Devil’s Man (Prolog)

Title : Devil’s Man (Prolog)

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance, fantasy, sad

Rating : PG-13

Main Cast : Chow Zhou Mi (Super Junior M)

Catherine Chen (OC)

Support Cast : not yet

Note : Maaf kalau ada sesuatu di dalam ceritanya yang tidak berkenan. Jika ada keluhan atau apapun, kontak author via Twitter (@almighty_rina) atau Facebook (Catharina Griselda).

Fanfic ini juga akan dipost di wp pribadiku https://kloversfamilies.wordpress.com

Jangan jadi silent readers ya!!!

Zhou Mi sedang sibuk berkutat dengan laptopnya, mengurus urusan perusahaannya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Sebenarnya ia mengantuk, hanya saja pekerjaan ini tidak bisa ditunda lagi, menurutnya. Tujuan utamanya hanya satu, membuat sang presdir yang merupakan ayahnya sendiri, bangga kepadanya.

Sejak masih kanak-kanak, hanya berusaha dan terus berusaha yang bisa dilakukan oleh Zhou Mi agar mendapatkan perhatian yang sama seperti yang diterima oleh Kakak laki-lakinya, dari kedua orang tuanya.  Miris memang, saat kau mengetahui bahwa kelahiranmu ke dunia ini, sama sekali tidak diinginkan oleh kedua orang tuamu. Mereka baru bisa menganggap Zhou Mi ada, setelah dirinya memenangi beberapa olimpiade di bidang fisika juga komputer. Tapi tetap saja belum cukup, apalagi setelah kakaknya berhasil memajukan perusahaan cabang Inggris begitu lulus dari kuliah business management nya dari salah satu universitas ternama di Inggris.

Selalu Chow Zeng Cun, tak pernah ada Chow Zhou Mi.

_Devil’s Man_

Entah sudah ke berapa kalinya ponsel milik Zhou Mi bergetar dan Zhou Mi tetap mengabaikannya begitu saja. Padahal, orang yang menghubunginya daritadi tak lain dan tak bukan adalah kekasihnya sendiri, Catherine Chen. Mereka sudah menjalin kasih selama 5 tahun, hasil dari perjodohan yang diterima Zhou Mi begitu saja demi kasih sayang orang tuanya. Tak disangka-sangka, sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya, Zhou Mi sangat mencintai Catherine. Ia hanya terlalu keras berusaha untuk merebut perhatian kedua orang tuanya sampai-sampai melupakan Catherine.

Tunggulah sebentar lagi, batin Zhou Mi.

Sudah pukul 5 pagi dan akhirnya pembukuan divisinya, selesai juga. Zhou Mi segera meregangkan otot-ototnya yang terasa sangat pegal karena bekerja semalaman tanpa tidur sedikit pun.

Baru Zhou Mi akan memeriksa ponselnya dan menghubungi Catherine kembali, tiba-tiba sudah ada panggilan masuk. Kali ini panggilan bukan berasal dari nomor Catherine lagi, melainkan dari nomor calon mertuanya, Tuan Chen.

Belum sempat Zhou Mi sekedar berbasa basi, menyapa calon mertuanya, Tuan Chen tiba-tiba sudah membuka suara lebih dulu. Suara seraknya terdengar begitu panik belum lagi dengan suara-suara di belakangnya yang terdengar begitu bising di telinga Zhou Mi.

“Cepatlah ke rumah… Catherine ditemukan tak sadarkan diri di kamarnya, pagi ini.”

_Devil’s Man_

Zhou Mi memacu mobil sportnya secepat yang ia bisa. Ia bahkan tidak mempedulikan lampu lalu lintas yang memerintahkannya untuk berhenti dan dengan bodohnya melarikan diri dari polisi yang berusaha menghentikan mobilnya. Apapun demi cepat sampai ke rumah Catherine dan melihat keadaannya. Mungkin, saat ia sampai nanti adalah saat terakhir melihat Catherine masih bernapas meski lemah. Dugaan yang muncul karena suara Tuan Chen yang terdengar begitu panik.

Sesampainya di kediaman Catherine, pintu rumahnya sudah terbuka lebar dengan 2 orang pelayan yang menunggu. Menunggu kedatangan Zhou Mi lalu langsung menutup pintu itu rapat-rapat. Zhou Mi sudah tidak perlu diantar lagi untuk menemukan kamar Catherine. Ia sudah tahu letak kamarnya, di luar kepala malah.

