The Forgotten One (Part 5)

Title : The Forgotten One (Part 5)

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance, marriage life, sad

Rating : PG-13

Main Cast :

Kim Jeon Myeon (Suho EXO-K)

Hwang Seul Mi (OC)

No Min Woo (ex – TRAX)

Support Cast :

Choi Seung Hyun (T.O.P BigBang)

Wu Yi Fan (Kris)

Xi Lu Han (Luhan EXO-M)

Kim Jong In (Kai EXO-K)

Park Chan Yeol (Chanyeol EXO-K)

Byun Baek Hyun (Baekhyun EXO-K)

Oh Se Hun (Sehun EXO-K)

Note : Cerita pertamaku tentang marriage life, jadi maaf kalau ada sesuatu di dalam ceritanya yang tidak berkenan. Author juga akan memastikan bahwa akhir dari fanfic ini happy ending karena mengingat teman author yang selalu protes mengenai fanfic author yang lain yang katanya sad ending.

Jika ada keluhan atau apapun, kontak author via Twitter (@almighty_rina) atau Facebook (Catharina Griselda).

Fanfic ini juga akan dipost di wp pribadiku https://kloversfamilies.wordpress.com

Jangan jadi silent readers ya!!!

 

‘Sudah kubilang kalau aku akan menunggumu dan itu berarti di rumah…. Kenapa kau malah pulang ke rumah Eomma dan tidak mengabariku sama sekali?!’

‘Tidak usah dipikirkan lagi…lebih baik kau tidak pernah mengingatku lagi!’

‘Kenapa kau hanya tidak mengingatku? Apa aku kenangan buruk bagimu, Mi-ya?’

Seluruh perkataan itu masih terngiang jelas di dalam pikiran Jeon Myeon. Sudah seminggu ini ia menginap di apartemen Se Hun karena kekesalannya terhadap Seul Mi. Beda dari hari-hari biasanya, setiap kali bertemu di sekolah, Jeon Myeon akan langsung menghindar. Lagipula Seul Mi pun seakan tidak memiliki niat sama sekali untuk menanyakan kabarnya kepada teman-temannya yang lain. Setidaknya kalau Seul Mi memang cemas, ia bisa bertanya kepada Jong In atau Se Hun yang satu angkatan dengannya. Tapi tidak, gadis itu pasti merasa senang karena Jeon Myeon sudah tidak berada di sekitarnya lagi.

“Tinggal 3 minggu lagi menuju ujian akhir…apakah kau sudah mulai belajar, Jong In?” Pertanyaan dari Yi Fan berhasil membuyarkan lamunan Jeon Myeon. Tidak…seharusnya ia berhenti memikirkan Seul Mi jika gadis itu saja tidak mau repot-repot memikirkannya.

“Aku yakin anak ini pasti tidak mau naik kelas jika belum,”ucap Chan Yeol yang disambung dengan tawa dari Baek Hyun dan Yi Fan yang seakan senang sekali dengan kebodohan dan kemalasan yang menjadi kelebihan Jong In, selain basket tentunya.

“Kalau sampai tidak naik kelas, kau harus keluar dari tim basket,”ucap Se Hun tiba-tiba, tidak mengalihkan perhatiannya dari buku yang sedang dibacanya. Baik Jong In, si korban, Jeon Myeon, Yi Fan, maupun Baek Hyun dan Chan Yeol, terkejut mendengar ucapan Se Hun yang begitu tiba-tiba. Anak ini terlalu serius dalam belajar hingga tidak menjaga ucapannya dan membahas sesuatu yang sangat sensitif bagi Jong In.

Sadar semua orang melihat ke arahnya, Se Hun akhirnya mengalihkan perhatiannya dan menoleh kepada teman-temannya. Aneh, mereka semua memasang wajah bingung. “Berhenti menatapku seperti itu…aku tidak suka,” sambungnya, ketus.

“Kalian tau, sebaiknya kita menghajar anak ini!”

