Revenge (Part 1)

Tittle: Revenge (Part 1)

Author: Catharina Griselda

Genre: psychology,criminal

Length: two shoot

Rating: general

Main Cast: Jessica Oh (fic)

                     Kim Min Seok (Xiumin EXO-M)

                     Kim Woo Bin (actor)

Suport Cast: Kim Nam Gil (actor)

                         Ursulla Oh (fic)

Note: Ini fanfic ku yang kedua setelah Please,I Still Love You.Menurut saya masih banyak kekurangan dalam segi bahasa dan alur cerita yang terlalu cepat,tapi terserah pada penilaian pembaca.Maaf juga kalau ada typo……

Fanfic pertamaku yang mengenai EXO…jadi mohon dukungannya.Kalau mau protes atau apa,bisa langsung mention ke @almighty_rina.Kunjungi wordpress aku juga ya….https://kloversfamilies.wordpress.com

Special Thanks: Jessica Octaviora Vitara,teman sebangkuku yang menjadi inspirasi cerita sekaligus main cast.Selamat,Sica Halmonie!!!!!

Prolog

Hari itu merupakan hari terkelam bagiku.Nuidongsaeng yang sangat kujaga dan satu-satunya keluarga yang tersisa,tiba-tiba pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya.

Semua itu terjadi karena sifat memaksakan kehendaknya dan namjachingunya yang tidak bertanggung jawab.Harusnya,hari itu,pemuda itu yang meninggal,bukan nuidongsaengku.Tapi sayang,orang yang menyelamatkan mereka,bukanlah orang yang tepat.

Pemuda berusia 17 tahun itu tetap hidup hingga sekarang,sedangkan yeojachingunya,16 tahun,meninggal hari itu.Aku bersumpah demi apapun,aku akan membalas dendam.

Jessica’s Pov

TOK…TOK…TOK…

“Masuk!”ucapku tanpa sedikitpun mengalihkan pandanganku dari buku ensiklopedia yang sedang kubaca.

“Maaf mengganggu.Tuan Im sudah datang.”

“Suruh Tuan Im menunggu.Aku sedang sibuk sekarang.”

“Baik.”Lalu perawat yang baru beberapa hari bekerja di rumah sakit tempatku bekerja pun,secepatnya pergi keluar.Sepertinya ia sudah diberitahu oleh perawat yang lain bahwa aku tidak akan pernah mau diganggu jika sedang membaca ensiklopediku.

Bukan.Sebenarnya bukan ensiklopediku.Ensiklopedi ini milik mendiang nuidongsaengku.Aku terpacu untuk menjadi seperti saat ini karenanya dan ensiklopedinya yang ternyata lumayan menyenangkan.

Drt…Drt…Drt…

Kulirik sekilas layar ponselku yang menyala.Ternyata Oppa menghubungiku.Jarang-jarang,di waktu bekerja pula.

“Yeoboseo?”tanyaku ketus,tapi memang begitulah aku.Semenjak kematian nuidongsaengku.

“Yeoboseo.Jess…hari ini aku akan menjemputmu sepulang kerja.Eomma ingin bertemu.”Kulirik jam dinding di ruang kerjaku.Masih tersisa waktu 5 jam lagi sampai aku selesai bekerja.”Tidak apa-apa,kan?”

“Baik,Oppa.Oppa tau kan kapan aku pulang kerja?”tanyaku sinis.

“Ne…kutunggu di depan pintu rumah sakit.”

“Ne.”Lalu segera kuputus panggilan itu.Bukannya karena aku tidak suka dihubungi oleh namjachingu sendiri.Aku hanya tidak bisa terlalu ramah lagi dengan seorang namja setelah peristiwa yang merenggut nuidongsaengku selamanya.Benar-benar miris.

Flashback

“Bagaimana keadaannya?Apa ia akan baik-baik saja!”teriakku histeris di lorong rumah sakit tempat nuidongsaengku dan namjachingunya dilarikan untuk pertolongan pertama.

Tak ada satupun dari 2 orang perawat yang berusaha menenangkanku di luar,berani menjawabnya.Mereka hanya menyuruhku tenang dan terus tenang.

“Andwae!Aku tidak bisa tenang!Suruh dokter itu menyelamatkan dongsaengku sekarang juga!”bentakku kepada 2 orang perawat yang sibuk memegangi tubuhku.Mencegahku masuk ke UGD di mana nuidongsaengku sedang menjalani perawatan medis.

