You are The Idol, Not Me!!!

Judul : You are The Idol, Not Me!

Author : Catharina Griselda

Twitter / Facebook : @almighty_rina / Catharina Griselda

Cast : Kim Jeon Myeon (Suho EXO-K), Seo Min Ji (OC), all EXO-K member

Cameo : Kim Ah Reum (OC), EXO’s manager

Genre : AU, romance

Length : Oneshoot [ 1.874 words ]

Rating : Universal

Disclaimer : fanfic ini asli buatan sendiri jadi tolong jangan diplagiat

 

Memiliki seorang idola sebagai pasangan, langsung terpikir 1 kata… yaitu cemburu. Cemburu… itulah yang mewarnai hubungan Seo Min Ji dan Kim Jeon Myeon.

Ya… Kim Jeon Myeon! Nama yang tidak asing dari seorang member sekaligus leader dari EXO-K. Nama yang menjadi pencarian tertinggi di Google, benar… Kim Jeon Myeon yang itu!

Awalnya, Min Ji mulai saling tertarik dengan Jeon Myeon saat masih menjadi trainee. Semuanya terasa semakin menarik setelah Jeon Myeon akhirnya meminta Min Ji menjadi yeojachingunya, di tahun kedua mereka saling mengenal. Dan setelahnya, sikap Jeon Myeon mulai berubah.

Setahun sebelum EXO debut, Jeon Myeon meminta Min Ji untuk berhenti menjadi trainee dan Min Ji menyetujuinya. Karena tidak yakin dengan kemampuannya, Min Ji setuju untuk berhenti dan menyia-nyiakan 7 tahun masa traineenya. Tetapi pada akhirnya Min Ji jadi tahu, mengapa Jeon Myeon memintanya untuk berhenti.

Waktu itu, Joen Meon beralasan bahwa tidak baik jika sepasang kekasih bekerja di tempat yang sama. Nyatanya… alasan itu hanya omong kosong belaka, karena Jeon Myeon merasa cemburu degnan kedekatan Min Ji dengan trainee EXO lainnya. OK… mungkin masih bisa diterima, batin Min Ji. Mungkin, Jeon Myeon Oppa hanya terlalu perhatian, meski kadang dirasa berlebihan.

Setelah debut, Min Ji hanya sesekali berkunjung, saat EXO sedang latihan di studio, untuk mengantarkan makan siang bagi seluruh member. Ini kali kedua, Min Ji bertemu dengan Se Hun, yang berbaik hati memubukakan pintu untuknya.

“Noona, annyeong!” sapa Se Hun sambil membuka pintu ruang studio lebar-lebar.

Min Ji hanya tersenyum sekilas sambil mengangkat kedua tangannya yang dipenuhi 2 kantung plastik besar. Se Hun jadi tersadar dan segera mengambil kedua kantung plastik besar itu dari tangan Min Ji.

Musik yang menggema di ruang studio, tiba-tiba berhenti saat Se Hun masuk sambil membawa 2 kantung besar yang dipenuhi makanan, Min Ji mengekor di belakangnya.

“Wah… Noona! Kau tidak harus membawa makanan sampai sebanyak ini,” ucap Jong In sambil ikut menyerbu meja di mana kedua kantung tadi diletakkan, bersama member EXO-K lainnya.

“Jika aku tidak membawa sebanyak itu.. maka nanti ada yang tidak kebagian.” Min Ji melempar senyumnya kepada Kyung Soo, Chan Yeol, juga Baek Hyun, yang berdiri berseberangan dengannya. Tetapi tunggu… di mana sang leader?

“Jeon Myeon Oppa di mana?” tanya Min Ji, dengan kedua matanya yang menjelajahi seisi studio. Dan nihil! Joen Myeon tidak berada di sini.

“Hyung pergi menemui saggwan (bos).” Jawab Chan Yeol lalu tersenyum ke arah Baek Hyun, mencurigakan!

Bicara soal Jeon Myeon, entah dari mana tiba-tiba ia datang dan langsung memeluk Min Ji dari belakang lalu memberinya kecupan kilat di pipi. Min Ji bisa mendengar Se Hun dan Jong In yang langsung memalingkan wajahnya sambil mengumpat, karena kelakuan Jeon Myeon.

