Girl With Cold Face

Title : Girl With Cold Face

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance, school life, sad

Rating : universal

Length : OneShoot

Main Cast : Gabrielle Wang ( OC )

Xi Lu Han ( Luhan EXO-M )

Kim Jeon Myeon ( Suho EXO-K )

Support Cast : Park Chan Yeol ( Chanyeol EXO-K )

Byun Baek Hyun ( Baekhyun EXO-K )

Kim Jong In ( Kai EXO-K )

Catherine Chen ( OC )

Note : Buat orang yang ngerasa kesindir, ni itu sekadar nasihat aja…kekekekekek

 

 

“Aku bingung dengan wajah hoobae itu… Selalu dingin tanpa ekspresi sama sekali.”

 

_ Girl With Cold Face _

 

Tahun pelajaran sudah memasuki akhir semester genap. Sesaat lagi seluruh murid kelas X dan kelas XI akan menerima pembagian rapor sementara murid kelas XII sedang sibuk-sibuknya menyiapkan diri untuk wisuda sekaligus pengumuman kelulusan.

Tanggal 6 sudah semakin dekat dan tiap harinya menjadi tekanan tersendiri bagi Gabrielle Wang, wakil ketua OSIS. Segala sesuatu terasa belum siap di matanya sementara si ketua OSIS yang seharusnya paling antusias dalam menyiapkan wisuda malah lebih sering mangkir dari tugasnya. Xi Lu Han, si ketua OSIS yang sudah mewarnai rambutnya menjadi pirang, mangkir dari tugasnya beserta beberapa pengurus OSIS lainnya, seperti Jong In, Chan Yeol, Baek Hyun, dan Min Seok, untuk bermain basket di lapangan indoor lantai 3. Mereka baru akan kembali ketika bau keringat sudah menyelimuti seluruh tubuh mereka sehingga Gabrielle lebih memilih untuk mengusir mereka daripada menyuruh mereka bekerja. Tidak-tidak… Bau keringat itu justru akan memperlambat pekerjaan Gabrielle, bukannya membantu.

Untungnya ada Jeon Myeon, si sekretaris OSIS. Tiap harinya ia selalu ada di samping Gabrielle, membantu pekerjaannya dan mereka juga bisa saling bertukar pikiran dengan mudah mengingat sifat mereka yang hampir mirip karena memiliki golongan darah yang sama. Sama seperti Gabrielle, wajah Jeon Myeon pun lebih sering dingin jika berhadapan dengan Lu Han dan ganknya, karena bisa dibilang mereka bertolak belakang dengannya. Tapi untuk kasus Gabrielle, wajahnya memang seperti sudah di set untuk selalu dingin kepada siapapun bahkan kepada temannya yang kebetulan sekelas lagi, Catherine Chen.

 

_ Girl With Cold Face _

 

“Belakangan ini, hoobae itu semakin dekat dengan Jeon Myeon. Aku tak paham kenapa ia tidak menyukai atlet basket sepertiku ini. Ia justru lebih memilih si bocah indoor itu.”

 

_ Girl With Cold Face _

 

Malam terakhir menuju hari wisuda. Sebagai wakil ketua OSIS, Gabrielle memilih untuk menjadi panitia di bagian paduan suara, menemani Catherine juga Jeon Myeon yang tiba-tiba memilih bidang yang sama. Si ketua OSIS yang tidak pernah bekerja sejak hari pertama, tidak mengambil bidang apa-apa karena ia harus memberikan 2 pidato saat wisuda nanti.

Kelakuan Lu Han sedikit berbeda pada hari terakhir itu. Ia lebih sering menempeli Gabrielle dan menyuruh Jeon Myeon untuk mengurus dekorasi bersama pengurus OSIS lainnya dari kelas X. Pekerjaan yang paling berat ketimbang bagian perlengkapan yang sudah dimonopoli gank Lu Han.

Lu Han mengoreksi semua yang sudah diselesaikan oleh Gabrielle dan menganggapnya kurang hampir di seluruh sektor. Mulai dari pemesanan catering di mana harus disesuaikan dengan alerginya, pengisi acara yang memaksa paduan suara untuk bernyanyi lebih banyak, bagian perlengkapan yang semakin santai, hingga Jeon Myeon yang tiba-tiba berganti bidang menjadi keamanan dan harus berjaga di luar aula tempat dilangsungkannya wisuda nanti.