“Tenanglah,agassi.Sebentar lagi.Tunggu sebentar lagi.”ucap salah seorang perawat yang memegangi kedua bahuku.

“Sampai kapan!”teriakku marah.Air mata sudah tidak bisa kutahan lagi untuk mengalir.Bersamaan dengan jatuhnya aku ke lantai dengan posisi duduk.”Sampai kapan!Tolong beritahu aku…..”rengekku sambil menatap nanar ke arah pintu yang sudah tertutup sejak 2 jam yang lalu.”Sampai kapan…..”

KRET…..

“Jessica,aku ingin bicara denganmu.”Suara yang sudah biasa kudengar dan ia sekarang menyodorkan tangannya kepadaku untuk membantuku berdiri.Secepat kilat aku menerimanya dan bangkit berdiri.Lalu kami berdua berjalan beriringan ke ruang kerjanya dengan dirinya yang masih menggunakan pakaian operasinya.

*************

“Oppa…..katakan padaku…..bagaimana keadaan Ursulla sekarang?”Nam Gil Oppa tidak menjawabku.Ia malah memegang kedua pergelangan tanganku dengan lembut.”Oppa…..jebal…..”

“Jess…..Kau tahu bahwa namjachingu Ursulla adalah Kim Min Seok,bukan?”Aku hanya menggangguk lemah.”Dan kau tau juga bahwa dia adalah dongsaengku satu-satunya.Sepupu yang kuanggap dongsaeng sendiri?”Sekali lagi aku menggangguk.

Nam Gil Oppa melepaskan pegangannya di kedua pergelangan tanganku.Lalu ia menyenderkan punggungnya di sandaran kursi kerjanya yang cukup lentur sambil menghembuskan napas berat.Berat sekali.

“Min Seok mengalami luka yang lebih parah…Ia mengalami beberapa luka dalam pada organ vitalnya…..”Nam Gil Oppa menghela napasnya berat.”Ursulla mengalami pendarahan di kepalanya dan tulang keringnya patah.Hanya itu.”Syukurlah…Aku bisa bernapas dengan lega.Itu berarti Ursulla akan baik-baik saja.

Tapi tiba-tiba,Nam Gil Oppa bangkit berdiri.Lalu berjalan hingga pada akhirnya berdiri di samping meja kerjanya.Dan anehnya,tiba-tiba Nam Gil Oppa berlutut dan menatapku dengan tatapan memelas.

“Oppa?Ada apa?”tanyaku,benar-benar tidak mengerti.

“Mianhae…..kupikir lukanya hanya luka seperti itu…..tapi ternyata jantungnya bermasalah dan…..”Nam Gil Oppa berhenti berbicara.Ia sepertinya merasa takut untuk melanjutkan lebih jauh.

“Dan apa,Oppa?”tanyaku,sedikit cemas.

“Aku…aku…memilih menyelamatkan Min Seok lebih dulu…..dan…..dan…..saat Ursulla hendak dioperasi….dia….”

“Dia apa!”bentakku tidak sabar.Ucapan Nam Gil Oppa terlalu berbelat-belit.Membuatku bingung,kesal,cemas.

“Ternyata jantungnya berhenti saat aku mengoperasi Min Seok……ada serpihan tulang rusuk yang…..menembus jantungnya…..menusuk venanya…..dan merobek serambi kanannya…..”Aku hanya bisa menganga menanggapi ucapan Nam Gil Oppa.Aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa saat ini.Penjelasannya barusan tidak lain dan tidak bukan menyatakan bahwa nuidongsaengku baru saja meninggal dunia.

“Mianhae,aku memilih menyelamatkan Min Seok lebih dulu.Aku…..sungguh-sungguh…..”

“Tidak perlu……”selaku dengan ketusnya.”Hidupkan kembali dongsaengku baru kau meminta maaf kepadaku.”Lalu aku segera meninggalkan ruang kerja Nam Gil Oppa.

Flashback End

Sejak saat itu,aku tidak pernah lagi bertemu dengan Nam Gil Oppa maupun Min Seok.Kudengar saat ini ia sudah menjadi seorang artis yang tergabung dalam sebuah boyband.Aku lupa namanya.Malah,aku justru tidak peduli sama sekali.

Woo Bin’s Pov

Sudah 15 menit berlalu dan kulihat beberapa dokter,rekan kerja Jessica, sudah mulai keluar dari rumah sakit.Sementara Jessica,belum kulihat keberadaannya sama sekali.Jarang sekali ia telat.Lebih baik kutunggu lebih lama.

