The Forgotten One Part 2

Title : The Forgotten One (Part 2)

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance, marriage life, sad

Rating : PG-13

Main Cast : Kim Jeon Myeon (Suho EXO-K)

Hwang Seul Mi (OC)

No Min Woo (ex – TRAX)

Support Cast : Choi Seung Hyun (T.O.P BigBang)

Note : Cerita pertamaku tentang marriage life, jadi maaf kalau ada sesuatu di dalam ceritanya yang tidak berkenan. Author juga akan memastikan bahwa akhir dari fanfic ini happy ending karena mengingat teman author yang selalu protes mengenai fanfic author yang lain yang katanya sad ending.

Jika ada keluhan atau apapun, kontak author via Twitter (@almighty_rina) atau Facebook (Catharina Griselda).

Fanfic ini juga akan dipost di wp pribadiku https://kloversfamilies.wordpress.com

Jangan jadi silent readers ya!!!

 

Bel tanda pelajaran di hari Rabu yang melelahkan itu, telah usai. Tidak seperti murid lainnya yang membereskan tasnya, Seul Mi segera berlari keluar, menyusul Seung Hyun.

“Seungie…aku ingin bicara denganmu,” ucap Seul Mi sambil berusaha menyamai langkah kaki Seung Hyun yang lebar.

“Tentang apa? Aku ada rapat guru, saat ini.”

“Kalau begitu, kita bicarakan di rumah?”

Seung Hyun menghentikan langkahnya lalu menatap bingung kepada Seul Mi. Rumah? Rumah yang mana yang dimaksud? Apakah rumahnya atau apartemennya dengan Jeon Myeon?

“Rumah Eomma…aku ingin menanyakan kenapa aku bisa menikah…”

“Dengan Jeon Myeon?” sela Seung Hyun sambil memberikan tatapan sinis kepada Seul Mi. “Itulah mengapa aku memberikanmu alat perekam, aunty. Aku tidak ingin kau terus melupakan hal penting seperti saat ini.”

Seung Hyun segera pergi sebelum Seul Mi menanyakan hal-hal lain kepadanya. Bagaimanapun juga, Seung Hyun tahu apa saja yang akan dilupakan oleh Seul Mi. Seul Mi hanya akan lupa terhadap suatu kejadian yang sangat menyakitinya tetapi ia tidak akan melupakan kejadian sebelumnya ataupun sesudahnya. Ia akan mengingat semuanya dengan baik kecuali peristiwa menyakitkan yang menimpanya, seperti pernikahannya dengan Jeon Myeon.

Seul Mi sadar akan sesuatu. Kalau hari ini Seung Hyun ada rapat, lalu ia pulang dengan siapa? Tidak mungkin dengan Jeon Myeon dan kembali menaiki motor yang dikemudikan dengan ugal-ugalan. Jadi Seul Mi segera berlari menyusul Seung Hyun dan jawaban yang didapatnya benar-benar di luar perkiraannya. Ikutlah dengan Jeon Myeon, itu jawaban mutlak dari Seung Hyun lalu ia benar-benar pergi begitu saja. Menghilang bersama lautan murid kelas XI yang bubar bersamaan dari kelas masing-masing.

_The Forgotten One_

Jeon Myeon sedang asyik bertanding basket di lapangan indoor di lantai teratas dengan Jong In, saat tiba-tiba seseorang membuka pintu lapangan dari luar lalu menutupnya kembali dengan bantingan yang sangat keras.  Seorang pemuda berambut kuning madu yang tidak bisa berhenti menggerutu sesaat setelah membanting pintu di belakangnya. Wajahnya imut, tapi emosinya sedang benar-benar di puncak sepertinya, saat ini.

Jong In menghentikan permainan driblenya dan melemparkan bola basket di tangannya, asal, ke arah Jeon Myeon. Jeon Myeon tidak begitu sigap, jadi bola basket itu menggelinding begitu saja. Konsentrasi Jeon Myeon dan Jong In sama-sama pecah karena sahabat mereka yang baru saja masuk dan sekarang duduk bersila di lantai yang tak jauh dari pintu yang dibantingnya, masih menggerutu.

“Hyung, apa yang terjadi denganmu?” tanya Jong In sesaat setelah ia duduk di samping Lu Han yang sibuk menggerutu. Jong In duduk merapat dengan Lu Han, seakan ia seekor anak kucing yang ingin dibelai oleh tuannya.

“Menjauhlah. Aku sedang kesal,” ucap Lu Han, dingin.

