The Forgotten One (Part 4)

Title : The Forgotten One (Part 4)

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance, marriage life, sad

Rating : PG-13

Main Cast : Kim Jeon Myeon (Suho EXO-K)

Hwang Seul Mi (OC)

No Min Woo (ex – TRAX)

Support Cast : Choi Seung Hyun (T.O.P BigBang)

Wu Yi Fan (Kris EXO-M)

Xi Lu Han (Luhan EXO-M)

Kim Jong In (Kai EXO-K)

Park Chan Yeol (Chanyeol EXO-K)

Byun Baek Hyun (Baekhyun EXO-K)

Oh Se Hun (Sehun EXO-K)

Note : Cerita pertamaku tentang marriage life, jadi maaf kalau ada sesuatu di dalam ceritanya yang tidak berkenan. Author juga akan memastikan bahwa akhir dari fanfic ini happy ending karena mengingat teman author yang selalu protes mengenai fanfic author yang lain yang katanya sad ending.

Jika ada keluhan atau apapun, kontak author via Twitter (@almighty_rina) atau Facebook (Catharina Griselda).

Fanfic ini juga akan dipost di wp pribadiku https://kloversfamilies.wordpress.com

Jangan jadi silent readers ya!!!

 

Pagi harinya, Seul Mi terpaksa pulang ke apartemennya bersama Jeon Myeon. Eommanya begitu tega untuk memaksanya pulang ke kandang singa sementara keponakan tuanya itu malah memojokkannya, mencari muka di depan eommanya. Benar-benar 2 orang yang keterlaluan.

Seul Mi memasukkan kode pengaman apartemen Jeon Myeon lalu mengendap-endap masuk ke dalam. Keadaan ruang tamu masih gelap, berarti Jeon Myeon kemungkinan besar masih tidur. Lagipula anak berandalan itu kan pemalas, batin Seul Mi.

“Dari mana?”

Seul Mi terlonjak kaget hingga tak sengaja membentur pintu di belakangnya. Suara orang yang bertanya itu…suara Jeon Myeon. Berarti ia berada di ruang tamu gelap ini daritadi. Ya…lebih tepatnya duduk di salah satu sofa di ruang tamu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kutanya dari mana kau Kim Seul Mi! Kenapa tidak menjawab?!” bentak Jeon Myeon.

Seul Mi tidak berani berpindah dari tempatnya. Ia memegang erat kenop pintu di belakangnya, berjaga-jaga kalau Jeon Myeon melakukan sesuatu, ia bisa cepat-cepat membuka pintu lalu berlari keluar secepat kilat.

“Masih tidak mau menjawab?”

Jeon Myeon bangkit berdiri lalu berjalan mendekati Seul Mi. Ruangan masih gelap seluruhnya, jadi Seul Mi sama sekali tidak bisa membaca ekspresi wajah Jeon Myeon yang kian mendekat.

‘Kau harus lari, Seul Mi!’ batinnya sudah memerintahkannya untuk berlari, tetapi kedua kakinya seakan seperti jelly saat ini sehingga sangat sulit rasanya untuk berpindah. Apalagi menghadapi seorang berandalan seperti Kim Jeon Myeon…terlalu sulit untuk melawan.

Saat Seul Mi mendapatkan sedikit keberanian, semuanya sudah terlambat karena Jeon Myeon sudah benar-benar di hadapannya. Jeon Myeon menaruh kedua tangannya di samping kiri dan kanan Seul Mi. Wajahnya begitu dekat saat ini, Seul Mi bisa membaca sedikit ekspresi wajahnya yang sedang tersenyum penuh arti kepadanya.

“Jeon Myeon ssi…” panggil Seul Mi pelan. Ia bermaksud ingin meminta Jeon Myeon untuk sedikit menjauh tetapi yang bisa dilakukannnya hanya memanggil namanya dengan pelan lalu sudah…berhenti begitu saja.

“Ada apa? Kenapa memanggilku seperti itu? Tidakkah kau ingin memanggilku dengan lebih mesra lagi?”

Jeon Myeon balas bertanya dengan nada seduktif sambil memainkan helaian rambut Seul Mi yang terurai bebas dengan salah satu tangannya, membuat Seul Mi semakin risih. Ia bahkan sampai lupa jika ia bisa melarikan diri seandainya saja menekan kenop pintu yang berada di cengkramannya saat ini.

“Tidak ingin melanjutkan, sayangku?”

