Obsessed (Part 1)

Title : Obsessed (Part 1)

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance, sad, angst

Rating : universal

Length : Chaptered

Main Cast : Oh Se Hun (Sehun EXO-K), Park Ha Neul (OC), Jung Yun Ho (Yunho TVXQ)

Support Cast : Park Chan Yeol (Chanyeol EXO-K), Byun Baek Hyun (Baekhyun EXO-K), Kim Jong In (Kai EXO-K), Huang Zi Tao (Tao EXO-M)

Disclaimer : Ff ini murni hasil kerja keras saya, jadi tolong hargai dan jangan copas!!!

Note : Maaf kalau ada sesuatu di dalam ceritanya yang tidak berkenan. Jika ada keluhan atau apapun, kontak author via Twitter (@almighty_rina) atau Facebook (Catharina Griselda).

Jika kalian menemukan sedikit kejanggalan pada part ini, harap jangan banyak bertanya dulu karena nanti akan dijelaskan seiring berjalannya fanfic ini. Maaf kalau agak bosan ya!!!

Fanfic ini juga akan dipost di wp pribadiku https://kloversfamilies.wordpress.com

Jangan jadi silent readers ya!!!

 

“Sudah berapa lama kejadian itu berlalu?”

“Lima tahun, doryeonim.”

“Dan kalian sudah menemukan mereka?”

“Belum, doryeonim.”

Jawaban itu… jawaban yang salah besar. Sudah cukup rasanya seorang Oh Se Hun bersabar salama ini. Dan ternyata bersabar untuk apa? Hanya untuk menerima ketidakpastian lainnya dari para pegawainya.

Malang, nasib pegawai pria muda itu yang terpaksa menerima lemparan dari Se Hun. Entah sudah ke berapa kalinya sejak pria itu mulai bekerja untuk Se Hun dan baru kali ini dahinya berdarah karena sebuah lemparan dari Se Hun.

“Panggilkan Jong In dan Tao, sekarang!” bentak Se Hun sambil memukul mejanya keras-keras. Pria muda itu cepat-cepat berbalik dan segera meninggalkan ruang kerja Se Hun.

Setelah pria tadi pergi, Se Hun meninggalkan meja kerjanya. Berdiri menghadap jendela besar di belakang meja kerjanya. Dengan frustasinya, Se Hun melonggarkan dasinya sambil menghela napas dengan berat.

Se Hun ingin berhenti saat ini. Semuanya sudah terasa mustahil dan Se Hun mersa ia sudah kehilangan arah. Park Ha Neul, gadis itu sudah sangat jauh darinya. Tanpa jejak, tanpa penjelasan, juga tanpa perpisahan yang layak.

Park Ha Neul, gadis itu berhasil membuatnya hampir gila.

“Berhenti meratapi nasib, Oh Se Hun.” Se Hun mengabaikan sindirian seseorang yang sudah ia kenali dengan sangat pasti. Keparat itu harus diajari sopan santun, batin Se Hun.

Se Hun baru berbalik setelah tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya, sedikit meremas lebih tepatnya. Tao, pemuda jangkung itu yang meremas bahunya dan si keparat sendiri adalah Kim Jong In. Ok… dari sejak masih kanak- kanak mereka memang tidak saling menyukai.

Mereka sudah bersama kira-kira 17 tahun dan sepertinya hanya Jong In saja yang masih membawa sifat kekanak-kanakkannya. Oh… dan tentunya pisau lipat yang sudah dimilikinya bahkan sebelum belajar berbicara. Pisau lipat bergagang biru sapphire yang pernah melukai lengan atas Se Hun.

“Apa yang berhasil kalian temukan?” tanya Se Hun datar. Pangdangannya penuh ditujukan kepada Jong In, bukan kepada Tao yang berdiri di sampingnya.

“Soal Ha Neul… kami belum tau.” Jelas Tao.

“Presdir bukan Ayah kandungmu. Nama aslinya Lee Min Hyuk, Kakak ipar dari Ayah kandungmu.” Sambung Tao.

“Dan tentunya Min Hyuk telah membunuh Ayah kandungmu saat usiamu 5 tahun jika aku tak salah.” Sambung Jong In.

“Juga istri sahnya sendiri.” Sambung Tao.

