuk gigi di seberang sana. Seorang Oh Se Hun benar-benar berhasil dibuatnya kesal.

“Sayangnya.. aku bukan orang yang suka bercanda. Park Ha Neul yang pernah kau kenal itu, sekarang sudah bertunangan dengan Detektif Jung dan ia tampak bahagia tentunya.

“Bunuh dia, Kai! Bunuh dia! Bunuh pria itu!” Se Hun berteriak-teriak di seberang sana, sementara Kai sendiri hanya tersenyum sinis mendengarnya. Tetapi senyuman itu langsung pudar begitu Detektif Shim menghampirinya. Kai bahkan langsung memutus panggilannya.

“Gomawo… untuk undangannya.”

“Kembalikan dia, Kim Jong In.” sela Chang Min dengan nada tidak bersahabat.

“Siapa?” tantang Kai.

Baru Chang Min hendak membalas perkataan Kai, tiba-tiba seseorang memukul pelan punggungnya dari belakang. Langsung saja Chang Min berbalik dan ia menemukan Ha Neul berdiri di sana.

“Oppa terlalu sibuk dengan tamu hingga mengabaikanku..” Chang Min hanya tersenyum menanggapi keluhan gadis yang sudah dianggapnya dongsaeng sedniri, tetapi dalam hati ia berdoa semoga Kai tidak berkata apa-apa.

“Ini gadis cantik yang baru saja bertunangan, bukan?” Tanya Kai yang tiba-tiba muncul dari balik tubuh Chang Min. Awalnya Ha Neul sempat menatap aneh pemuda berwajah nakal yang tiba-tba muncul itu. Tetapi pada akhirnya, Ha Neul membungkukkan sedikit tubuhnya, lalu tersenyum ramah kepada Kai.

“Selamat atas pertunanganmu, nona Ha Neul. Kau terlihat sangat cantik dengan hanbok dan kepangan itu.” Puji Kai, sempat membuat Ha Neul tersipu malu.

“Gomawo, tuan..”

“Kai, panggil saja aku Kai..”

_Obsessed_

Malam setelah pertunangan, Yun Ho terpaksa langsung kembali ke kantor. Sebenarnya.. Yun Ho merasa enggan untuk meninggalkan apartemen baru yang dihuninya bersama Ha Neul, tetapi terpaksa karena masih banyak pekerjaan yang menumpuk. Jadi untuk malam ini, Ha Neul memilih untuk tinggal di rumah keluarga Yun Ho saja, ketimbang harus tinggal seorang diri. Sama seperti 3 tahun sebelumnya.

Begitu mobil Yun Ho meninggalkan garasi kediamannya, sebuah mobil sedan hitam berjendela gelap, langsung mendatangi kediamannya. Berhenti tepat di hadapan pintu gerbang, yang membatasi kediaman keluarga sang detektif dengan dunia luar yang berbahaya.

Si pengemudi berhenti di sana dan hanya duduk diam di dalam mobilnya. Memandang lurus ke arah bangunan berlantai 4 di hadapannya. Entah berapa lama mobil itu berdiam di sana, tetapi yang pasti hujan deras sudah mengguyur sedaritadi. Barulah memutuskan untuk pergi setelah tiba-tiba Ha Neul, menampakkan diri pada salah satu jendela di lantai 3. Sudah mengenakan gaun tidur dengan rambut terurai.

“Park Ha Neul…” gumam si pengemudi dengan tangan terulur, seakan-akan ingin menjangkau Ha Neul.

_Obsessed_

Tidak seperti biasanya, pagi ini hanya Tao juga Kai yang tampak menikmati sarapan dalam kesunyian. Si empunya rumah sendiri, Tuan Oh Se Hun, sudah tidak tampak batang hidungnya lagi setelah Kai menghubunginya untuk kedua kalinya.

“Kemarin.. aku bertemu dengan Chang Min..,” ucap Kai tiba-tiba, memecah kesunyian. Tao sama sekali tidak merespon, tetapi Kai dapat melihat dengan jelas bahwa tangan yang sedang memegang roti bakar itu, bergetar hebat.

“Chang Min menagih anak itu… sambil memohon.” Jelas Kai, suaranya terdengar begitu serius.

Tiba-tiba Tao meletakkan roti bakarnya di piringnya, lalu bangkit berdiri meninggalkan kursinya. Hendak meninggalkan ruang makan, tetapi diurungkan begitu Kai melanjutkan ucapannya.

“Ia membantuku, karena berharap aku akan mengembalikan Eun Kyung… jika dia membantuku…”

Mendengarnya, Tao langsung berbalik. Kembali berhadapan dengan Kai di meja makan, dan Tao mengangkat Kai dengan kerah kemejanya. Wajah Tao benar-benar mengerikan.

“Jangan pernah menjanjikan apa yang bukan milikmu!” ancam Tao suaranya begitu sinis.

“Aku tidak menjanjikan apapun kepadanya.” Balas Kai, langsung menyingkirkan kedua tangan Tao yang mencengkram erat kemejanya.

Kai langsung pergi meninggalkan ruang makan dengan kemarahan yang masih membara di dalam kepalanya. Ia sampai tidak sadar telah menabrak seorang gadis yang baru saja hendak masuk ke ruang makan. Gadis itu sampai terjatuh dibuatnya.

“Eun Kyung!” teriak Tao panik. Ia langung berlari menghampiri gadis mungil berwajah pucat, yang terjatuh itu.

“Kau tidak apa-apa?” Eun Kyung hanya mengangguk sambil tersenyum.

_Obsessed_

Bel kediaman Jung tiba-tiba berbunyi, padahal hari masih pagi dan keluarga Jung tidak mengharapkan tamu hari ini. Yun Ho, mungkin itu Yun Ho Oppa, batin Ha Neul sambil berlari ke ruang tamu.

“Biar aku saja,” ucap ha Neul yang hendak membuka pintu bersaman dengan pengasuh Yun Ho dulu, Bibi Oh.

“Ne, Agassi.” Lalu Bibi Oh segera pergi sambil tersenyum.

Ha Neul langsung membuka pintu dan yang berdiri di baliknya, ternyata adalah Pak Uhm, sang pengantar paket.

“Oh.. Ha Neul… kau terlihat cantik pagi ini.” Ha Neul hanya tersenyum menanggapi pujian itu.

“Oppa belum pulang, jadi biar aku saja yang menerima paketnya.”

“Paket ini bukan untuk Yun Ho,… paket ini untukmu.”

“Untukku?” Ha Neul benar-benar bingung melihat paket seukuran dus sepatu yang berada di tangan Pak Uhm. Rupanya masih ada juga yang mnengirim paket untuknya, batin Ha Neul.

Setelah menandatangani tanda terima, paket itu langsung diserahkan begitu saja kepada Ha Neul. Tidak ada nama pengirim maupun alamatnya, hanya ada nama lengkap Ha Neul juga alamat rumah Yun Ho. Paket anonim, mencurigakan.

Ha Neul memutuskan untuk membongkar paketnya di ruang tamu. Rupanya, isinya benar-benar dus sepatu dan di dalam dus sepatu itu, tergeletak sepasang sepatu balet.

“Ini…” gumam Ha Neul dengan wajah ngeri.

Dus sepatu itu dilempar begitu saja ke arah pintu, hampir mengenai Yun Ho yang baru saja masuk.

To Be Continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s