Tidak mendapat jawaban, Jeon Myeon semakin mendekatkan wajahnya. Hidung mereka sudah saling bersentuhan dan Seul Mi dapat merasakan dengan sangat jelas kehangatan yang dihembuskan Jeon Myeon, mengenai wajahnya.

Tanpa aba-aba, Jeon Myeon mencium bibir Seul Mi. Lembut sekali, Seul Mi bahkan tidak sadar bahwa ia masih bisa melarikan diri. Ia hanya bisa diam, tidak membalas lumatan lembut Jeon Myeon di bibirnya sambil memperhatikan wajah Jeon Myeon yang seakan begitu menikmati ciuman sepihaknya, kedua matanya terpejam. Seul Mi dapat merekam semua itu karena matanya yang terbuka lebar sanking terkejutnya.

Lumatan Jeon Myeon yang awalnya lembut, berubah menjadi menuntut. Keadaan bisa saja menjadi di luar kendali jika Seul Mi terlambat sedetik saja akan keuntungan yang dimilikinya. Dengan akal sehat yang sudah pulih, Seul Mi menekan kenop pintu yang dicengkramnya daritadi.

Pintu di belakang Seul Mi terbuka begitu saja, mendorong Seul Mi ke belakang juga Jeon Myeon yang begitu menikmati adegan tadi. Karena tidak siap, keduanya sampai terjatuh di lorong apartemen dengan posisi Jeon Myeon berada di atas Seul Mi. Tidak menindih karena Jeon Myeon dengan sigap menahan tubuhnya dengan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri tubuh Seul Mi, lagi-lagi.

“Omona!”

Baik Jeon Myeon maupun Seul Mi menoleh ke arah kiri mereka dan menemukan tetangga mereka yang sudah sangat tua, Nyonya Park keluar dari apartemennya mengenakan setelan pakaian olahraga. Sepertinya ia baru akan pergi keluar untuk jogging di taman di sekitar gedung apartemennya dan tak disangka-sangka malah mendapatkan tontonan tidak pantas.

Sepasang murid sekolahan dalam posisi tidak pantas di lorong apartemennya. Seragam sekolah yang mereka kenakan, sangat tidak mencerminkan kelakuan mereka yang agresif hingga tidak dapat mengendalikan diri. Lagipula, bukankah ilegal bagi murid sekolah seperti mereka untuk tinggal seapartemen dan melakukan tindakan tidak pantas di pagi buta seperti saat ini? Ia harus mengambil tindakan dan segera melaporkan hal ini.

“Pagi, Nyonya Park,” ucap Jeon Myeon lalu memberikan senyuman canggung kepada Nyonya Park.

Nyonya Park bukan membalas sapaan Jeon Myeon. Ia cepat-cepat bergegas kembali masuk ke dalam apartemennya dan membanting pintunya keras-keras.

“Menyingkir!” bentak Seul Mi sambil mendorong Jeon Myeon agar menjauh begitu Nyonya Park sudah tidak kelihatan lagi.

Seul Mi benar-benar bisa gila jika begini terus. Tinggal seatap dengan seorang sunbae pervert saat masih sekolah…belum lagi dengan keagresifannya…Seul Mi benar-benar harus meningkatkan kewaspadaannya. Kalau perlu, ia akan menginap di rumah ketiga sahabatnya secara bergantian.

“Bau mint, Seung Hyun tidak berbohong.” gumam Jeon Myeon yang masih terduduk di lantai lorong apartemennya, menyaksikan punggung Seul Mi yang sudah menghilang melewati ruang tamu.

Ya, gadis itu memang menginap di rumah eommanya seperti yang dikatakan Seung Hyun di telepon kemarin malam. Awalnya memang Jeon Myeon sempat panik dengan panggilan Seung Hyun saat dini hari yang ternyata hanya ingin menyampaikan bahwa Seul Mi tidak akan pulang karena tertidur di rumah eommanya. Setidaknya, sekarang Jeon Myeon sangat yakin bahwa baik Samantha maupun Seung Hyun, sama-sama mendukung hubungannya dengan Seul Mi.

 

_The Forgotten One_

 

Jeon Myeon tersenyum di sepanjang perjalanannya menuju ke kelasnya yang kebetulan juga kelas Yi Fan. Ia bahkan masih tersenyum setelah menaruh tas ranselnya di samping Yi Fan dan mendudukkan dirinya sendiri dengan manis di sana. Senyum yang menjijikkan, batin Yi Fan.