Keterlaluan, batin Gabrielle. Seharian itu, yang bisa dilakukan Gabrielle hanya memasang wajah datar meskipun Lu Han bercanda dengannya. Ia benar-benar kesal dengan kelakuan seenaknya si ketua OSIS yang seakan menganggapnya dirinya begitu bodoh hingga seluruh kebijakannya dibatalkan.

“Kau tahu, sebagai bagian dari paduan suara, kalian harus bernyanyi lebih banyak,”ucap Lu Han tiba-tiba, saat mereka sedang berjalan beriringan menuju ruang guru.

“Wae?” Nada bertanya Gabrielle justru malah terdengar ketus dan tidak mau tahu. Memaksa Lu Han untuk menghentikan langkahnya karena kaget dengan nada bicara Gabrielle. Tetapi Gabrielle sama sekali tidak peduli dan meneruskan langkahnya menuju ruang guru seorang diri.

“Karena aku ingin melihatmu tampil lebih banyak,”ucap Lu Han sambil memandang punggung Gabrielle yang semakin menjauh.

 

_ Girl With Cold Face _

 

“Kurasa apa yang kudengar tentang hoobae itu salah. Ia tidak menyukaiku…sama sekali tidak. Wajahnya selalu dingin tiap bertemu denganku, berbeda jika bertemu dengan Jeon Myeon. Sebenarnya apa yang dimiliki si wajah datar itu?”

 

_ Girl With Cold Face _

 

Sore hari sudah tiba dan tinggal 5 menit lagi, wisuda akan dimulai. Jeon Myeon tiba-tiba bertingkah laku aneh dan mengajak Gabrielle untuk pergi keluar bersama dengannya. Sebenarnya, mereka pergi ke atap sekolah, jauh dari aula tempat dilangsungkannya wisuda.

“Oppa…apa yang ingin Oppa katakan, kenapa kita harus pergi sejauh ini?” Jujur, Gabrielle benar-benar bingung sekali.

Jeon Myeon menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya dan dengan pertanyaan dari Gabrielle, malu-malu Jeon Myeon menunjukkan apa yang disembunyikannya di sana. Setangkai mawar merah muda, pernyataan cinta.

“Jadilah yeojachinguku, Gabrielle Wang.”

“Aku tidak tahu…aku akan menjawabnya nanti.” Dan Gabrielle pergi secepatnya dari atap sekolah, kembali ke aula. Ia tidak bisa memberikan harapan palsu pada Jeon Myeon sementara sebenarnya ia menyukai orang lain. Bahkan sudah 4 tahun ia menyukai orang yang sama dan sejujurnya hari ini adalah hari terakhirnya untuk melihat orang itu.

 

_ Girl With Cold Face _

 

Empat jam sudah berlalu dan akhirnya acara wisuda usai. Selesai memberikan pidato penutupnya dan menyerahkan jabatannya kepada Jong In, Lu Han langsung meninggalkan aula begitu saja tanpa foto bersama dengan pengurus OSIS lainnya yang masih aktif.

Gabrielle berusaha mencari Lu Han karena ada sesuatu yang harus dikatakannya tetapi Lu Han tidak bisa ditemukan di manapun. Ia hanya bisa menemukan Chan Yeol yang masih sibuk melakukan selfie dengan para wisudawan lainnya.

Tidak bisa menemukan cara lain lagi, Gabrielle akhirnya menunggu Chan Yeol menyelesaikan selfie nya yang begitu banyak lalu menanyakan keberadaan Lu Han. Tetapi yang ada malah Chan Yeol memberikannya jawaban ketus dengan nada marah juga kecewa. Jawaban yang pada akhirnya menyadarkan Gabrielle bahwa hatinya tidak pernah tidak terbalaskan. Ia hanya selalu memasang wajah dingin sebagai tameng untuk menghadapi orang yang disukainya, Xi Lu Han.

 

_ Girl With Cold Face _

 

“Tidak peduli apapun yang kulakukan, Gabrielle tidak akan pernah melihatku… Wajah dinginnya adalah tameng dari penolakan kepada orang lain. Tetapi setidaknya…aku sudah berusaha untuk menarik perhatiannya…aku tidak pernah menyesal pernah menyukainya.”

-Xi Lu Han-

The End

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s