Devil’s Man Part 1

Title : Devil’s Man (Part 1)

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance, fantasy, sad

Rating : PG-13

Length : Chaptered

Main Cast : Chow Zhou Mi (Super Junior M)

Catharine Chen (OC)

Support Cast : Victoria Song [F(x)]

Disclaimer : Ff ini murni hasil kerja keras saya, jadi tolong hargai dan jangan copas!!!

Note : Maaf kalau ada sesuatu di dalam ceritanya yang tidak berkenan. Jika ada keluhan atau apapun, kontak author via Twitter (@almighty_rina) atau Facebook (Catharina Griselda).

Jangan jadi silent readers ya!!!

Sudah seminggu berlalu semenjak Catherine kembali sadarkan diri. Hari ini merupakan hari yang bahagia bagi Zhou Mi dan Catherine karena hari ini adalah hari pertunangan mereka. Malam ini, acara pertunangan itu akan diadakan di sebuah hotel bintang lima. Bukan saja acara pertunangan melainkan acara penyatuan 2 perusahaan besar di korea Selatan.

Pada awalnya, kedua orang tua Catherine tidak menyetujui untuk melanjutkan perjodohan ini, tetapi dengan permintaan khusus dari Catherine, maka pertunangan ini dapat berlangsung. Zhou Mi bukan saja senang karena bisa mendapatkan Catherine kembali, tetapi ia juga senang karena kedua orang tuanya lebih memperhatikannya sekarang.

Pagi ini, sebelum acara pertunangan berlangsung, seperti biasa Zhou Mi sedang menangani urusan perusahaannya. Zhou Mi sedang berada di lokasi proyek di mana pembangunan cabang departement store-nya, sedang berlangsung.

Zhou Mi tidak luput sedikitpun dari penjelasan Victoria Song, seorang arsitek yang biasa bekerja sama dengan perusahaannya sejak 2 tahun yang lalu. Ia sangat menyukai ide Victoria untuk membuat lantai teratas sedikit condong ke arah jalan raya di bawahnya agar pengunjung bisa melihat apa yang berada di bawah mereka. Sedikit ekstrim memang, tapi hal seperti ini seakan baru bagi departement store-nya.

Victoria mengajak Zhou Mi untuk mengecek bagian basement yang sudah selesai. Ia hanya ingin memperlihatkan bagaimana basement itu nantinya akan memuat ratusan mobil sementara mobil lain bisa diparkir di lantai pertama sebelah selatan. Zhou Mi sadar bahwa ia tidak bisa berhenti terkagum-kagum dari rancangan Victoria. Gelarnya sebagai arsitek terbaik di Korea Selatan, memang tak salah.

“Lihat-lihatlah sebentar, aku akan menerima telepon dulu.”

Zhou Mi mengangguk mengiyakan ucapan Victoria. Masih banyak yang ingin diperhatikannya padahal mereka baru berada di basement.

Zhou Mi masih sibuk melihat ke sana kemari ketika ia menyadari suara Victoria menghilang dari sekitarnya, memaksanya untuk melihat ke sana kemari, mencari Victoria. Itu dia…berada di dekat pintu lift, masih sibuk dengan ponselnya.

Zhou Mi memperhatikan pintu lift yang berada di belakang Victoria. Ada gambar graffiti di sana, graffiti lambang perusahaannya. Menarik bagaimana warna antara kuning, hijau, dan biru bersatu di sana. Ditambah aksen hitam sebagai pinggiran untuk mempertegas graffitinya.

Tiba-tiba, sesuatu yang ganjil terlihat oleh Zhou Mi. Kenapa ada selang yang keluar tepat di atas kepala Victoria yang dilindungi helm berwarna kuning. Bukankah basement ini sudah selesai? Lagipula tadi Zhou Mi seakan tidak melihat ada selang itu, di sana. Pasti ada yang tidak beres. Dan ternyata benar, Zhou Mi melihat setetes air keluar dari sana, mengenai helm Victoria.