“Jadi…kenapa kau tidak bisa berhenti tersenyum? Apa ada sesuatu yang menyenangkan yang baru kau alami pagi ini?”

Jeon Myeon tidak menjawab, hanya memasang senyum menjijikkannya. Sungguh, Yi Fan tidak paham dengan apa yang baru saja sahabatnya itu alami tetapi ia berani bersumpah jika sampai Jeon Myeon tidak menghentikan senyumannya itu, maka ia akan muntah di mejanya, sekarang juga.

“Terserahlah…” gumam Yi Fan.

Yi Fan lebih memilih untuk kembali membaca buku komiknya. Bisa kacau nanti jika terus memperhatikan Jeon Myeon.

“Ternyata kejujuran itu sangat manis…semanis mint.” gumam Jeon Myeon tiba-tiba.

Yi Fan langsung meletakkan komiknya di atas mejanya lalu mendekatkan wajahnya kepada Jeon Myeon. Ia ingin memastikan apa yang dikatakan Jeon Myeon barusan. Sayangnya, Jeon Myeon tidak mengatakannya kembali. Jadi Yi Fan kembali menjauhkan wajahnya tetapi tidak kembali fokus dengan komiknya.

“Sejak kapan mint jadi manis, Kim Jeon Myeon?” sindir Yi Fan. Biarlah…lagipula Jeon Myeon hanya terus-terusan memasang senyum tololnya itu. Ia pasti tidak mendengar sindiran bernada sinis darinya.

“Sejak gadisku yang memakainya.”

Yi Fan lansung terlonjak kaget. Sial! Jeon Myeon mendengarnya dengan jelas.

“Gadis itu tidak pulang semalam dan saat ia pulang…rasa mint itu ada di mulutnya.”

Ooh….! Sahabatnya ini sudah sangat dewasa rupanya. Dari tinggal seatap, ternyata mereka sudah melakukan lebih dari yang anak SMA lakukan saat pacaran. Tunggu dulu…mereka kan sudah menikah, jadi tidak masalah.

“Singkirkan pikiran kotormu, Wu Yi Fan. Aku hanya menciumnya, tidak lebih,” ucap Jeon Myeon sinis yang hanya dibalas seulas senyuman tipis di bibir Yi Fan.

Bagaimanapun juga, bukankah sebuah ciuman berarti kemajuan dalam hubungan mereka?

_The Forgotten One_

 

Berbeda jauh dengan Jeon Myeon yang tidak bisa berhenti tersenyum, Seul Mi justru datang ke kelasnya dengan wajah muram. Jam pertama di mana seharusnya guru No mengajar kosong karena keperluan keluarga. Lebih tepatnya sepertinya ada rapat guru karena seluruh kelas XI kosong di jam pertama ini.

Xiao Ge yang berada di kelas sebelah, mengunjungi Seul Mi, sahabat baiknya. Begitu juga dengan Hyo Rin juga Teresa yang sekelas dengan Xiao Ge. Mereka bereempat sedang duduk melingkar di lantai di pojok kelas. Sementara sisa murid yang lain, sedang berada di luar kelas karena jam kosong. Mungkin mereka pergi ke cafetaria atau mengganggu hoobae mereka.

“Kau murung terus…apa ada sesuatu yang buruk menimpamu?”

Hyo Rin, gadis berkacama itu akhirnya membuka pembicaraan mengenai kondisi Seul Mi. Lebih tepatnya adalah mengalihkan perhatian Xiao Ge juga Teresa, gadis manis berkepang, yang tidak bisa henti-hentinya menggodanya karena nilai ulangan matematikanya yang sempurna, sama seperti Se Hun, si juara umum.

“Hem…baru pagi ini.”

Baik Xiao Ge, Hyo Rin, maupun Teresa langsung merasa tertarik dengan apa yang baru saja Seul Mi ucapkan tanpa sadar. Mereka semua memberikan tatapan penasaran kepada Seul Mi.

“Jangan menatapku seperti itu…aku tidak akan mengatakan apapun. Tidak meskipun namaku…”

Ketiga temannya langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban yang tiba-tiba dilontarkan Seul Mi. Gadis itu terlihat semakin bersalah di mata mereka saat ini.