“Mianhae,ada rapat dulu dengan beberapa donatur.”ucap Jessica begitu masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelahku.

“Tidak apa.”jawabku sambil menyalakan mesin mobil.”Sudah pasang safety belt?”Jessica cepat-cepat memasang safety beltnya sambil tersenyum masam.Tergurat sesuatu yang tidak biasa di wajahnya meski memang ia tidak pernah tersenyum lagi semenjak kematian Ursulla.Hebatnya,ia juga tidak pernah menangis lagi setelah kejadian itu.

“Ada apa?Apa ada masalah di rumah sakit?”Jessica yang daritadi sibuk melihat keluar,akhirnya menoleh singkat ke arahku.Lalu ia kembali melihat jalan di luar.

“Hanya aku satu-satunya dokter spesialis bedah otak yang tersisa.Dokter Lee baru saja menyatakan mengundurkan diri,saat rapat tadi.”jelas Jessica dengan malasnya.

“Oh…”balasku.Lalu suasana mobil kembali sunyi.Setelah sekian lama aku berusaha mencairkan suasana,ternyata hanya ini yang bisa kudapatkan.

Author’s Pov

Tinggal sebentar lagi menuju rumah Woo Bin dan Jessica malah tertidur di sebelahnya.Saat lampu merah,Woo Bin melepaskan jas putih yang dikenakannya dan diberikannya kepada Jessica,untuk menyelimutinya.

Woo Bin merapikan poni Jessica sambil tersenyum.Saat tertidur,Jessica justru terlihat lebih berekspresi daripada saat ia sadar.

Lampu jalan kembali hijau dan Woo Bin segera menjalankan mobilnya kembali.Ada suatu berita yang baru didapatnya pagi ini dan mengganjal di hatinya.Peristiwa kecelakaan yang menimpa sahabat baiknya.Sahabat masa kecilnya.

“Kau tau,Jess?Nam Gil Hyung baru saja kecelakaan pagi ini.”ucap Woo Bin sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.Ia ingin bercerita kepada Jessica saat Jessica masih sadar,tapi ada sedikit rasa takut jika wanita yang dicintainya itu akan marah jika ia mengungkit mengenai orang yang telah menyebabkan nuidongsaeng satu-satunya meninggal.”Kondisinya benar-benar kritis.Ia sepertinya akan koma cukup lama.”sambung Woo Bin lagi.”Min Seok sudah tau…Tentu saja,ia sepupunya.Mana mungkin tidak tau.”Woo Bin tersenyum sekilas.”Maafkanlah Nam Gil Hyung.Mungkin waktu itu ia memang salah…tapi semua itu bukan murni kesalahannya…Ia juga manusia biasa.Ia hanya ingin menyelamatkan keluarga yang sangat berarti di matanya.Maafkanlah dia,Jess.”

Jessica’s Pov

“Chagi…chagi…chagiya…chagi….”

Akhirnya aku membuka kedua mataku dan ternyata kami sudah sampai.Woo Bin Oppa membangunkanku setelah sampai.Ia pasti kesepian sepanjang perjalanan yang cukup melelahkan karena macet.Tapi apa bedanya jika aku tidak tertidur juga.Aku hanya akan diam sepanjang perjalanan.Jas putih yang dikenakannya juga,diberikannya untukku.Menghangatkan tubuhku selama tertidur,tapi kuhempaskan ke kursi belakang,begitu saja.Tidak ada rasa bersyukur sama sekali.

Segera kubuka pintu mobil di sebelahku dan beranjak keluar duluan.Aku tidak suka dengan sikap sok romantis di mana si pria akan membukakan pintu untuk wanitanya.Benar-benar terlalu dipenuhi kepura-puraan.

“Ada apa,Eomma memanggilku kemari,hari ini?”tanyaku sambil berjalan menyusuri pekarangan yang cukup besar bersebelahan dengan Woo Bin Oppa.

“Aku juga tidak tahu.Eomma memang orang yang penuh kejutan.”Lalu Woo Bin Oppa berjalan mendahuluiku dan membukakan pintu rumahnya untukku.

Saat masuk ke dalam,ternyata Woo Bin Eomma sudah berdiri di ruang tamu.Wajahnya terlihat sangat panik.Sama sekali tidak ada sapaan ramah,menyambut kedatanganku dan Oppa.