“Nona Song…” panggil Zhou Mi dan Victoria hanya menoleh sesaat kepadanya.

“Menyingkirlah dari sana, ada yang…”

Zhou Mi tidak melanjutkan kata-katanya dan segera berlari ke arah Victoria. Saat Zhou Mi hendak menarik Victoria untuk pergi, tiba-tiba air deras menyemprot dari selang itu dan airnya bukanlah air dingin ataupun air kotor melainkan air mendidih. Reflek, Zhou Mi memeluk Victoria sesaat lalu mendorong dirinya juga Victoria untuk menjauh.

Pelukan itu menyelamatkan Victoria dari terpaan air mendidih tetapi berhasil melukai seluruh punggung, lengan, juga leher Zhou Mi yang hanya mengenakan kemeja tipis berlengan panjang. Mereka jatuh bersebelahan dan Zhou Mi sama sekali tidak bisa bangun karena luka di sekujur tubuhnya.

Victoria masih merasa sakit di bagian punggungnya karena benturan dengan lantai basement yang cukup keras. Ketika menoleh ke sampingnya, Victoria menemukan Zhou Mi sibuk menggigiti bibir bawahnya, menahan sakit.

“Aku akan menghubungi rumah sakit,” ucap Victoria dengan nada panik terselip di suaranya. “Bertahanlah.”

Tiba-tiba, Zhou Mi mencoba untuk duduk dan Victoria segera melarangnya. Tapi Zhou Mi tetap memaksa hingga mau tidak mau, Victoria membantunya, berhubung mereka masih menunggu ambulance.

Setelah berhasil duduk, Zhou Mi langsung berusaha untuk membuka kemejanya. Ia takut kemeja itu akan menempel di kulitnya yang terbakar. Karena lengannya juga terbakar, terpaksa Zhou Mi meminta bantuan Victoria untuk melepaskan kemejanya. Ambulance baru tiba sesaat setelah ia berhasil melepas kemejanya.

_Devil’s Man_

“Kau itu benar-benar gila, ya!” teriak Catherine gusar.

Daritadi Catherine mondar-mandir di dalam kamar rawat Zhou Mi sambil terus berteriak-teriak. Sementara Zhou Mi hanya berbaring di atas ranjang rawat, menahan sakit juga panas yang terasa menjalar di seluruh tubuhnya.

“Kenapa kau tidak menjawab, hah!” bentak Catherine yang tiba-tiba sudah berdiri di samping ranjang Zhou Mi. “Sudah bosan hidup…jadi berlagak sok pahlawan, begitu?!”

“Cath…tolong berhentilah berteriak-teriak. Kita ada di rumah sakit sekarang.”

Catherine mendengus sebal mendengar jawaban Zhou Mi. Baru kali ini, Zhou Mi menyuruhnya untuk diam.

Catherine tahu bahkan sangat tahu bahwa luka yang Zhou Mi sedang alami saat ini, benar-benar terasa menyakitkan. Hanya saja tidak seharusnya Zhou Mi menyuruhnya untuk diam. Terlebih lagi bagaimana Catherine tidak berteriak-teriak kesal jika Zhou Mi sampai jadi begitu karena menyelamatkan gadis lain. Otomatis, nalurinya akan memerintahkannya untuk merasa cemburu.

Pada akhirnya, Catherine memutuskan untuk berusaha lebih tenang dan duduk di samping ranjang Zhou Mi. Memeriksa lukanya yang masih terlihat merah, menyakitkan.

“Terima kasih sudah datang kemari,” ucap Zhou Mi sesaat setelah ia tidak mendengar lagi teriakan dari Catherine. Setidaknya kondisi kamar rawatnya cukup tenang untuk beristirahat, saat ini.

“Ge Ge….”

Zhou Mi menoleh sedikit, mendengar panggilan Catherine. Nada suaranya berbeda, seakan dingin.

“Pecat arsitek itu.”