Dan kejar-kejaran di lapangan basket indoor itu pun terjadi karena teriakan provokatif dari Jong In. Si kutu buku Se Hun lumayan cepat dalam hal berlari hingga membuat yang lain kewalahan sementara ia tetap tidak berhenti juga.

Jeon Myeon sendiri tidak ikut dalam pengejaran itu. Ia tetap lebih memilih merenung di bangku penonton hingga Lu Han datang dan memukul bahunya lumayan kuat. Jeon Myeon yang tidak siap, mengeluarkan suara teriakan kesakitan yang menggema di seluruh lapangan hingga mereka yang sedang kejar-kejaran, berhenti sesaat sebelum memulai kembali.

Lu Han duduk di samping Jeon Myeon begitu saja tanpa meminta maaf sambil mengeluarkan kotak bekalnya dari dalam tas ransel barunya. Ralat, kotak bekal yang sengaja dibuat Xiao Ge untuknya. Dua sejoli itu baru saja berbaikan 4 hari yang lalu. Nasib Lu Han dan Jeon Myeon saat ini benar-benar bagaikan langit dan bumi.

“Kau mau?” Lu Han menyodorkan kotak bekalnya ke hadapan wajah Jeon Myeon. Sushi-sushi salmon di dalam sana tampak menggoda, tapi untuk saat ini Jeon Myeon tidak begitu tertarik. Bagaimanapun juga sushi salmon adalah makanan favorit Seul Mi dan sekali lagi, hubungan mereka tidak baik-baik saja.

Jeon Myeon menoleh ke arah Lu Han dengan tatapan membunuh. Memaksa Lu Han untuk menarik tangannya kembali dan memakan bekalnya dalam diam. Ia tidak pernah tau kalau kemarahan Jeon Myeon akan membuatnya seseram itu. Sebenarnya tidak ingat karena terakhir kali Jeon Myeon marah besar adalah ketika mereka kelas 6 SD dan itu karena Lu Han merusak laying-layang buatan Jeon Myeon. Waktu itu robeknya besar sekali hingga Jeon Myeon memburu Lu Han sampai ke rumahnya. Padahal Jeon Myeon kecil waktu itu tau pasti bahwa Lu Han Harabeoji, sama sekali tidak menyukai kedatangannya di rumah dan bisa saja langsung memarahinya. Tapi waktu itu bahkan Harabeoji tidak bisa membendung kemarahan Jeon Myeon.

 

_The Forgotten One_

 

“Jadi kapan aunty akan kembali ke rumah sendiri?”tanya Seung Hyun di perjalanan pulang. Sudah seminggu dan Seul Mi selalu pulang bersama dengan Seung Hyun dengan alasan menghindari membayar tiket bus. Padahal sebenarnya ia sedang menghindari Jeon Myeon.

“Setiap hari aku pulang ke rumahku sendiri.”jawab Seul Mi santai, sambil memperhatikan layar ponselnya, duduk di kursi penumpang di samping Seung Hyun. Sudah seminggu juga Seung Hyun tidak bisa mengebut karena kehadiran Seul Mi di mobilnya. Bisa bahaya jika Seul Mi syok dan mengadukannya pada Samantha. Nanti kencan buta itu benar-benar akan diatur oleh Samantha….celaka.

“Maksudku apartemenmu dengan…”

“Apa kemarahan seorang namja itu bisa lama…Hyunnie?” Seung Hyun menoleh sesaat kepada Seul Mi. Kenapa tiba-tiba gadis itu memotong ucapannya dan menanyakan hal yang aneh? Apa mungkin ia menyadari kesalahannya kepada Jeon Myeon karena waktu itu Jeon Myeon sudah menceritakan semuanya kepadanya, melalui telepon.

“Memangnya ada apa?”

“Kupikir aku mengingat sesuatu…maksudku tentang kemarahan.” Seul Mi mematikan ponselnya dan menyimpannya ke dalam saku blazer seragamnya. Memandang kosong ke depan sambil mengingat-ingat kembali apa saja yang seakan tiba-tiba diingatnya setelah Jeon Myeon merenggut ciuman pertamanya.