“Nam Gil baru saja meninggal,Woo Bin-ah.”ucap Eomma,lemah.

Tunggu!Nam Gil?Apakah yang dimaksud adalah dokter Kim Nam Gil?Orang jahat yang telah menyebabkan kematian dongsaengku?

“Mwo?Kuraeyo?”Eomma hanya mengangguk sambil tersenyum pahit.

Lalu Oppa,langsung menoleh ke arahku.Ia tidak berbicara apa-apa.

“Oppa?”tanyaku,bingung.

“Mianhae…sepertinya acara hari ini kita batalkan saja.Aku harus melihat Nam Gil Hyung.Sekarang aku akan mengantarmu pulang.”

Min Seok’s Pov

“Xiumin!”panggil Luhan.Begitulah orang-orang di EXO dan para penggemarku memanggilku.Xiumin.Nama panggung yang unik dan cukup lucu menurutku.

“Ada apa?”tanyaku sambil sibuk mengelap keringatku yang bercucuran di sekujur tubuhku.Maklum,sehabis comeback di Music Bank.Baru kembali ke belakang panggung,malah.

“Manager mencarimu.”jawab Luhan sambil tersenyum.Wajahnya terlihat cantik.

“Oh…kalau begitu aku akan menemuinya.Ada di mana manager?”

“Di dekat ruang ganti 2NE1.Manager sedang sibuk mengobrol dengan manager 2NE1 di sana.”Lalu Luhan pun pergi begitu saja.Menghampiri member EXO yang lain.

Tanpa banyak basa-basi lagi,aku segera meninggalkan member yang lain dan pergi ke ruang ganti 2NE1.Kuharap manager masih berada di sana,karena akan sulit mencarinya jika sudah pindah tempat lagi.

Author’s Pov

“Xiumin!Kemari!”

Memang benar kata Luhan.Manager memang berada di dekat ruang ganti 2NE1.Saat Xiumin menghampiri managernya,manager 2NE1 pun segera pergi.Mungkin masuk ke ruang ganti 2NE1 yang tidak jauh.

“Ada apa,manager?”tanya Xiumin penasaran.Wajahnya terlihat sangat lucu.

“Tuan Soo Man baru saja memberikanmu ijin untuk pergi ke Seoul Hospital sekarang juga.”jawab manager dengan wajah serius.

“Memangnya ada apa?Apa aku kelihatan sakit?”canda Xiumin.Ia sama sekali tidak tahu akan kabar buruk apa yang akan menimpanya.

“Sepupumu,namanya Kim Nam Gil,katanya,baru saja meninggal satu setengah jam yang lalu.”Manager mencoba mengatakan berita buruk itu pelan-pelan.Ia takut,Xiumin jadi syok karena berita itu.

“MWO!”teriak Xiumin,keras-keras.Manager langsung membekap mulutnya agar tidak ada yang memperhatikan mereka berdua.

“Pulanglah.Temui sepupumu hari ini,sebelum dikremasi.”

Xiumin’s Pov

Aku cepat-cepat berganti pakaian tanpa menghapus riasan di wajahku terlebih dahulu.Aku bahkan dengan nekatnya,berlari menyurusi jalan Seoul yang masih ramai di sore hari tanpa penyamaran sama sekali.Aku benar-benar terlalu syok dengan apa yang baru saja dikatakan oleh manager hingga akal sehatku benar-benar tidak berfungsi sama sekali.

Beberapa kali aku bertabrakan dengan pengguna jalan lainnya.Dan aku tidak meminta maaf sama sekali.Aku juga mulai mendengar beberapa orang memanggil namaku.Sepertinya mereka mulai mengenaliku.Tapi aku tidak peduli lagi.Aku harus secepatnya pergi ke Seoul Hospital yang jaraknya tidak begitu jauh dengan studio Music Bank.Hanya itu yang ada di pikiranku.

“Xiumin Oppa!AWAS!”

Sial!Aku tidak sadar sama sekali,bahwa aku sedang berlari menyebrang jalan.Aku bahkan tidak mengenali suara orang yang memperingatkanku.

Yang kutahu saat ini adalah,aku terbaring di tengah jalan raya,tidak berdaya.Semuanya tampak berputar sementara orang-orang mengelilingiku.Sebelum kesadaranku benar-benar hilang,aku dapat melihat wajah Woo Bin Hyung yang sangat kukenali.Ia benar-benar khawatir padaku dan sepertinya berteriak meminta bantuan.Tapi aku tidak bisa mendengarnya sama sekali.Aku tidak bisa merasakan apa-apa.Aku hanya mengantuk.