Zhou Mi diam tak bergeming sama sekali. Pikirannya berkecamuk, menanyakan apa penyebab Catherine bertanya seperti itu. Tidak biasanya Catherine mencampuri urusan di perusahaannya. Sekarang untuk pertama kalinya Catherine melakukannya dan sepertinya didasari bukan oleh akal sehat melainkan kecemburuan.

“Apakah kau cemburu, Cath?” goda Zhou Mi. “Tak apa untuk cemburu, aku ini kan calon tunanganmu yang tampan.”

“Karena itulah…pecat dia. Ge Ge bilang akan melakukan apapun untukku.”

“Tidak bisa, Cath. Bukan aku tidak ingin menurutimu….hanya saja…” Zhou Mi diam sejenak. Ia bingung akan menjelaskannya bagaimana, mengingat kondisi Catherine saat ini. Bagaimanapun juga, peristiwa Catherine yang mencoba bunuh diri seminggu yang lalu, masih terekam jelas di dalam ingatannya. Zhou Mi sangat takut jika kejadian itu sampai terulang lagi.

“Hanya saja apa?” tuntut Catherine.

“Victoria adalah satu-satunya arsitek yang mengerti seluk beluk gedung itu. Jadi jika ingin memutus kontrak dengannya maka harus setelah seluruh gedung selesai.”

“Aku tidak mau tahu.”

Mendengar jawaban Catherine, Zhou Mi segera mencoba untuk duduk di atas ranjangnya. Lalu Zhou Mi memberikan tatapan tidak percaya kepada Catherine. Bagaimana bisa gadis yang tadinya baik hati, polos, dan pengertian itu, berubah menjadi sepenuntut seperti ini setelah sadar dari komanya?

Catherine beranjak berdiri dari duduknya. Ia bersiap pergi, sudah menyampirkan kembali tas kecil merahnya di bahu sebelah kanannya yang terbuka.

“Pecat dia atau aku yang akan melakukannya. Ba Ba pasti akan membantu, ia sudah memperingatkan Ge Ge, jika aku tidak salah.” Lalu Catherine keluar begitu saja dari ruang rawat Zhou Mi, meninggalkan kekasihnya dalam kebingungan dan ketidakpercayaan.

_Devil’s Man_

Catherine kembali ke apartemennya di mana seorang pemuda, sudah menunggunya di ruang tamu. Sedikit terkejut saat membuka pintu, tetapi kemudian Catherine hanya mengacuhkan pemuda itu dan berlalu menuju ke kamarnya.

“Aku memperingatkanmu, Yoan,” ucap pemuda itu tiba-tiba. Iris mata sebelah kanan pemuda itu, berubah warna menjadi keunguan dan muncul garis-garis hitam di pipi sebelah kanannya, mengikuti perubahan yang terjadi.

Catherine baru sampai di depan pintu kamarnya, baru hendak mendorong pintu kamarnya. Tetapi tidak jadi. Ucapan pemuda itu menghentikan semuanya. Memaksa Catherine kembali ke ruang tamu dengan langkah cepat, marah di setiap langkahnya.

“Apa maumu?!”

Catherine berdiri tepat di hadapan pemuda itu. Bukannya menjawab, pemuda itu malah tersenyum.

“Duduklah dulu.”

Pemuda itu menepuk sofa kosong di sampingnya.

“Tidak perlu, langsung ke intinya dan jangan berulah di rumahku.”

Sadar akan betapa keras kepalanya seorang Catherine Chen, pemuda itu tak bisa mendebat lagi. Langsung ke inti dan pergi begitu tugas selesai.

“Dia Zhou Mi sekarang….Chow Zhou Mi, bukan Pangeran Nala.” tegas pemuda itu. “Jangan sakiti dia, Yoan.”

Catherine hanya tersenyum meremehkan mendengar peringatan pemuda itu. Pemuda itu tidak pantas untuk berbicara seperti itu kepadanya. Statusnya terlalu rendah, jauh sebelum kehidupan saat ini.