“Gomawo, tao, Jong In.” balas Se Hun. Wajahnya sama sekali tidak berekspresi saat mengucapkannya.

“Sebenranya Kai,” ucap Jong In alias Kai, tidak suka.

Tao dan Se Hun sama-sama tersenyum mendengar ucapan Kai. Entah mengapa anak itu sangat membenci namanya sendiri, Kim Jong In. Tetapi menurut Se Hun, anak itu membenci namanya karena mirip seperti nama seorang diktator, mungkin.

“Terserah… yang pasti singkirkan si tua bangka itu. Lagipula dari dulu aku tidak pernah menyukainya.”

_Obsessed_

“Istirahatlah sebentar, Hyung. Hyung terlihat lelah dengan kantung hitam tebal di bawah kedua matamu.”

Yun Ho akhirnya mengalihkan perhatiannya dari layar komputer. Dengan pandangan lelah, Yun Ho menatap ke arah Chang Min. Terlihat aneh melihat anak itu mengenakan setelan jas lengkap. Belum lagi dengan setangkai mawar putih di saku jasnya.

“Kenapa kau berpakaian seperti itu?” Jujur, Yun Ho benar-benar bingung.

“Omo… Hyung lupa?” Yun Ho hanya tersenyum sedikit. “Hari ini Hyung akan bertunangan!”
Benar! Yun Ho langsung bangkit berdiri dengan wajah panik. Cepat-cepat mengambil kunci mobilnya dan berlari keluar dari gedung tempatnya bekerja.

Bagaiman bisa ia sebodoh ini, batin Yun Ho sambil menyetir. Sekilas Yun Ho menoleh ke arah jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Jam pemeberian calon tunangannya yang begitu dicintainya. Mungkin bukan jam mahal memang, tetapi setidaknya jam itu adalah hadiah ulang tahun pertama setelah mereka saling mengenal 3 tahun lamanya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore ketika ia sampai di kediaman keluarganya. Seluruh ruang tamu sudah dihias dengan bunga mawar putih dan pelayan berseragam, berlari ke sana kemari sesuai arahan Nyonya Jung. Bahkan Nyonya Jung saja sudah berganti pakaian sementara putranya yang akan bertunangan, masih tampak berantakan.

Yun Ho hendak mengendap-endap ke kamarnya di lantai 2 dan Nyonya Jung menangkap basah putranya.

“Jung Yun Ho!”

Yun Ho langsung berhenti berjalan, baru menjejakkan kaki di anak tangga yang pertama. Dengan tatapan tidak berdosa, Yun Ho menoleh ke arah Nyonya Jung, eommanya.

“Mianhae… aku lupa,” ucap Yun Ho, tiba-tiba.

“Dasar anak nakal! Cepat ganti pakaian!”

 

_Obsessed_

 

Se Hun tidak bisa duduk tenang di dalam ruangannya. Rasa takut, cemas, ragu, semuanya berkecamuk di dalam hati Se Hun.

Sekarang, 9 jam sudah berlalu dan baik dari Kai maupun Tao, belum ada satupun kabar dari mereka dan Se Hun benar-benar risih karenanya.

Menyingkirkan seorang Lee Min Hyuk tidaklah mudah dan Se Hun tau pasti akan hal itu . Kemungkinan berhasilnya hanya 25%, mengingat Lee Min Hyuk yang begitu paranoid.

Lee Min Hyuk akan selalu bepergian sambil membawa kurang lebih 10 bodyguard yang mengenakan pakaian casual, untuk memudahkan pekerjaan mereka. Dan bukan hanya bagian itu saja yang menjadi kelebihannya, yang terutama adalah kemampuan para bodyguard itu sendiri. Menurut beberapa pegawai yang bekerja untuk Se Hun, para bodyguard itu sama seperti pembunuh bayaran. Dengan mata setajam elang, telinga setajam kucing, hidung setajam anjing pemburu, juga kemampuan seperti bunglon, cheetah, juga singa. Bisa dibilang, kesepuluh bodyguard itu lebih seperti dewa dibandingkan manusia biasa. Lee Min Hyuk sangat beruntung memiliki mereka semua.