“Tolong jangan lakukan di sini… mengingat banyaknya mata tidak berdosa yang melihat.” Tegur Kyung Soo, disusul tawa dari member lainnya.

“Ne, Eomma.” Balas Jeon Myeon dengan nada bercanda.

Min Ji merasa tidak nyaman, jadi ia segera melepaskan diri dari Jeon Myeon lalu menyuruhnya untuk segera makan. Joen Myeon sedikit menggerutu, karena penolakan Min Ji, dan Min Ji hanya bisa tersenyumm karenanya.

Baru 10 menit berlalu dan para member belum menyelesaikan makan siangnya, ketika tiba-tiba Min Ji memutuskan untuk berdiri, meninggalkan Jeon Myeon yang sedang duduk sambil makan, di sampingnya.

“Mau pergi?” tanya Jeon Myeon, sambil menahan pergelangan tangan Min Ji.

“Ne, jadi lepaskan.” Canda Min Ji, yang dengan mudah melepaskan tangannya.

Sebelum Jeon Myeon sadar dengan candaannya, Min Ji cepat-cepat berpamitan dengan member yang lain lalu berlari keluar dari studio, secepat kilat. Tetapi sayang, Jeon Myeon sudah sadar sebelum Min Ji sempat masuk ke dalam lift. Jeon Myeon menarik Min Ji dan membiarkan pintu lift kembali menutup dengan sendirinya.

“Kau mau pergi ke mana?” tanya Jeon Meyon, langsung setelah pintu lift di sampingnya tertutup.

“Menyelesaikan tugas kuliahku, Oppa.” Jeon Myeon malah memberikan tatapan kurang suka, kepada Min Ji.

“Ada apa dengan tatapan itu?”

“Berarti kau akan menemui Ma Joon…” Jeon Myeon melipat kedua tangannya di depan dada. “Aku tidak suka.” Sambung Jeon Myeon.

“Tapi kami 1 kelompok, Oppa…” rengek Min Ji.

“Aku tahu, hanya pastikan saja untuk tidak terlalu dekat-dekat dengannya.” Min Ji tersenyum kecil mendengar jawaban Jeon Myeon. Lalu Min Ji segera mencium pipi Jeon Myeon sekilas dan hendak pergi, ketika tiba-tiba Jeon Myeon menariknya lagi dan memeluknya erat-erat.

“Aku percaya padamu, saranghae.” Bisik Jeon Myeon lalu melepaskan Min Ji dan segera pergi.

‘OK… apa Oppa baru saja cemburu lagi kepadaku? Ini keterlaluan.’ Batin Min Ji.

Min Ji langsung pergi sebaliknya Jeon Myeon justru menengok ke belakang dan melihat Min Ji masuk ke dalam lift. Ia merasakan perasaan tidak enak, saat ini.

Jeon Myeon kembali dan menyelesaikan makan siangnya, lalu meneruskan berlatih. Sepanjang latihan, perasaan tidak enak tetap menyelimuti Jeon Myeon, hanya saja ia memilih untuk mengabaikannya. Mungkin… karena hari ini Jeon Myeon tahu bahwa sangat tidak mungkin untuk menghubungi Min Ji.

Tepat pukul 9 malam, latihan sudah selseai dan seluruh member diminta untuk kembali ke dorm. Hanya tersisa Jeon Myeon juga manager, yang biasa para member panggil saggwan, untuk sekedar mengganggunya.

“Izin khusus ini jarang diberikan… jadi tolong jangan buat skandal karenanya.” Manager berusaha meperingatkan Jeon Myeon, sebelum memberikan kunci mobilnya.

“Ne, aku hanya akan menengoknya sebentar lalu segera pulang.” Lalu Jeon Myeon pamit dan langsung pergi.

Malam Ini, Jeon Myeon mendapatkan izin khusus untuk pulang dan menemui keluarganya. Sebenarnya bukan karena ada masalah dengan keluarganya, yang mengharuskannya untuk pulang. Lebih kepada, karena anjing kesayangannya akan melahirkan dan Jeon Myeon ingin berada di dekat anjingnya., pada waktunya.