Jessica’s Pov

Drt…Drt…Drt…

Aku baru selesai mandi dan kutemukan ponselku bergetar di atas meja belajar milik dongsaengku,di kamarku.Pasti ada panggilan masuk,batinku.

“Yeoboseo?”

“Yeoboseo,Dokter Oh?Bisakah dokter kemari sekarang juga?”Seorang perawat langsung menanyakan hal yang pasti akan kutolak mentah-mentah begitu aku menerima panggilannya.

“Tidak bisa.Aku baru saja sampai di apartemenku.Suruh Dokter Min yang bekerja di shift sore.”balasku dingin.

“Tapi,dokter…..Dokter Min tidak bisa hadir hari ini.Pasien benar-benar dalam kondisi kritis.Mohon dokter segera datang kemari.”Sial!Kenapa harus aku!

Kalau Nam Gil Oppa saja bisa menelantarkan dongsaengku,lalu kenapa aku tidak boleh menelantarkan orang lain.Mereka pikir,dokter itu dewa apa!Aku tidak mau,pokoknya aku tidak bisa.

“Suruh dokter yang lain.Aku tidak bisa.”Lalu aku hendak memutus panggilan itu hingga tiba-tiba,si perawat meneriakkan nama pasien yang benar-benar dalam kondisi darurat.Pasien itu…..

Author’s Pov

Mendengar nama Kim Min Seok disebut,akhirnya Jessica mau pergi ke rumah sakit.Jessica meminta si perawat untuk menghubungi Dokter Park untuk menangani Min Seok sementara ia ke sana.

Ada dorongan dalam dirinya untuk menyelamatkan Min Seok,mantan namjachingu mendiang dongsaengnya.Tapi ada keinginan untuk membiarkan Min Seok kehilangan nyawa.Jessica benar-benar bingung,membuatnya menyetir seperti orang kerasukan.

Rambu lalu lintas sama sekali tidak dihiraukannya.Antara panggilan jiwa dokter yang berkecamuk dalam batin Jessica atau ingin cepat-cepat melihat Min Seok yang berdarah-darah.Hanya Tuhan dan Jessica yang tau pasti,apa yang sebenarnya terjadi.

*************

Tiga puluh menit setelah Jessica dihubungi di apartemennya yang cukup jauh dengan rumah sakit tempatnya bekerja,akhirnya Jessica sampai juga.Seorang perawat dan Woo Bin langsung menemuinya di pintu masuk.

“Dokter Oh,pasien sudah ditangani sementara waktu.Tapi jika tidak segera ambil tindakan,maka pasien akan meninggal.”ucap si perawat sambil berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Jessica.

“Ne…..siapkan saja semuanya.”Perawat itu pun tidak mengikuti Jessica lagi.Ia harus menyiapkan semua peralatan Jessica untuk operasi.Sementara Woo Bin tetap berjalan di sebelah Jessica.

“Kau akan menyelamatkan anak itu,ya bukan?”tanya Woo Bin sambil berusaha mengimbangi langkahnya dengan Jessica.”Jawab aku,Jess.Kau akan menyelamatkannya,bukan?”Jessica mendadak berhenti berjalan.Menoleh kepada Woo Bin dan memberikannya tatapan sinis.

“Aku datang kemari,untuk menyelamatkannya.Menyelamatkannya dari maut yang akan menjemputnya.”Woo Bin menarik napas lega.”Tapi aku akan memastikan bahwa ia tetap koma sepanjang sisa hidupnya.”

“Jess!”bentak Woo Bin tidak percaya.

“Sudahlah…aku harus segera melakukan operasi sebelum otaknya mati total.”Lalu Jessica mendahului Woo Bin.Woo Bin hanya bisa diam di tempat,memandangi punggung Jessica yang semakin menjauh.

Woo Bin’s Pov

“Sudahlah…aku harus segera melakukan operasi sebelum otaknya mati total.”

Nada bicara Jessica,berbeda dari biasanya.Seperti dipenuhi amarah dan dendam.Tapi memang,pasien yang harus ditanganinya saat ini,tak lain dan tak bukan adalah sepupu Nam Gil Hyung,Kim Min Seok.