Mulai dari gambaran sepasang anak kecil yang melakukan ciuman asal di sebuah taman yang sangat indah, ingatannya akan mendapat panggilan dari luar negeri saat masih SD dulu di Amerika, hingga dirinya berjalan menuju altar. Tetapi tak ada satupun dari gambaran yang tiba-tiba melintas di dalam pikirannya itu, yang menunjukkan bahwa Jeon Myeon pernah terlibat di dalamnya. Tidak pernah sekalipun, bahkan jika Seul Mi berusaha menggali lebih dalam maka kepalanya malah akan terasa pusing sekali.

“Kemarahan seperti apa?”tanya Seung Hyun, menyadarkan Seul Mi dari lamunannya.

“Aku mengingat dengan jelas ada seorang anak laki-laki yang marah kepadaku dan kurasa perasaan marah itu masih dapat kurasakan sampai sekarang. Juga rasa kecewa dan sedih yang kurasa familiar saat bertemu Jeon Myeon di atap sekolah.” Seung Hyun sama sekali tidak berkomentar. Ia harus mendengarkan seluruhnya dengan jelas baru dapat menyimpulkan bahwa Seul Mi sudah mulai mengingat segala sesuatu. Itu berarti bahaya…sangat berbahaya. “Kemarahan Jeon Myeon seminggu yang lalu, di malam itu, dengan kemarahan saat aku kecil. Rasanya sama.”

“Sudahlah aunty…mungkin ujian kenaikan kelas yang tinggal sebentar lagi membuat aunty tertekan hingga memikirkan sesuatu yang tidak jelas.”

“Kau benar. Mungkin aku perlu beristirahat lebih banyak dan mulai berhenti memikirkan si Jeon Myeon pabo itu….”

 

_The Forgotten One_

 

Seung Hyun merasa benar-benar tidak tenang. Ia tidak bisa mengoreksi pekerjaan yang dibawanya pulang dengan baik. Perkataan Seul Mi saat di mobil siang tadi, harus segera disampaikannya kepada Samantha sebelum semuanya terlambat. Ya…harus…tapi bagaimana caranya jika Seul Mi terus berada di rumah ini? Saat ini mereka semua seatap dan sangat tidak mungkin untuk membicarakannya kecuali ia sudah pergi tidur yang berarti Samantha juga sudah tertidur karena kelelahan.

“Tidak bisa, sekarang atau tidak pernah.” Seung Hyun mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetik pesan singkat kepada Samantha lalu mengirimnya. Pesan itu berisi semua yang ingin dikatakannya kepada Samantha mengenai peristiwa tadi siang. Tetapi benar-benar bodoh karena begitu pesan itu terkirim 2 detik yang lalu, terdengar bunyi ketukan di depan pintu kamarnya dan ternyata Samantha adalah orang yang mengetuk pintu kamarnya.

“Ah…Samantha…masuklah.” Lalu Samantha masuk begitu saja dan duduk di atas ranjangnya. Menyilangkan kaki sambil memeriksa ponselnya dan menemukan pesan singkat yang baru saja dikirim Seung Hyun. Benar-benar konyol.

“Kau mengirimnya 2 detik yang lalu?” Seung Hyun tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya mengusap tengkuknya kasar sambil berdiri di hadapan Samantha yang masih mengenakan pakaian kerjanya. “Ada apa dengan Seul Mi? Kenapa anak itu tidak menceritakannya kepadaku?”

“Jadi begitulah, Samantha. Seul Mi sepertinya mulai mengingat sedikit demi sedikit dan sepertinya karena Jeon Myeon memaksakannya…bukan karena Seul Mi memang mengingatnya.”jelas Seung Hyun, sungkan. Ia dapat melihat kemarahan terlukis jelas di wajah Samantha.

“Kalau begitu kita harus membicarakan hal ini dengan Jeon Myeon secepatnya. Kita tidak mau Seul Mi mengingat semuanya sebelum kenangan buruk itu berhasil dihapuskan untuk selama-lamanya.”

