Please,I Still Love You (Part 3)

Please,I Still Love You ( Part 3 )

Nama : Catharina Griselda

Judul Cerita : Please,I Still Love You

Main Cast : Mizuki Hasegawa (Fic)

                    Lee Joon Gi

                    Choi Siwon (Super Junior)

Suport Cast : Jung Yuri

                      Lee Taemin (SHINee)

Genre : Teen

Rating : Romance,Sad

Length : Chapter

Note : Ini ff pertamaku yang chapter.Maaf klo ada salah ketik alias typo ya!!!!Kalau ada keluhan,langsung aja ngeluh di Twitter ku ya,namanya @almighty_rina.Part yang mengandung kekerasan,tdk akan dipublish di sini,tapi dipublish di blog resmi aku yaitu https://kloversfamilies.wordpress.com

Gomawo!!!!!

Choi Siwon’s Pov

Malam ini adalah malam pesta ulang tahun Fantasion.Aku merasa kurang enak badan untuk datang ke sana.Belum lagi masalah Yuri yang tidak bisa menemukan data lengkap pemuda yang sekarang berstatus sebagai suami kekasihku.Ya,kekasihku.

“Tuan muda,nona Jung menunggu di bawah.”ucap Kibum yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarku yang pintunya memang terbuka.

“Aku segera turun,kau turunlah dulu.”

“Baik,tuan muda.”Lalu Kibum pun keluar sambil menutup pintu kamarku.

Untung tinggal terpisah dengan Appa dan Eomma,coba kalau tidak,Yuri pasti sudah disangka kekasihku karena sering ke rumahku.Jujur saja,semenjak hubunganku dengan Mizuki tidak jelas,aku tetap menganggapnya sebagai yeojachinguku.Tapi sial!Ternyata Mizuki mengkhianatiku duluan dan sekarang telah menikah.

Setelah merapikan kemeja dan dasiku,akhirnya aku keluar juga dari kamarku.Menuruni tangga dengan malas lalu menyeret kakiku hingga sampai ke ruang tamu.Yuri sedang duduk dengan anggunnya di sofa melingkar berwarna hijau lime ketika aku sampai di sana.Ia langsung berdiri dan membungkuk memberi hormat kepadaku.Dari pakaiannya,kemeja putih dan rok 10cm di atas lutut,ia pasti sedang jam makan siang sekarang.Belum pulang karena name tag-nya masih terpasang sempurna di kemejanya.

“Duduklah dan cepat beritahu kenapa kau sampai repot-repot datang kemari.”perintahku sambil duduk menyilangkan kaki jenjangku di hadapannya.

“Baiklah,saya akan langsung saja.”Lalu Yuri menyodorkan selembar map berwarna coklat tua kepadaku.Diletakkannya di atas meja.

“Apa ini?”tanyaku sambil mengambil map yang diberikan Yuri.

“Semua data yang tuan muda perlukan untuk ke pesta ulang tahun Fantasion nanti.Tuan besar dan nyonya juga akan ada di sana.”

“Apakah data di map ini adalah…..”

Mizuki’s Pov

“Ayolah,chagi.Datanglah ke pesta ulang tahun nanti dan temani aku.Aku bisa mati kebosanan di sana jika kau tidak ada lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.”rujuk Oppa kepadaku di telepon.Sudah kurang lebih 30 menit kami berbicara dan intinya sama yaitu membujuk untuk pergi ke pesta ulang tahun Fantasion.Tapi aku benar-benar malas karena aku takut Siwon akan pergi ke sana belum lagi aku harus terus meladeni nyonya-nyonya cerewet yang tak henti-hentinya membicarakan penampilanku.

“Kumohon,chagi.Datanglah demi aku.Hanya demi aku seorang.”

“Tapi Oppa,aku malas.Aku benar-benar malas datang ke acara sok pamer seperti itu.”jawabku seadanya.

“Kalau begitu aku marah padamu,chagi.Aku kecewa,sangat kecewa.”ucap Oppa dengan nada yang dibuat-buat seperti orang marah.”Kalau kau berubah pikiran,pergilah bersama Eomma jam 7 dari rumah.Yuri akan datang menjemput dengan sebuah limosin warna putih di depan rumah.”Lalu Oppa tiba-tiba memutus panggilannya sepihak.Aku hanya tersenyum dengan kelakuan bodohnya itu.Seperti anak-anak.