Saat ini sudah jam pulang, jadi tak ada salahnya untuk diam lebih lama di lapangan indoor ini dan mendengarkan keluh kesah Lu Han yang pasti akan sangat panjang mengingat dirinya yang jarang marah seperti saat ini. Jadi, sama seperti Jong In, Jeon Myeon memilih duduk di sebelah kiri Lu Han yang masih bebas. Sedikit menjaga jarak jikalau sampai Lu Han memukul udara dan tak sengaja mengenainya karena terlalu kesal. Lagipula, Jeon Myeon juga sengaja memilih untuk tidak pulang ke apartemennya tepat waktu mengingat kekesalan terpendamnya akan Seul Mi yang seakan hanya melupakan tentang dirinya. Tak peduli apakah Jeon Myeon melakukan hal baik kepadanya ataupun hal sedikit jahil kepada gadis polos itu. Ayolah…mereka sudah menikah selama 2 bulan dan sepertinya hanya Jeon Myeon yang sepenuhnya sadar akan hal itu, termasuk kelima sahabat terbaiknya yang hadir saat mereka menikah.

“Ada apa denganmu, Lu? Jangan menggerutu seperti seorang gadis yang baru saja kehilangan barbie-nya.”

Lu Han memberikan tatapan maut kepada Jeon Myeon. Bagaimana bisa sahabatnya sendiri menghinanya di saat emosinya sedang berada di puncak seperti ini.

Jong In sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak tetapi ia masih bisa menahannya meski menimbulkan keanehan di wajahnya. Sudah cukup sekali saja tertawa membawa petaka untuknya.

Waktu itu Jeon Myeon melontarkan sindiran pedas kepada Yi Fan, sahabat mereka yang paling pemarah. Sindiran itu dilontarkan Jeon Myeon begitu saja, sesaat setelah Yi Fan tidak berhasil mengajak seorang gadis yang lebih tua seangkatan dari mereka untuk pergi berkencan dengannya. Padahal waktu itu, Yi Fan merasa percaya diri sekali bahwa sunbaenya akan menerima ajakannya. Tetapi salah besar, ternyata gadis itu sudah memiliki seorang namjachingu dan waktu itu namjachingunya menjabat sebagai kapten tim basket di mana dirinya dan Chan Yeol bergabung sebagai anggota.

Jong In tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa waktu itu. Alhasil, Yi Fan menyiramnya dengan jus melon yang mengotori seluruh seragamnya dan baunya tidak bisa hilang selama 3 hari. Belum lagi omelan dari ibunya karena seragamnya yang harus dicuci berulang kali untuk menghilangkan baunya. Benar-benar saat yang memuakkan, terjadi hanya karena tertawa.

Lu Han menghembuskan napasnya kasar lalu mengacak rambutnya begitu saja. Biasanya, Lu Han akan selalu membiarkan rambutnya tertata rapi seperti pagi hari saat ia datang ke sekolah karena yeojachingunya, Xiao Ge, memintanya untuk tetap berpenampilan rapi selama di areal sekolah. Xiao Ge sangat membenci penampilan urak-urakkan dan kemungkin akan memutus hubungan mereka jika melihat keadaan Lu Han saat ini. Yup, berantakan seperti preman. Kancing blazer seragamnya yang terbuka semua ditambah kemeja putihnya yang keluar sebelah juga dasi biru mudanya yang hanya melingkari lehernya, asal.

“Benahi penampilanmu. Bagaimana jika Xiao Ge sampai melihat penampilanmu?” tanya Jeon Myeon, sinis.

“Biar dia melihat aku yang sebenarnya.”

Baik Jong In maupun Jeon Myeon sama-sama kaget dengan jawaban Lu Han yang dingin.

“Biar dia tahu siapa aku yang sebenarnya dan seberapa banyak aku berubah untuknya. Bisanya hanya memikirkan ajeossi sialan itu….selalu dia.” keluh Lu Han. Ok…ia terdengar seperti seorang gadis kecil, saat ini.

“Ajeossi?” Jong In benar-benar tidak mengerti dengan maksud Lu Han. Terlalu ambigu atau mungkin otaknya terlalu sempit sebagai anak IPS yang duduk di kelas XI-F, kelas yang diasingkan para guru karena dirinya yang mengacau bahkan sangat mengacau.

“Ya…No Min Woo, guru bahasa Jepang kita.”

Tawa Jeon Myeon pecah seketika. Bagaimana bisa No Min Woo yang bertampang luar biasa muda itu, dipanggil ajeossi? Lu Han pasti sudah benar-benar dibakar api cemburu saat ini karena hampir semua siswa cemburu dengan Pak No yang dikagumi para siswi, tidak terkecuali Xiao Ge, sepertinya. Setidaknya, untuk saat ini, Jeon Myeon belum merasakan cemburu apapun kepada Pak No. Belum…karena ia tidak tahu apapun.

_The Forgotten One_

Seul Mi masih setia menunggu di samping mobil sedan keponakannya. Bagaimanapun juga, ia memilih pulang dengan Seung Hyun dan tidur di kamarnya sendiri, bukan dengan seorang namja pervert yang mengaku sudah menikahinya, Jeon Myeon.