Padahal awalnya mereka hanya ingin saling mengobrol dan tentunya menggoda Hyo Rin yang hari ini terlihat semakin cocok dengan si dingin Oh Se Hun. Mereka bahkan duduk sebangku, hanya saja tak saling berbicara. Bahkan untuk meminjam barang pun, keduanya memilih untuk meminjam ke orang-orang di sekeliling mereka. Padahal apa susahnya bertanya ke teman sebangkumu?

“Sayang sekali guru tampan itu tidak masuk hari ini…padahal hanya pelajarannya yang menarik hari ini.” keluh Teresa tiba-tiba.

Ya, ketiga temannya langsung tahu siapa yang dimaksudnya. Tentu saja guru No. Pelajarannya pasti terlihat menarik karena para siswi memperhatikan wajahnya juga penampilannya yang selalu tampak seperti innocent boy. Sementara para siswa akan duduk di belakang sambil mengeluh tidak karuan karena kekasih mereka hanya peduli pada pelajaran, bukan bermesraan dengan mereka di pojok kelas.

Pada akhinya, ketiga sahabatnya malah sibuk membicarakan guru No sementara dirinya sendiri terlarut dalam pikirannya. Lebih tepatnya pikiran liarnya mengenai ciuman Jeon Myeon pagi tadi. Entah mengapa, ia seakan dapat mengingat pernah merasakan ciuman itu, tapi entah kapan.

_The Forgotten One_

 

“AHHKKKK!”

Keringat dingin tidak bisa berhenti membasahi seluruh tubuhnya. Ia juga sama sekali tidak bisa berhenti menggeliat di atas tempat tidurnya.

Rasa sakitnya benar-benar telah melewati batas. Tidak hanya kepalanya, sekarang sekujur tubuhnya juga seakan memberontak dan ingin bergerak sendiri.

‘Berhenti melawan! Kau hanya perlu tertidur sesaat! Apa salahnya!’

‘Turuti perintahku! Ini yang terbaik untukmu!’

Kepribadiannya yang lain terus-menerus memaksanya untuk pergi tidur. Terus memaksa hingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa di dalam pikirannya.

Mungkin jika orang awam melihat keadaannya saat ini, mereka hanya akan menganggap apa yang dialaminya saat ini adalah vertigo biasa. Tetapi ini bukan vertigo apalagi migrain berkelanjutan. Ini murni pergelutan dalam dirinya sendiri dengan kepribadian jahatnya. Bisa dibilang lebih tepatnya ia seakan mendapatkan kepribadian kakaknya dalam dirinya sendiri.

Muncul begitu saja dan akan membawanya ke dalam dunia yang kelam. Kepribadiannya yang utama hanya akan tertidur sementara kepribadiannya yang lain akan terbangun untuk memainkan sebuah permainan jahat. Tetapi kali ini lain…kepribadiannya ingin keluar karena ada sesuatu yang menariknya. Gadis yang menjadi incarannya telah ditemukan dan ia sangat-sangat ingin memiliki gadis itu.

Tubuhnya tiba-tiba berhenti bergerak. Napasnya yang naik turun tidak beraturan, telah kembali normal. Hanya tubuhnya yang masih basah di balik balutan piyamanya, bukti bahwa ia telah kembali bergelut dengan kepribadiannya yang lain. Sama seperti hari-hari sebelumnya.

Tiba-tiba…kedua matanya terbuka lebar. Keadaan kamarnya yang gelap membuat wajahnya tidak begitu terlihat. Tetapi kedua mata tajamnya dapat menunjukkan dengan jelas siapakah dirinya sebenarnya.

Ia hanya membentuk seulas senyuman licik di wajahnya sambil masih terbaring di atas tempat tidurnya. Salah…lebih tepatnya tempat tidur kepribadiannya yang lain.

Si jahat telah berhasil mengambil alih sekarang dan ia sudah siap untuk bermain. Hari ini ia harus mendapatkan apa yang diinginkannya atau harus kembali menunggu untuk menguasai tubuh lemah yang bodoh ini.

“Hwang Seul Mi… Kau milikku.” gumamnya. Terselip nada sadis di dalam suaranya yang biasanya lembut.

 

_The Forgotten One_

“Seul Mi!”

“Seul Mi!”

Jeon Myeon tidak bisa berhenti memanggil-manggil Seul Mi yang terus saja berjalan lurus ke depan, meninggalkan kawasan sekolah. Ia sedikitpun tidak mau menoleh apalagi menghentikan langkahnya.

“Kim Seul Mi!”