Aku tidak bisa membiarkannya berbuat seenaknya.Menyalahgunakan kekuasaannya saat ini dan membuat Min Seok tak pernah sadar selamanya.Mengakui bahwa ia hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan seperti Nam Gil Hyung…..Aku tidak bisa membiarkannya menjadi seorang pembunuh.

“Jangan jadi pembunuh,Jess!”teriakku.Sekali lagi,Jessica berhenti di depan pintu menuju ruang intra operasi.”Jangan ikuti keegoisan Nam Gil Hyung!Kau harus menyelamatkan Min Seok,sebelum semuanya terlambat seperti Nam Gil Hyung.Ia meninggal hari ini.”Jessica tidak bergeming.”Jangan buat dirimu menjadi seorang pendosa hingga ajal menjemputmu nanti.”Lalu Jessica meneruskan perjalanannya.

Aku benar-benar khawatir.Aku takut,Jessica akan mengulang kesalahan Nam Gil Hyung.Kesalahan karena egonya.

Flashback

“Hyung,kalau nanti aku sampai mengalami kecelakaan darurat bersama dengan Ursulla,siapa yang akan Hyung selamatkan lebih dulu?”tanya Min Seok,antusias.Ursulla hanya memasang senyuman manis di wajahnya,menunggu jawaban dari orang yang ditanya.Sementara aku,sibuk memandang keadaan sekitar.

“Tentu saja menyelamatkan kalian berdua,tentunya.”jawab Nam Gil Hyung.Saat itu,semuanya begitu mudah untuk dijawab Nam Gil Hyung.Dan aku dengan bodohnya percaya begitu saja.Jessica tidak bersama denganku,kalau tidak,ia pasti akan mengatakan bahwa jawaban itu adalah sebuah kebohongan.Ia sedang sibuk kuliah.

*************

“Woo Bin,aku akan pindah kerja besok.”ucap Nam Gil Hyung sambil sibuk memasukkan pakaian ke dalam kopernya.Aku hanya memperhatikannya sambil duduk-duduk di atas ranjangnya.Sama sekali tidak menaruh minat untuk menanyakan kenapa.

“Dan aku ingin kau maupun Min Seok untuk tidak mencariku lagi.Beritahu itu saat Min Seok sadar.”Aku sedikit terkejut dengan perkataan Nam Gil Hyung.”Aku akan pergi cukup jauh kali ini.”

“Kenapa begitu tiba-tiba,Hyung?Tidakkah pekerjaanmu di sini sangat menyenangkan?Lagipula ada aku,Jessica,Ur…..”

“Ursulla meninggal kemarin malam.”ucap Nam Gil Hyung,lirih.Ia menghentikan aktifitasnya dan tiba-tiba jatuh terduduk di lantai apartemennya yang dilapisi karpet biru tua.”Aku penyebabnya.”

“Apa maksudmu,Hyung?Aku tidak mengerti?”Aku benar-benar penasaran.Apakah orang yang saat ini duduk di lantai,sudah menjadi gila atau apa.

“Apakah Jessica tidak memberitahumu sama sekali?”Nam Gil Hyung menatap tajam ke arahku.Aku hanya menggeleng pelan.”Aku menyelamatkan Min Seok lebih dulu,karena ia keluargaku.Karena aku menyayanginya lebih daripada rasa sayangku pada Ursulla yang baru kukenal selama 3 bulan belakangan.”

“Apa maksudmu,Hyung?Aku masih tidak mengerti.”tanyaku sambil turun dari ranjangnya dan mensejajarkan tatapan mata kami.

“Saat itu,aku tau,jika aku menyelamatkan Ursulla,maka aku akan membunuh Min Seok dan jika aku menyelamatkan Min Seok,maka aku akan membunuh Ursulla.”Suara Nam Gil Hyung memelan sementara aku menyadari ke mana arah pembicaraan ini.

“Astaga,jangan bilang bahwa Hyung…..”Nam Gil Hyung mengangguk tanpa menatap mataku sama sekali.Tubuhnya bergetar karena terlalu merasa bersalah.

“Oh,God…..!”teriakku frustasi.”Kau lebih kejam daripada monster…..kau tau itu,bukan!”Lalu aku langsung bangkit berdiri,hendak meninggalkan Nam Gil Hyung.Aku sudah membalikkan tubuhku,tapi kalimat berikutnya yang terlontar langsung dari mulutnya,berhasil membekukanku seketika,di tempat.

“Kemungkinan Ursulla untuk hidup normal setelah kecelakaan itu hanya 5%!”

Flashback End

To Be Continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s