“Enyahlah, Kqon! Kau hanyalah malaikat hina dan tidak berhak untuk mencampuri urusanku!” bentak Catherine tiba-tiba. Lalu Catherine berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu apartemennya untuk Kqon, pemuda aneh yang tiba-tiba sudah berada di dalam apartemennya.

Kqon tak mengatakan apapun lagi dan segera bangkit berdiri. Berjalan ke arah pintu tapi sebelum keluar, ia berhenti tepat di samping Catherine.

“Aku bukan malaikat rendahan lagi… Jika aku menemukan kau….Yoan…mengganggu Zhou Mi.” Kqon mendekatkan wajahnya ke telinga Catherine. “Kujamin kau akan kumusnahkan dengan kedua tanganku sendiri. Aku serius, sangat.”

Lalu Kqon keluar begitu saja. Catherine langsung membanting pintu apartemennya karena terlalu kesal begitu Kqon keluar. Rasanya kepalanya akan meledak karena tersulut emosi.

Apa lagi yang harus dilakukannya? Rasa cintanya terhadap seseorang yang tadi dibicarakannya dengan Kqon terlalu besar. Bahkan setelah dirinya terlahir kembali di dalam tubuh seorang gadis lain. Rasa cinta ini tidak mungkin mati begitu saja. Harus ada yang mematikannya. Tetapi Yoan atau Catherine, tidak mungkin membiarkan rasa itu mati begitu saja. Tidak sebelum berusaha untuk mempertahannya sekuat mungkin meski harus melukainya. Karena mereka berdua sama-sama ingin membelenggu Zhou Mi.

_Devil’s Man_

Pertunangan antara Zhou Mi dan Catherine memang sempat dibatalkan karena kecelakaan yang menimpa Zhou Mi, 4 hari yang lalu. Tetapi malam ini, pertunangan itu dilaksanakan dengan begitu mewah dan gemerlap. Catherine mengenakan pakaian hitam gemerlap dengan rambut berwarna merah tuanya yang ia sanggul ke atas untuk hari pertunangannya. Sementara Zhou Mi mengenakan setelan tuxedo berwarna hitam, senada dengan gaun selutut Catherine.

Zhou Mi sedang sibuk mengobrol dengan Tuan Uhm, salah satu relasi bisnis ayahnya. Ia tidak sadar sedari tadi ada yang mengawasinya dari pojok ruangan sebelah kanan. Tepatnya di belakang meja yang diisi menara gelas berleher panjang berisi wine.

Orang yang sedari tadi memperhatikan Zhou Mi, akhirnya memutuskan untuk menghampirinya. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Victoria Song. Yup, si arsitek yang diselamatkan oleh Zhou Mi dan jatuh hati kepadanya begitu saja.

“Selamat untuk pertunangan Anda, Tuan Chow,” ucap Victoria dari belakang Zhou Mi.

Zhou Mi segera berbalik sambil tersenyum sementara Tuan Uhm pergi menghampiri tamu yang lain. Memang benar, setelah kecelakaan itu, Zhou Mi masih tetap mempertahankan Victoria. Ia hanya berjanji kepada mertuanya juga Catherine untuk tidak terlalu dekat dengan Victoria selama bekerja. Mereka hanya boleh menjalin hubungan berlandaskan profesionalitas.

“Aku tidak menyangka kau akan datang, Xie-xie.”

“Bu ke qi.” jawab Victoria, tersipu.

“Kau terlihat tampan hari ini, Tuan Chow.”

“Xie-xie…kau juga terlihat cantik.”

Zhou Mi terlarut dengan pembicaraannya bersama Victoria. Ia bahkan tidak menyadari bahwa sedaritadi kedua mata Catherine sudah menatap Victoria, tajam. Layaknya seekor elang yang sedang mengawasi mangsanya.

