예기치 않은 사랑 (Special White Day)

Title : 예기치 않은 사랑

English Title : Unexpected Love

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance

Rating : all ages

Main Cast : Xi Lu Han (LuHan EXO-M)

Gabrielle Wang (OC)

Support Cast : Kim Min Seok (Xiumin EXO-M)

Catherine Chen (OC)

Note : Fanfic yang benar-benar ancur… Maklumi saja ya… Aku buatnya juga dadakan dan ceritanya ini benar-benar aku alami sendiri. Tapi bukan pihak yang dikirimi ya… lebih tepatnya yang usil. Ok… singkatnya cerita ini inspirasinya aku dapat dari teman sendiri, baru pagi ini. Kalau protes, langsung mention ke @almighty_rina. Protesnya kalian itu adalah bentuk koreksi untuk author…ingat ya!!!!

Jangan jadi silent readers ya!!!

 

White Day, hari yang sangat dibenci oleh Gabrielle, seorang siswi keturunan Inggris yang baru saja duduk di kelas XI. Bagaimana tidak, tahun lalu Gabrielle mendapatkan sebatang cokelat dengan sepucuk surat tanpa nama di atas mejanya. Meski tanpa nama, tetapi Gabrielle merasa sangat yakin sekali bahwa yang mengirimnya adalah sunbae yang bernama Kim Min Seok, sekretaris OSIS, yang menyiksanya saat masa orientasi siswa dulu.

Pada akhirnya, semua perlakuan tidak mengenakkan yang Gabrielle alami saat masa orientasi siswa sebelumnya, berbuah pernyataan cinta sebulan kemudian saat Valentine juga White Day. Dan pernyataan cinta itu tidak dilakukan di tempat yang sepi melainkan di tengah-tengah keramaian cafeteria. Belum lagi dengan kepopulerannya dan peristiwa itu langsung menjadi salah satu momen yang benar-benar tak terlupakan. Para guru bahkan masih sering menggodanya hingga sekarang.

Pagi ini, Gabrielle sudah menyiapkan mentalnya sejak dari rumah. Ia bersumpah pada dirinya sendiri bahwa ia akan mengembalikan apapun yang berada di atas mejanya kepada Min Seok secara langsung jika kejadian tahun lalu sampai terulang kembali. Dan benar saja, saat tiba di kelasnya, sudah ada sesuatu di atas mejanya. Sesuatu yang dibungkus kertas putih dan tanpa identitas, seperti tahun lalu.

Gabrielle mengangkat benda itu dari atas mejanya lalu menaruhnya di atas meja Catherine, temannya, yang duduk di belakangnya, sedang menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Catherine jadi terpaksa mengalihkan perhatiannya sesaat lalu memberikan tatapan bingung kepada Gabrielle.

“Siapa yang menaruh benda ini di atas mejaku?” tanya Gabrielle, sebal.

“Setidaknya mengucapkan selamat pagi atau apa kabar akan membantu, Gab.” Jawab Catherine, sinis.

Gabrielle memutuskan untuk menaruh tasnya terlebih dahulu. Lagipula perkataan Catherine tadi ada benarnya. Ia seperti polisi yang menginterogasi seorang pencuri, padahal dirinya sendiri tahu bahwa Catherine sedang sibuk.

“Ok…selamat pagi, Cath.”

Catherine memaksakan tersenyum kepada Gabrielle lalu kembali fokus dengan pekerjaan rumahnya.

“Apa kau tahu siapa yang menaruh benda itu, di atas mejaku?”

“Min Seok, seperti tahun lalu.” Jawab Catherine tanpa melihat ke arah Gabrielle.

“Apa kau melihatnya sendiri?”

Catherine menggeleng sambil tetap menulis. Dalam hati sebenarnya ia ingin menggoda Gabrielle, tapi pekerjaan rumahnya masih menumpuk dan harus selesai sebelum bel tanda masuk dibunyikan atau ia akan berurusan dengan seorang nenek sihir nantinya. Maksudnya guru yang mengajar di jam pelajaran pertama di mana tugas itu harus dikumpulkan.

Tiba-tiba Gabrielle bangkit berdiri sambil mengambil benda tadi dari atas meja Catherine. Lagi-lagi, tingkah Gabrielle memaksa Catherine mengalihkan perhatiannya sejenak.

“Kau mau apa?” tanya Catherine, bingung.

“Mengembalikan ini.”

Lalu Gabrielle berlalu begitu saja. Sebelum ia benar-benar keluar kelas seorang diri, Catherine ternyata mengikutinya. Catherine juga ingin memastikan siapa yang menaruh benda itu di atas meja temannya. Lagipula kalau benar Min Seok yang menaruh benda itu di atas meja Gabrielle, maka tidak ada salahnya melihat orang itu sekali-kali dipermalukan di depan umum. Oh, tentu saja…dengan dikembalikannya benda itu, maka Catherine berani menjamin Min Seok akan malu sekali. Dan benar, Catherine juga dendam terhadap Min Seok karena masalah saat orientasi siswa dulu.

Gabrielle diikuti Catherine yang berusaha menyamakan langkahnya, menuju ke kelas XII-2, kelas Min Seok dan anggota ganknya yang usil. Gabrielle yang sudah terlalu kesal, masuk begitu saja tanpa mempedulikan perhatian para murid kelas XII-2 lainnya dengan Catherine yang mengekor di belakangnya. Langsung menghampiri meja di mana Min Seok berada, sedang tertidur sambil menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan di atas meja.

“Sunbae!” panggil Gabrielle.