Drt… Drt… Drt…

Se Hun segera merogoh ponselnya dari saku celananya. Caller id Tao, Se Hun tersenyum melihatnya. Tao menghubunginya, berarti misinya telah selesai.

“Yeoboseyo,” ucap Se Hun, datar.

“Kami sudah selesai. Aku akan segera pulang sekarang dan merayakannya bersamamu.” Balas Tao.

“Bagaimana dengan Kai?”

“Katanya dia ada urusan… tapi aku tidak tau urusan apa.”

“Ok, kutunggu di rumah.”

Tak sadar, Se Hun tersenyum sedikit setelah memutus panggilan dari Tao. Kematian dari pria yang selama 25 tahun dianggapnya Appa, yang membawa senyuman itu begitu saja.

Bukan… Se Hun bukanlah anak durhaka yang biasa kita temukan di dalam drama. Se Hun hanya tidak pernah menyukai pria itu.

Lee Min Hyuk telah menyiksanya selama 14 tahun dan Se Hun tidak pernah sekalipun mengeluh akan hal itu. Dicambuk, dipukuli, tidak diberi makan, bahkan tidur di luar rumah saat hujan salju pun sudah pernah dialami oleh Se Hun. Semua kredit diberikan kepada Lee Min Hyuk dengan dalih ingin membentuk Se Hun menjadi lebih kuat.

Tapi jika Se Hun merasa hidupnya begitu berat dan sengsara, maka bagaimana dengan Kai dan Tao? Mereka telah mengalami segala bentuk kekerasan yang bisa diterima oleh manusia sejak usia mereka baru 7 tahun. Berarti sudah kurang lebih 19 tahun berlalu dan nyatanya mereka tetap hidup, meski tidak dapat dipungkiri, banyaknya luka menghiasi tubuh mereka.

Oleh karena itu, Se Hun sama sekali tidak boleh meratapi nasibnya dan meneruskan hidup yang lebih baik tanpa seorang Lee Min Hyuk atau pria yang biasa dipanggilnya Appa.

Sekarang, yang dibutuhkan Se Hun hanya 1 hal lagi, sebelum senyuman juga tawanya kembali layaknya manusia normal.

‘Park Ha Neul’

_Obsessed_

 

Se Hun tidak menyukai perayaan yang terkesan asal-asalan, jadi ia menyuruh ketiga koki pribadinya untuk memasak makanan yang lebih layak, yang tanpa sadar justru membuat Tao tersinggung.

Tao memutuskan untuk duduk diam di meja makan. Menatap kesal ke arah meja panjang dan besar yang tadinya dipenuhi makan malam sederhana yang dibuatnya sendiri. Semuanya 12 macam, seperti yang biasa keluarga Oh makan di mansion ini, bersamanya, Kai, juga seorang lainnya. Dan inilah bentuk rasa terima kasih dari Se Hun. Hebat!

“Jadi… bagaiman caranya? Bagaimana kau membunuh kesepuluh dewa itu?” tanya Se Hun yang tiba-tiba duduk di atas kursi yang biasa diduduki Tuan Oh. Kursi yang berada di meja terujung, yang berhadapan dengan kursi eksklusif lainnya di ujung satunya.

Kursi yang berseberangan dari kursi Tuan Oh, biasanya diisi oleh Nyonya Oh, yang sama palsunya seperti Tuan Oh yang Se Hun kenal selama ini.

“Bisa kita tidak bicara dulu sekarang?” tanya Tao, ketus.

Belum sempat Se Hun membalas pertanyaan Tao, tiba-tiba Nyonya Oh sudah datang dan langsung menduduki tempat duduknya. Nyonya Oh duduk layaknya seorang ratu, seperti biasanya. Tetapi kali ini, ia menangkap sesuatu yang terlihat asing pada penglihatannya sendiri.

“Se Hun, kenpa kau duduk di sana?”

“Wae? Tidak suka?” jawab Se Hun yang malah memberikan pertanyaan yang bernada menantang.

“Oh Se Hun!”

Mendengar bentakan Nyonya Oh, Se Hun merasa emosinya terpancing dan langsung bangkit berdiri, meninggalkan kursinya. Berjalan dengan wajah dingin, menghampiri Nyonya Oh sambil membawa pisau yang biasa dipakainya untuk makan.