Catherine tidak bisa menahan emosinya lagi. Chow Zhou Mi hanya miliknya seorang, mulai saat ini. Victoria Song, gadis busuk itu…tidak pantas untuk bersanding dengan Zhou Mi.

Jadi Catherine menghampiri kedua orang yang masih asyik mengobrol itu. Kedua tangannya membawa 2 gelas wine, bermaksud untuk memberikan salah satunya untuk tunangannya sementara yang satunya lagi untuknya. Terserah, akan diminum atau tidak nantinya.

“Apa aku mengganggu?” tanya Catherine tiba-tiba di antara Victoria dan Zhou Mi yang sibuk membicarakan gedung yang sedang disempurnakan Victoria.

“Tidak sama sekali.” jawab Zhou Mi, langsung.

Catherine memberikan salah satu gelas di tangannya kepada Zhou Mi, sesuai dengan rencananya. Gelas yang satunya masih berada di genggamannya. Terisi penuh hingga 5 menit pembicaraan Zhou Mi terus berlangsung dengan Victoria, bahkan setelah keberadaannya di sana. Berani-beraninya Zhou Mi terus melemparkan senyum mempesonanya kepada Victoria dan mengabaikannya begitu saja.

Tiba-tiba, terlintas akal busuk di dalam pikiran Catherine. Ia harus menyingkirkan Victoria secepatnya. Bagaimana caranya tersenyum kepada Zhou Mi, sudah benar-benar membuatnya muak.

Jadi, Catherine meneguk habis winenya sambil melirik ke sana kemari. Ia memperhatikan sambil masih meneguk minumannya, seorang pelayan dengan 8 gelas di atas baki di atas salah satu tangannya, sedang berjalan di belakang Victoria.

Entah ada apa, tanpa kesadaran si pelayan tadi, begitu wine di gelas Catherine habis, tiba-tiba pelayan itu seakan hilang keseimbangan dan tak sengaja menumpahkan seluruh wine yang dibawanya, tepat di punggung Victoria. Padahal awalnya pelayan itu berjalan normal. Entah mengapa ia tiba-tiba sempoyongan.

Pandangan seluruh tamu teralihkan kepada Victoria yang menjadi korban, Zhou Mi dan Catherine yang menjadi saksi langsung. Victoria menggigit bibir bawahnya, menahan malu sementara pelayan yang tak sengaja menumpahkan wine kepadanya, tak henti-hentinya meminta maaf. Ia pasti takut kehilangan pekerjaannya.

“Nona Song, kau tidak apa-apa?”

Victoria hanya menggeleng lemah.

“Kurasa aku harus pulang, sekarang.” Lalu Victoria berlalu dari hadapan Zhou Mi dan Catherine, begitu saja. Tetapi seluruh pandangan tamu tetap menyorot ke arahnya, seakan menghakimi.

Zhou Mi tak tega membiarkan Victoria pergi dalam keadaan memalukan seperti itu. Tidak jika kejadiannnya tepat terjadi di hadapannya. Jadi Zhou Mi berniat untuk pergi menyusul Victoria. Setidaknya biarkan ia mengantarnya pulang. Tetapi tiba-tiba Catherine menahan lengan Zhou Mi.

“Kau urus saja kekacauan di sini. Biarkan gadis itu sendirian atau Ba Ba pasti akan memarahimu.” ancam Catherine. Lagi-lagi ia mengeluarkan ancaman yang membawa serta Tuan Chen.

“Aku tidak bisa. Kau saja yang urus di sini. Nanti aku akan menjelaskannya kepada Ba Ba.” Lalu Zhou Mi melepaskan tangan Catherine begitu saja dan pergi mengejar Victoria. Meninggalkan Catherine yang semakin kesal dan semakin kesal.

Cukup! Kau akan menyesal karena telah membuangku, sekali lagi! Batin Catherine sambil menatap tajam ke arah punggung Zhou Mi yang semakin menjauh, menembus kerumunan tamu.