“Seul Mi!” panggil Pak No dari seberang, menyadarkan Seul Mi dari lamunannya di samping mobil Seung Hyun.

“Pak No…” jawab Seul Mi lalu tersenyum. Senyumnya benar-benar manis, tidak seimbang dengan jantungnya yang berdebar tidak karuan.

Pak No segera menghampiri tempat di mana Seul Mi berdiri. Sama seperti murid kesayangannya, ia juga tersenyum manis kepada Seul Mi.

“Kau belum pulang? Pelajaran sudah berakhir 3 jam yang lalu, bukan?”

“Ne… Aku hanya menunggu Seung…Maksudku Pak Choi untuk pulang bersama.”

Bodoh, Seul Mi baru saja memanggil nama gurunya sendiri di hadapan rekan kerjanya. Tapi tak apa, Pak No juga sudah mengetahui dengan jelas status Seung Hyun dan Seul Mi.

“Kalau begitu, aku akan menemanimu sambil menunggunya.”

Seul Mi hanya tersenyum kecil mendengar balasan Pak No. Jantungnya berdebar makin tak karuan. Persetan dengan statusnya dan Jeon Myeon. Lagipula ia juga tidak mengingat pernah menikah dengan Jeon Myeon.

“Pasti sulit untuk memiliki keponakan yang ternyata guru di sekolahmu.”

“Ah…justru aku malah senang.” balas Seul Mi, begitu saja.

“Kau beruntung karena kau cerdas, jadi tidak akan dimarahi di depan kelas oleh keponakan sendiri.”

Pak No mengucapkannya seakan dirinya sendiri yang mengalami hal itu. Tertangkap jelas dari nada bicaranya, menggoda Seul Mi untuk mencaritahu lebih lanjut.

“Jangan-jangan, Pak No yang mengalami hal seperti itu, bukan?” goda Seul Mi.

“Ah, tidak.” balas Pak No, cepat sambil menggosok tengkuknya, tiba-tiba. Ia pasti gugup saat ini. Aibnya baru ketahuan oleh muridnya sendiri.

“Mengaku saja, Pak No.”

Seul Mi terus menggoda Pak No sambil tertawa terbahak-bahak sementara Pak No sendiri hanya bisa bertingkah aneh untuk menutupi kebenaran. Mereka berdua sama-sama tidak tahu karena asyik sendiri dengan kesibukkan masing-masing, seseorang mengawasi mereka dari jendela lantai 2, kelas XI-C IPA. Tangannya mengepal kuat menyaksikan bagaimana Seul Mi terlihat begitu bahagia di samping Pak No.

 To Be Continued

Lanjut? Ayo coment atau nanti aku protect!!!

12 thoughts on “The Forgotten One Part 2

  1. Pertanyaan ttg ingatan SeulMi dah terjawab d part ini .
    Jadi SeulMi akan melupakan kenangan yang menyakitkan, artinya pernikahan dengan Joon Myun adalah salah satu dari kenangan buruk yang bikin dia lupa .
    Nahhhhh, pertanyaan baru dari aku adalah Guru Choi adalah keponakan SeulMi..? :O
    Dalam kepala ku berarti, SeulMi anak bungsu d keluarga nya :O
    Punya ponakan yang dah besar banget jadi inget temen yang posisinya persis kek SeulMi .
    Bedanya, ponakan dia jadi dosen pas kami kuliah😄
    Hahahahaha…
    Semakin menarik😀
    d akhir yang ngintip dari lantai dua itu Joon Myun ya~~~😀
    Ayo ngaku aja chagiya~
    Kamu selingkuh d belakangku -_-
    Tapi aku akan tetap baca ini .
    Mari k part selanjutnya🙂

  2. Junmyeon mah kayaknya bukan hanya usil, tp jg ada sesuatu dibalik keusilannya, sebut saja diam” suka Seulmi, mungkin (?)😛
    Pak No, oh pak No~ Kalau ada guru macam ini, gmn engga bikin potek para haksaeng berjenis namja hakshaks
    Lucu bgt, kalau punya keponakan yg lbh tua, n merupakan guru sendiri~

  3. No Min Woo?? Ahjeossi?? Kkkkkk~ Cowok super cute *ups dipanggil paman?? Ada” aja My Bebeh Luhan.. Next jangan lama”🙂 n jangan diprotect😮 coz, klu diprotect pas mau baca ribet😀

  4. Kenapa kok Suho sama Seul Mi menikah saat SMA? :/Yahhaaha, Pak No?? Nama panggilannya kaya org Ina😀

    Lanjut.. Lanjut.. Thor..

  5. aku masih bingung knp seul mi tiba” bisa lupa ingatan gitu y??? trus luhan juga knp tiba” marah??? hemb,,, next thor,,,
    oh y follow twitter aq ya @ernaimut3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s