 

_The Forgotten One_

 

“Jadi, apa yang ingin kau katakan kepadaku? Ini sudah malam…jadi cepatlah….” Jeon Myeon langsung saja berkata seperti itu kepada Yi Fan begitu duduk berhadapan dengannya. Entah mengapa Yi Fan tiba-tiba memanggilnya tengah malam untuk bertemu di Blue Moon.

“Setelah lulus aku akan terbang ke Kanada dan aku ingin tidak seorangpun dari teman kita yang mengetahui hal ini.”

“Wae?” Yi Fan tidak menjawab, ia malah meneguk habis seluruh minuman keras di hadapannya dalam sekali teguk. Padahal botolnya lumayan besar….benar-benar orang yang sedang kacau sepertinya. “Wu Yi Fan…ada apa?!”

Yi Fan sama sekali tidak mempedulikan bentakan Jeon Myeon. Ia malah tersenyum kecil mendengar bentakan itu. Seperti dugaannya, Jeon Myeon akan memarahinya meski belum tau urusan yang sedang menimpanya. Bagaimana nantinya jika ia tau yang sebenarnya?

“Kau ingat akan obsesiku sewaktu SMP dulu? Aku pernah mengatakannya, bukan?” Jeon Myeon mengangguk dalam diam. Saat ini, Yi Fan di hadapannya berbicara terlalu berputar-putar. Membingungkan ingin mengarah ke mana ujung-ujungnya. Tapi menurut firasat Jeon Myeon, sepertinya Yi Fan telah melakukan sesuatu yang buruk bahkan benar-benar buruk hingga ia tiba-tiba melanggar janjinya kepada yang lain.

Dulu, mereka semua sudah merencanakan untuk berkuliah di tempat yang sama bahkan sejak pertama kali masuk SMA, kecuali Jong In dan Se Hun tentunya. Tetapi mereka juga nantinya akan kuliah di tempat yang sama. SNU, harapan mereka bersama-sama. Chan Yeol dan Baek Hyun ingin mengambil jurusan seni di sana sementara Yi Fan dan Lu Han menginginkan jurusan sastra Mandarin. Lucu…mereka mempelajari sesuatu yang sudah mereka ketahui sejak lahir. Sementara Jeon  Myeon akan mengambil jurusan psikologi di sana.

Tujuan mereka yang pernah sama kini harus dihapus begitu saja karena keegoisan Yi Fan. Saat di telepon sebelumnya, Yi Fan melarang Se Hun untuk ikut padahal Yi Fan sendiri tau bahwa Jeon Myeon menginap di apartemennya tanpa membawa kendaraan, jadi sangat sulit untuk membujuk Se Hun supaya mau meminjamkan mobilnya. Tapi dengan bujukan akan dikenalkan kepada Shim Hyo Rin, Se Hun tiba-tiba langsung setuju. Berarti si bocah memang benar-benar menyukai gadis berkacamata itu.

“Aku menginginkan keluarga yang bahagia…yang bisa kujaga dan kurawat sendiri….” Yi Fan menghembuskan napasnya kasar, menambah atmosfer ketegangan yang sudah dibangunnya sendiri. “Obsesiku sudah terwujud….Xiao Ge…”

 

_The Forgotten One_

 

Malam ini Xiao Ge bertingkah laku aneh, ia yang pertama kali mengajak Lu Han untuk pergi berjalan-jalan mengelilingi daerah sekitar rumahnya. Padahal biasanya untuk mengajak Xiao Ge pergi, rasanya benar-benar sulit. Padahal mereka sudah menjalin kasih lumayan lama.

“Ge ge terlambat,”ucap Xiao Ge begitu melihat Lu Han berlari menghampirinya. Begitulah Lu Han, tidak pernah berubah, batin Xiao Ge. Ia akan selalu terlambat hingga saat terakhir.