_Devil’s Man_

“Nona Song! Nona Song!” panggil Zhou Mi sambil berusaha mengejar Victoria yang semakin mempercepat langkahnya.

Victoria sudah masuk ke dalam lift dan menekan-nekan tombol dengan kasar agar pintu lift sialan itu cepat menutup, tapi terlambat. Zhou Mi menahan pintu lift itu lalu ikut masuk ke dalam lift. Berdiri di samping Victoria yang sebisa mungkin menahan ekspresi di wajahnya.

Victoria tidak mau sampai Zhou Mi mengetahui perasaannya yang sebenarnya. Bagaimanapun juga Zhou Mi sudah bertunangan dengan seseorang saat ini. Terlebih dengan seorang putri pengusaha yang berkuasa di negeri ini.

“Kembalilah…aku bisa mengurus semuanya sendiri, Tuan Chow,” ucap Victoria, sedingin mungkin.

Perjalanan lift di mana mereka berada seakan begitu lambat. Hanya dari lantai 12 menuju basement tetapi rasanya seakan setahun.

“Aku akan menemanimu. Kau tanggung jawabku.” jawab Zhou Mi. Nada suaranya seperti biasa, ramah.

“Aku bukan siapa-siapa untukmu, jadi biarkan aku sendiri.”

Victoria mulai terbawa emosi. Tanpa sengaja ia menoleh ke samping kirinya dan menemukan sepasang mata Zhou Mi menatap tajam ke arahnya. Tatapan yang cukup mengerikan tetapi membuat hati Victoria bergetar.

“Ini pestaku dan kau celaka di dalamnya. Jadi bisa dibilang, kau, Nona Song, adalah tanggung jawabku.”

“Tapi aku membawa mobil,” ucap Victoria, mencoba mencari alasan.

“Aku akan menyuruh orangku mengantarkan mobilmu ke tempat tinggalmu. Tidak ada alasan.”

TING!

Selesainya kalimat itu dari bibir Zhou Mi, pintu lift terbuka dan Zhou Mi segera menarik salah satu tangan Victoria. Sekedar memastikan bahwa Victoria mengikutinya bukan melarikan diri begitu saja. Niat Zhou Mi baik, hanya menolong relasi bisnisnya, tidak lebih.

Sesampainya di samping sebuah mobil sport berwarna merah, Zhou Mi mengeluarkan remote pengunci mobilnya dan membukakan pintu untuk Victoria. Victoria merasa sedikit sungkan tetapi Zhou Mi terus memaksanya untuk masuk dan mengantarkannya pulang.

Sekali lagi, Zhou Mi tidak menyadari ada yang mengawasinya. Mengawasinya hingga mobil sportnya melaju dengan kencang, keluar dari basement.

Bersamaan dengan melajunya mobil Zhou Mi, membelah jalanan kota Beijing yang sudah sepi saat dini hari, guntur dan kilat menyambar bersamaan. Menunjukkan kemarahan seorang iblis yang mengintainya. Mengintainya untuk terus mempertahankannya di sisinya. Meski harus ada yang terluka.

“AHHHHKKKKK!!!” teriakan itu menggema beriringan dengan kilat yang terus menampakkan diri. Memenuhi langit yang seakan akan badai saja.

To Be Continued

 Lanjut? Ayo comment sebelum aku protect ya!!!!!

6 thoughts on “Devil’s Man Part 1

  1. ini ff ceritanya soal iblis n sekutunya ya? atau soal reinkarnasi kah?? cath ternyata jelmaan iblis ya, tadinya aq pikir dia baik ga taunya… .. punya dendam di masa lalu.

  2. Bentar eon aku bingung sama alurnya, aku udah sempet baca prolognya dan menurutku ceritanya bagus. Tapi begitu sampe part ini kok agak bingung ya..

    Pertama aku bingungnya itu si catherine dari awal itu emang udah jadi jahat atau dia awalnya baik terus karna kerasukan roh dia jadi jahat??

    Atau gimana ya eon aku bingung.. Ahh molla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s