Masih sama…Seul Mi tak mau mengacuhkan pria mesum yang baru saja merenggut ciuman pertamanya. Apalagi ciuman itu disaksikan tetangganya Jeon Myeon lagi. Memalukan, sangat memalukan untuk Seul Mi tapi untuk seorang Jeon Myeon…entahlah.

Jeon Myeon akhirnya berhasil mengejar Seul Mi dan segera menarik salah satu tangannya. Memaksa Seul Mi untuk berbalik sambil memberikan ekspresi yang sulit diartikan bagi Jeon Myeon. Jeon Myeon jadi salah tingkah dan melepaskan pergelangan tangan Seul Mi begitu saja. Ia mengusap tengkuknya, gugup. Pikirannya langsung teringat akan ciuman ringan pagi tadi. Seul Mi pasti masih syok akan hal itu. Tapi, bukankah mereka pernah melakukannya dulu? Ciuman polos antara seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki yang hanya terpaut satu tahun, di taman bermain.

“Aku ada urusan…tidak usah mengikutiku,” ucap Seul Mi, dingin. Lalu  ia melangkah pergi, menjauhi Jeon Myeon.

“Aku akan menunggumu!” teriak Jeon Myeon.

Ia sama sekali tidak peduli apakah Seul Mi yang jaraknya sudah cukup jauh dari tempatnya berdiri, akan mendengarnya. Tapi yang terpenting saat ini adalah memastikan bahwa Seul Mi tidak marah kepadanya lalu mengingatnya kembali…bukan membencinya seperti saat ini.

Tak jauh dari tempat Jeon Myeon berdiri, menatap punggung Seul Mi yang semakin menjauh, ada seseorang yang mengamatinya sambil duduk di atas motor sportnya. Ya…masih orang yang sama yang kemarin mengikuti Jeon Myeon saat pergi ke Blue Moon. Bertepatan dengan Jeon Myeon yang berbalik, hendak kembali masuk ke kawasan sekolah untuk jam pelajaran tambahannya, orang itu melalui Jeon Myeon begitu saja. Menancap gas, motornya berlalu dengan cepat begitu saja, Jeon Myeon sampai melihat sesaat ke arah pengemudinya lalu memutuskan untuk acuh dan kembali ke tujuan sebelumnya.

 

To Be Continued

Gi mana? Gi mana? Lanjut?

Comment dong!!! Buat fanfic ini tetep hidup n jangan lupa buat ngefollow @almighty_rina karena ada beberapa part nanti yang akan author protect.

Oh ya…rencananya cuma akan jadi 20 part n mulai dari part selanjutnya akan mulai jelas kenapa Seul Mi lupa n siapa sih yg seakan dendam sama Seul Mi n ngikutin Jeon Myeon.

Tetep baca ya!!!

 

17 thoughts on “The Forgotten One (Part 4)

  1. Itu siapa yang punya dua kepribadian..??? :O
    Pak No kah..?
    Pak No… No Min Wo :O
    Dan dan dan, Kim Joon Myun :3
    Cieeeeeee yang seneng kisseu SeulMi .
    Sekali menyelam awas tenggelem :p
    Ngecek nafas sekalian modus :p
    Lanjutkan thor! ^O^P
    Aku mau baca sampai akhir~~~😀
    Mari lanjut k part selanjutnya😀

  2. Wow, alter ego~ Dikirain Joon yg kena, engga taunya bukan, melainkan org lain yg terobsesi dgn Seulmi.
    Jd ingat novelnya Santy Agatha-From The Darkest Side, itu alter ego-nya dpt bgt! Recommended!!
    Oh iya, namanya Joon oppa Joonmyeon, bukan Jeonmyeon😀

  3. tuh siapa yg blg “Hwang Seul Mi… Kau milikku.”?
    yg ikutin joon myun?
    pak no?
    ato ocowok lain yg ngejar seul mi?
    hhehehh….
    penasaran…..
    maaf banyak pertanyaan…..
    habis penasaran banget ^.^

  4. Ya ampun itu siapa sih yang punya 2 kepribadian ><
    Hi thor aku readers baru disini, pertamanya aku nemu ff ini di web sebelah trus nemu web pribadinya author
    Jadi kesini deh:d
    Keren thor ff nya, Ijin obrak abrik bentar ya

  5. pasti yg ngincer seul mi guru no..tp knp? Apa dia jg yg ngikutin joonmyun..aku jd penasaran sbnrny knp seul mi g bisa inget pernikahanny dgn joonmyun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s