Lu Han hanya tersenyum mendengar ucapan Xiao Ge lalu segera menggandeng tangannya. Lu Han merasa ada sesuatu yang tidak beres saat ini, tetapi ia memutuskan untuk tetap diam dan mengitari sekeliling daerah rumah Xiao Ge hingga nantinya Xiao Ge yang berbicara sendiri.

Sudah 1 putaran dan Xiao Ge masih belum bicara apa-apa. Beberapa kali Lu Han menoleh ke arahnya dan ternyata ia hanya tersenyum kecil, seperti biasanya. “Bintang hari ini sama sekali tidak ada, sepertinya.” Lu Han langsung mengalihkan perhatiannya dan ikut menengadah ke atas. Langit hanya gelap saja, tidak ada apapun yang berkelap-kelip di sana dan hanya ada bulan sabit di sana.

“Ge…” Lu Han kembali menoleh ke arah Xiao Ge sambil tersenyum. “Ayo kita putus.”

Tangan mereka langsung terlepas begitu saja. Lu Han diam di tempat, berjarak satu langkah dengan punggung Xiao Ge yang menghadap ke arahnya. Sunyi…sulit untuk mengatakan apapun saat ini. Dunia seperti berhenti berputar saat ini dan Lu Han entah mengapa merasa jantungnya berdetak begitu lambat.

Xiao Ge akhirnya berbalik dan memberikan seulas senyuman lebar kepada Lu Han. Mungkin ini senyuman terakhir untuknya. “Kita sudahi semua…aku sudah lelah…” Lalu Xiao Ge berlari begitu saja dari hadapan Lu Han. Tanpa menjelaskan apapun. Hilang seperti angin.

“Xiao Ge,” ucap Lu Han lemas. Ia jatuh berlutut, sudah tak dapat melihat lagi ke mana perginya Xiao Ge. Padahal mereka baru saja berbaikan.

 

 

To Be Continued

Gi mana? Lanjut jangan???

Sekedar pengumuman, part berikutnya akan author protect untuk tau seberapa banyak sih yang menjadi penggemar ff ini.

Kalau mau pass nya, bisa langsung follow @almighty_rina lalu mention email kalian ke sana ya… Inget follow dulu karena hanya follower yang akan diberi tau pass nya.

2 part ke depan akan author protect dan setelahnya akan lanjut aja…tapi kalau kalian tidak baca part 6 & 7, nanti jalan ceritanya jadi tidak mengerti…

Ok…mian updatenya lama n terlalu pendek…

Part berikutnya author janji akan panjangin deh…

 

 

 

 

 

10 thoughts on “The Forgotten One (Part 5)

  1. Ada misteri atau apalah itu yg blm terpecahkan. Ada hal” terungkap~
    Semakin penasaran!! ><
    Kris, maksudnya opo D.O

    Sippo…. Keep writing n fighting!! ^^

  2. yi fan sama xiao ge puna hubungan diam”?
    wahhhh…. luhan kasian banget baru baikan gk lama eh malah cewekny mau putus
    eh thor btw aku pengen request ni buat moment joon myun n seul mi lebih banyak dong heheehe……
    harap dikabulkan yh thor…
    thankyou…!!!!

  3. Yahh,,aku tlat bacanya…
    Ksihan suho n luhan sma2 di tnggal sma yeoja nya.
    Pnasaran sma mksudnya kris n xiao ge mutusin luhan tiba2.
    Msih kepo pke bnget nih,,pa yg buat seul mi amnesia n kjadian bruk pa itu??

  4. jd makin penasaran..kayanya seul mi punya suatu trauma/kejadian yg g boleh d inget sama ibu n keponakanny..
    Chingu boleh minta pw part selanjutny via email g? Coz aku lupa pw twitter aku..udh beberapa thn g dbuka2..gomawo..

  5. jd penasaran ma kenangan buruk apa yg disimpan seul mi??
    kok xiao ge gtu??du kok malah ma kris??
    wah kacau ntar klo luhan tau xiao ge ninggalin dy demi kris…
    next chapter dtunggu chingu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s