Saat Jeon Myeon sampai di kediaman keluarganya, yang membukakan pintu adalah sepupunya, yang kebetulan seorang perempuan. Ah Reum segera memeluk Jeon Myeon, begitu ia membukakan pintu. Sebuah kesalahan ceroboh yang tertangkap lensa kamera paparazzi.

Hanya kurang lebih 1 jam, Jeon Myeon menghabiskan waktu di rumah keluarganya. Saat hendak pulang, Ah Reum pun senantiasa menemani Jeon Myeon hingga ke mobilnya.

Jeon Myeon tidak sadar bahwa dirinya benar-benar dalam masalah, saat ini. Lebih parahnya lagi, Jeon Myeon tidak menggunakan penyamaran sama sekali.

Keesokan harinya menjadi hari yang menggemparkan di dunia maya. Foto-foto Jeon Myeon yang berpelukan dengan Ah Reum juga fotonya saat hendak pulang, tersebar bebas di media massa. Manager sampai kewalahan sendiri menghadapi setiap panggilan masuk ke ponselnya.

“Ini tidak bisa ditahan lagi,” ucap manager dengan begitu paniknya sambil mondar-mandir di ruang tengah dorm EXO.

Jeon Myeon tidak begitu memperhatikan, karena ia memiliki kecemasan sendiri. Bagaimana jika Min Ji melihat berita itu dan ikut salah paham kepadanya? Apalagi dengan ponsel Min Ji yang tidak bisa dihubungi sejak pagi tadi, yang semakin membuat pertanyaan itu menggema di dalam pikiran Jeon Myeon.

“Kita adakan konferensi pers,” ucap manager tiba-tiba, yang berhasil menarik perhatian Jeon Myeon.

“Aku akan menjelaskan semuanya… sendiri.” sambung manager.

Jeon Myeon tidak berusaha menghindari konferensi pers yang ingin diselenggarakan manager. Konferensi pers ini akan membuat semuanya jelas bagi fans juga Min Ji, yang mungkin saat ini sedang marah.

Jadi, konferensi pers pun diselenggarakan dan seperti yang direncanakan sebelumnya, Jeon Myeon berbicara sendiri dan menjelaskan semuanya sendiri. Sebenarnya para awak media merasa cukup kebingungan dengan respon dari Jeon Myeon yang begitu cepat, tetapi mereka setuju untuk mendengarkan penjelasan Jeon Myeon dan menyebarkannya di internet. Tinggal menunggu respon yang diberikan fans dan terutama respon dari Min Ji, yang paling ditunggu oleh Jeon Myeon.

Di luar dugaan, respon yang diberikan fans sangatlah cepat dan skandal yang belum sempat memanas itu, sudah redup hanya dalam waktu 3 hari. Tetapi berbeda dengan Min Ji.

Sudah seminggu penuh berlalu sejak skandal yang lalu reda dan ponsel Min Ji masih belum dapat dihubungi. Jeon Myeon benar-benar cemas, karenanya. Dan meskipun manager tidak tahu bahwa Jeon Myeon memliki seorang yeojachingu, ia bisa mengetahui dengan pasti bahwa Jeon Myeon berubah.

“Sudahlah, Hyung. Mungkin Min Ji sedang berada di suatu tempat, yang di luar jangkauan.” Bujuk Se Hun, tiba-tiba.

“Ya… mungkin saja tidak ada sinyal.” Sambung Chan Yeol.

“Tapi bagaimana jika bukan itu alasannya? Ini sudah seminggu dan apakah aku harus menunggu minggu-minggu lainnya?” tanya Jeon Myeon dengan nada marah, yang berhasil membungkam Se Hun juga Chan Yeol.

Dan ternyata dugaan negatif memang setara degnan harapan yang mudah terkabul. Ini sudah minggu kedua dan Min Ji masih tetap tidak bisa dihubungi.

Latihan, pertunjukkan, juga wawancara, menjadi kacau bagi Jeon Myeon. Joen Myeon menjadi lebih sinis juga pemarah dalam setiap tindakan juga perkataannya. Member lain jadi agak segan untuk berdekatan dengan Jeon Myeon.

Namun tiba-tiba entah ada angin dari mana, Jeon Myeon akhirnya bisa menghubungi Min Ji. Hebatnya, nada bicara Min Ji terdengar sangat dingin juga pembicaraan yang hanya berlangsung singkat.