“Se Hun!” panggil Tao, tidak suka dengan apa yang hendak dilakukan oleh Se Hun.

Tetapi Se Hun tidak mau menghiraukan panggilan Tao. Nyonya Oh harus dihabisi sekarang atau tidak sama sekali, batin Se Hun.

Sambil mengarahkan pisau ke leher Nyonya Oh gadungan, Se Hun memberikan senyum sinis. Tao segera berlari ke arah pintu ruang makan setelah melihat Se Hun sedang mengancam Nyonya Oh. Ditutupnya pintu itu lalu menungguinya supaya tidak ada yang masuk.

Nyonya Oh tidak mau menunjukkan rasa takutnya dan hanya menoleh dengan tatapan bosan ke arah Tao. Lagipula, sudah biasa Tuan Oh melakukan hal mengancam seperti ini di ruang kerjanya dan Nyonya Oh sangat terlatih untuk itu.

“Untuk apa kau menutup pintunya, Tao? Makanan bahkan belum masuk.”

Se Hun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Nyonya Oh. Wanita ini rupanya masih bisa berpura-pura berani, batin Se Hun.

“Oh Min Ji… sebenarnya siapa kau ini?”

Se Hun memainkan pisaunya sambil bersandar ke meja makan. Pandangannya tetap sama kepada Nyonya Oh, menghina.

“Kurang ajar! Kau seharusnya memanggilku Eomma!” bentak Nyonya Oh.

Sekali lagi, Se Hun hanya tertawa, lalu tiba-tiba Se Hun menancapkan pisaunya di atas meja dan mendekatkan wajahnya kepada Nyonya Oh.

“Berhenti mengalihkan pembicaraan,” ucap Se Hun, datar.

“Apa kau membantu Lee Min Hyuk untuk membunuh kedua orang tuaku?”

Kedua mata Nyonya Oh terbelalak, mendengar pertanyaan itu.

“Apa hubunganmu sebenarnya dengan Lee Min Hyuk?”

Nyonya Oh tetap membisu. Antara takut dan ingin bermain aman, yang dikehendaki Nyonya Oh.

“Oi, Se Hun!” panggil Tao, memaksa Se Hun untuk mengalihkan perhatiannya kepada Tao. “Bunuh dia sekarang… kita sudah tau semuanya.”

“Kau benar.” Se Hun menatap sadis ke arah Nyonya Oh. Lalu Se Hun mencabut pisaunya dan tanpa ragu-ragu, langsung menancapkannya di dada Nyonya Oh.

“Kau… tak akan… bahagia…” Lalu Nyonya Oh menghembuskan napas terakhirnya.

Setelah membunuh Eomma palsunya, Se Hun meneteskan air mata dari mata kirinya. Kebiasaanya setelah membunuh orang lain.

“Tao… beritahu para pelayan untuk menguburnya secara layak sebagai Im Min Ji.”

 

_Obsessed_

Se Hun sudah berbaring di atas ranjangnya sejak 1 jam yang lalu dan ia sama sekali belum merasa mengantuk sedikitpun.

Tiba-tiba, ponsel Se Hun berbunyi di atas meja lampu kecil di samping ranjangnya. Caller id Kai, Se Hun segera menerimanya.

“Yeob…”

“Aku menemukannya…”

“Menemukan siapa?” tanya Se Hun, bingung.

“Park Ha Neul.”

To Be Continued

5 thoughts on “Obsessed (Part 1)

  1. Uoooo… cerita ini agak thrill gitu yak bunuh2an.-.
    But keren ceritanya.. tp agak kurang panjang thor ehee
    Ditunggu next part nya yaa n_n

  2. 안녕하세요
    Heheheh saya first comment yaa?
    Ok
    So jung yunho menikah dengan siapa? Park haneul?
    Nah trus jongin a.k.a kai ke mana??? Ke pertunangan nya park haneul kah??

    Ceritanya bagus
    Keep writing 화이팅 \(^_^)/

  3. next ya thor
    thor ff ini dah bagus kok tapi alur nya agak kecepetan dikit thor
    thor aku jg masi penasaran knp haneul hilang gitu ja dari sehun ya? ? Please next chap dikasi tau ya thor
    fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s