Suaranya terdengar terlalu keras padahal ia sendiri sadar sedang berbicara dengan orang yang lebih tua. Lagipula tidak perlu sekeras itu jika orang yang kau ajak bicara benar-benar berada di hadapanmu.

Dengan malas dan masih mengumpulkan kesadarannya, Min Seok mengangkat kepalanya perlahan. Sontak saja kedua matanya langsung terbuka lebar begitu mengetahui yang baru saja membangunkannya adalah Gabrielle, hoobae yang ditaksirnya sejak masa orientasi siswa.

“Apa maksudnya ini?”

Gabrielle menyodorkan benda yang dibawanya kepada Min Seok dan Min Seok hanya menatapnya dengan tatapan bingung. Belum menjawab, masih berpikir mengenai maksud pertanyaan Gabrielle.

“Kenapa sunbae selalu menggangguku? Apa tidak cukup jelas apa yang kukatakan tahun lalu?!”

“Maksudmu?”

Min Seok benar-benar jujur saat ini. Ia benar-benar bingung dan Gabrielle sepertinya terlalu emosi saat ini. Alasan apapun yang diberikan Min Seok pasti tidak akan mudah diterima Gabrielle.

“Aku tidak menyukai sunbae! Jangan ganggu aku dan carilah gadis lain!” bentak Gabrielle, kesal.

Di mata Gabrielle, saat ini Min Seok seperti sedang bersandiwara. Dia pikir dirinya bodoh sampai tidak tahu siapa yang mengirimkan benda tolol tanpa identitas seperti itu.

Min Seok tidak tahan dipojokkan tanpa alasan yang jelas seperti ini. Tiba-tiba ia bangkit berdiri dan segera menarik Gabrielle keluar kelas. Catherine mengikuti kepergian kedua orang itu, begitu juga Xi Lu Han, salah seorang anggota gank Min Seok yang daritadi memperhatikan.

_예기치 않은 사랑_

“Apa maksudmu mempermalukanku di kelas tadi? Memangnya aku melakukan apa?” tanya Min Seok kesal begitu mereka sampai di atap sekolah.

“Ini!” bentak Gabrielle sambil kembali menyodorkan benda yang ditemukannya pagi tadi.

Dengan terpaksa, Min Seok mengambil benda itu dan memeriksanya. Bingung, tetap bingung….Min Seok tidak paham sama sekali ke mana sebenarnya arah pembicaraan ini.

“Sunbae yang memberikan ini untukku, bukan?”

Min Seok menggeleng, masih bingung sebenarnya.

“Tidak perlu ditutupi…aku…”

“Aku yang memberikannya.” Sela Lu Han tiba-tiba. Ia baru tiba di atap bersama dengan Catherine, berjalan di belakangnya.

Baik Gabrielle maupun Min Seok sama-sama menatap bingung kepada Lu Han. Apa yang sebenarnya anak ini bicarakan, batin Min Seok. Sementara jantung Gabrielle mulai berdetak tidak karuan karena tiba-tiba saja Lu Han mengatakan hal seperti itu di hadapan Min Seok dan Catherine.

Lu Han adalah sunbae yang Gabrielle sukai sejak pertama kali bertemu. Ia juga anggota OSIS, dulu bagian tata tertib tapi pendiam. Terlihat sangat keren di mata Gabrielle, bahkan hingga saat ini.

“Apa maksudmu?” tanya Min Seok, bingung. Sekarang kebingungannya bertambah, bukan saja karena Gabrielle, tapi juga karena ucapan sahabatnya itu.

“Bisa tinggalkan kami sebentar?”

Min Seok tidak bertanya lagi. Setelah mengangguk, ia pergi turun ke bawah bersama Catherine. Mungkin Min Seok yang cerewet jadi tidak banyak berbicara karena otaknya masih tertinggal di kelas atau entahlah.

Lama baik Lu Han maupun Gabrielle sama-sama terdiam. Gabrielle gugup, begitu juga Lu Han. Gabrielle takut akan apa yang Lu Han akan bicarakan sementara Lu Han bingung ingin mulai dari mana.

“Sunbae… apa maksud sunbae tadi? Apakah hanya untuk membuatku melupakan apa yang dilakukan Min Seok Sunbae? Apa ini bentuk pengalih perhatian?” tanya Gabrielle, tidak sabar juga gugup.

Lu Han tidak menjawab apapun. Ia malah sibuk memainkan kedua tangannya. Melihat ke atas sejenak, entah apa yang dilihat.

“Sunbae…” desak Gabrielle lagi.

“Aku menyukaimu, Gabrielle Wang. Aku menyukaimu begitu kita bertemu saat masa orientasi siswa dulu.”

_예기치 않은 사랑_

Malam harinya, Catherine yang penasaran akan apa yang terjadi setelah Lu Han sunbae mengusirnya, memutuskan untuk menghubungi Gabrielle. Padahal seharusnya ia sedang belajar untuk ulangan Biologi esok hari. Tapi tidak ada salahnya bergosip sebentar, bukan?

Belum sempat Catherine sekedar berbasa-basi atau setidaknya mengucapkan “Halo!”, Gabrielle sudah mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan.

“Lu Han sunbae memintaku menjadi yeojachingunya dan aku menerimanya!”

The End

3 thoughts on “예기치 않은 사랑 (Special White Day)

  1. Kenapa gak dibuat chap nya thor, pasti lebih seru dengan konflik.. Tapi apapun itu, aku menikmati critanya thor.. Fighting buat nulis terus ya.. Dtunggu post2 berikutnya.. Khamsahamnida..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s