Jeon Myeon mengajak Min Ji untuk bertemu di studio dan dari jawabannya yang dingin… Jeon Myeon mau tidak mau harus menyiapkan mentalnya untuk berpisah dengan Min Ji.

Tidak seperti biasanya,1 jam setelah pembicaraan melalui telepon, Min Ji baru sampai di studio. Biasanya cepat, karena jarak apartemen Min Ji tidak begitu jauh dari studio. Cukup 15 menit dan sudah sampai.

Min Ji datang dangan wajah lelah juga tidak bersahabat. Justru yang dominan terlihat di wajah Min Ji adalah ekspresi jengkel.

“Bisakah member lainnya keluar lebih dulu? Aku butuh privasi saat ini.” Bisik Min Ji, ketus.

“Tentu.” Dan Jeon Myeon segera meminta member lain untuk keluar sebentar dari studio. Terdengar jelas suara Jeon Myeon yang gugup.

“Sebelum kau mengatakan sesuatu… ijinkan dulu aku untuk berbicara,” ucap Jeon Myeon, begitu studio sudah sepi.

Min Ji mengangguk sekilas. Jelas terlihat pada wajah Min Ji bahwa ia sedang serius, saat ini.

Jeon Myeon menghembuskan napas berat sambil memandang wajah Min Ji. Perlahan-lahan Jeon Myeon menarik kedua tangan Min Ji. Mengusap kedua pergelangan tangannya lembut tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari wajah Min Ji.

“Min Ji-ya…. berita itu bohong. Aku sudah menjelaskannya dari konferensi pers bahwa gadis itu adalah sepupuku, Ah Reum. Aku bahkan bisa mengenalkannya padamu secara langsung…” Jeon Myeon terdiam melihat ekspresi Min Ji yang dingin.

“Kenapa kau tidak mau mengerti dan mencoba mendengarkan penjelasanku?! Kenapa…”

Jeon Myeon langsung bungkam, karena tiba-tiba Min Ji menciumnya tepat di bibirnya. Suatu kejadian yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan Jeon Myeon benar-benar kaget, karenanya. Jeon Myeon hanya membelalakkan matanya, lebar-lebar.

Jeon Myeon dapat merasakan Min Ji tersenyum di bibirnya. Eye smile Min Ji yang manis, terbentuk dengan sendirinya. Lalu Min Ji melepaskan pertautan bibir mereka dan mendorong Jeon Myeon, pelan.

“Aku tidak marah… Oppa…” jelas Min Ji dengan manjanya.

“Lalu apa yang…” Min Ji meletakkan jari telunjuknya di bibir Jeon Myeon, menghentikan apa yang ingin ditanyakannya.

“Aku mendiami Oppa selama ini, karena aku sedang pergi ke gunung bersama tim observasi juga Ma Joon. Kami memeriksa tumbuh-tumbuhan di sana yang memakan waktu seminggu, sesuai rencana. Karena Professor Kim jatuh sakit… kami baru bisa pulang di minggu kedua. Suaraku  terdengar dingin tadi… karena aku kelelahan.” Min Ji mengambil napas sejenak. “Di gunung tidak ada sinyal… Oppa… Jadi jika Oppa melakukan dosa di sini, aku tidak akan pernah tahu.” Sambung Min Ji.

Jeon Myeon tiba-tiba tertawa sendiri, mengingat perkataan Chan Yeol juga Se Hun, seminggu yang lalu. Ia langsung menarik Min Ji ke dalam pelukannya.

“Mianhae…,” ucap Jeon Myeon, senang.

“Oppa itu harusnya tidak cemburuan… Aku saja tidak tahu masalahnya apa. Dasar idola yang aneh!” Canda Min Ji.

“Juga mianhae karena pergi tanpa memberitahu Oppa terlebih dulu.” Jeon Myeon hanya tersenyum mendengarnya.

Jeon Myeon baru saja hendak mencium Min Ji lagi, ketika tiba-tiba seluruh member masuk dan menerjangnya untuk menggelitikinya.

Berarti selama ini, mereka semua bukannya pergi dan malah mendengarkan perkataan Jeon Myeon dengan Min Ji.

“Hentikan!!!” teriak Jeon Myeon.

The End

3 thoughts on “You are The Idol, Not Me!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s