Suasana di dalam kamar Catherine sunyi sekali. Hanya ada Nyonya Wang yang duduk di sebelah ranjang di mana putri semata wayangnya terbaring tak sadarkan diri, sambil menggenggam tangan kanannya erat-erat. Tuan Chen berdiri di belakang Nyonya Wang, menaruh salah satu tangannya di atas bahu istrinya sambil meremasnya pelan untuk memberikan sedikit kekuatan. Sementara itu, Dokter Liem dan seorang perawat, sibuk memeriksa kondisi Catherine yang tampaknya tidak baik.

Zhou Mi hanya bisa terpaku di ambang pintu. Membiarkan tak seorang pun di ruangan itu mengetahui keberadaannya. Menunggu dengan cemas, vonis yang akan dikeluarkan Dokter Liem mengenai kondisi Catherine.

Dokter Liem selesai memeriksa Catherine dan hanya bisa menghembuskan napasnya, pasrah. Ketika ia berbalik, ia baru mengetahui bahwa Zhou Mi berada di ambang pintu dan mengisyaratkannya untuk segera masuk ke dalam lalu ikut mendengarkan vonis yang akan dijatuhkannya.

Zhou Mi berdiri di sebelah Tuan Chen lalu segera meminta Dokter Liem untuk segera memberitahu kondisi Catherine. Hatinya memang tidak siap, tapi rasa penasarannya juga begitu besar.

“Kita hanya bisa menunggu,” ucap Dokter Liem, pasrah.

“Maksud Anda?” tanya Tuan Chen dengan nada tidak terima sementara Nyonya Wang tiba-tiba menangis lebih kencang.

“Biarkan nona melewati malamnya, untuk hari ini. Jika malam ini nona belum memberikan respon apapun, maka tak ada gunanya lagi mempertahankannya.”

_Devil’s Man_

Tuan Chen benar-benar marah dengan kenyataan yang menimpa Catherine. Ia tidak bisa berhenti membentak Zhou Mi. Menyalahkannya karena telah berani menyia-nyiakan putrinya yang begitu mencintainya dengan tulus sementara dirinya tidak pernah perhatian sama sekali terhadap Catherine. Catherine sampai tak sadarkan diri pagi ini karena menegak sebotol racun mematikan. Alasannya begitu nekad hanya satu, Catherine tidak bisa lagi meneruskan hubungannya dengan Zhou Mi jika hanya dilandasi cinta sepihak mengingat mereka yang akan segera bertunangan, lusa. Catherine takut untuk menyampaikan kekecewaannya kepada kedua orang tuanya dan ia juga takut untuk meminta kejelasan dari Zhou Mi. Jadi yang bisa dilakukan Catherine hanya mencoba bunuh diri sambil meninggalkan sehelai surat, curahan kekesalannya untuk semua orang yang disayanginya.

“Jika Catherine bisa melewati malam ini, aku ingin kau pergi dari hidupnya untuk selama-lamanya!” bentak Tuan Chen lalu pergi meninggalkan Zhou Mi di ruang keluarga, diikuti Nyonya Wang yang berada di dalam pelukannya dan tidak bisa berhenti menangis. Mungkin mereka akan pergi beristirahat sebentar.

Ini adalah saat-saat terakhir bagi Zhou Mi untuk bisa bersama dengan Catherine. Jadi ketika kedua orang tuanya tidak menjaganya, Zhou Mi memutuskan untuk berada di sampingnya. Menggenggam tangan Catherine dengan erat dan mencium punggung tangannya beberapa kali.

“Bangunlah, Cath… Kumohon bangunlah,” ucap Zhou Mi yang tanpa sadar sudah meneteskan air mata, begitu saja. “Jika kau bangun, maka apapun yang kau minta…akan Ge Ge kabulkan. Bahkan jika kau memintaku untuk pergi menjauh… Ge Ge akan dengan senang hati mengabulkannya.”

“Bangunlah, Cath.”

Zhou Mi tidak sadar bahwa bibir Catherine sedikit membentuk seulas senyuman. Bukan senyum tulus seperti yang biasa diberikannya untuk Zhou Mi, melainkan senyum tipis penuh kemenangan.

To Be Continued

2 thoughts on “Devil’s Man (Prolog)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s