Jung Yuri’s Pov

Akhirnya,kau akan hancur,Lee Joon Gi.Kau akan benar-benar hancur berkeping-keping di dalam genggamanku.Kau pikir hanya kau yang bisa seenaknya?Aku juga bisa,Lee Joon Gi.

Kubakar foto Lee Joon Gi yang terlihat bahagia sekali waktu itu.Pematik putih yang kupakai untuk membakar fotonya adalah pemberiannya sendiri.Pemberiannya untuk nuidongsaengku.

Lee Joon Gi’s Pov

Aku tegang sekali,apakah istriku yang bandel itu akan datang atau tidak.Jam dinding di ruang kerjaku sudah menunjukkan pukul 19.30 tepat.Tinggal 30 menit lagi,pesta di aula atas akan dimulai.

TOK….TOK….TOK….

“Masuk.”

Masuklah Yuri dengan sebuah bungkusan pakaian di tangannya.Kusuruh saja ia menggantungkan bungkusan itu di tiang penggantung jaket yang letaknya tak jauh dengan pintu.

“Pesta akan dimulai 30 menit lagi.Presdir harap bersiap di aula 10 menit sebelum pesta dimulai.”Lalu Yuri keluar sambil menutup pintu ruang kerjaku.

Setelah Yuri keluar,baru kubongkar bungkusan pakaian yang dibawanya.Di dalamnya,terdapat setelan tuxedo berwarna putih mutiara.Kukenakan tuxedo itu dengan kilat.Harap-harap cemas akan melihat istriku di pesta dengan penampilannya yang pastinya menakjubkan.

Choi Siwon’s Pov

Rahasia suami Mizuki yang bernama Lee Joon Gi itu sudah kuketahui.Sebenarnya semua rahasia itu adalah kesalahan Abeojinya,tapi apa peduliku.Asalkan Mizuki kembali kepadaku,maka aku tak akan menyesal.

Lee Joon Gi’s Pov

Tidak seperti harapanku,istriku sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya hingga 30 menit pesta berlangsung.Yang kulihat dari arah pintu masuk hanya tiba-tiba Eomma masuk dengan Yuri di belakangnya.Eomma tampak cantik dengan hanbok buatan tangannya.Terlihat istimewa.

Eomma terlihat menengok ke sana kemari.Mencariku sepertinya.Agar cepat,kudatangi saja Eomma.

“Kau tampak tampan sekali,Joon-ah.”ucap Eomma sambil mengelus puncak kepalaku.

“Zuki tidak datang?”Eomma hanya menggeleng sambil tersenyum.Aku hanya bisa kecewa sendirian.Pamit kepada Eomma untuk keluar sebentar,menghirup udara segar.

Mizuki’s Pov

Aku sengaja menjahili Oppa dengan datang terpisah dari Eomma.Oppa pasti akan sangat kecewa karena menyangka aku tidak datang.

Dari lantai bawah,aku berjalan beriringan sambil mengandeng tangan Taemin,sahabatku.Baru hendak menaiki tangga menuju lantai 2,tiba-tiba seseorang memanggil namaku.Seseorang yang sangat tidak kuharapkan.

Choi Siwon’s Pov

“Taemin,kau bisa pergi sekarang.Beritahu Yuri bahwa tugasnya juga sudah selesai.”Taemin segera melepaskan tangan Mizuki yang melingkar di lengannya.Membungkuk kepadaku lalu tersenyum kecil kepada Mizuki yang menatapnya tidak percaya lalu pergi naik ke lantai atas.Mizuki pasti kaget bagaimana Taemin,sahabat karibnya bisa mengenalku.

“Apa yang ingin kau bicarakan sekarang,aku tidak memiliki banyak waktu.”ucap Mizuki dengan sangat dingin.Beda dengan Mizuki yang kukenal 7 tahun yang lalu.

“Aku ingin kau kembali padaku.Jadi yeojachinguku kembali karena kita juga tidak pernah putus sebelumnya.”ucapku lalu memberikan senyum penuh kemenangan kepadanya.

“Apa otak pintarmu itu sudah menguap,tuan Choi?”jawabnya dengan penuh kekesalan tergambar jelas di wajah cantiknya.Tapi aku hanya membalas dengan seulas senyum licik.

Aku berjalan mendekatinya lalu memeluknya paksa.Mizuki tentu saja tidak mau kupeluk.Ia meronta-ronta dan mendorong tubuhku.Tapi ada satu hal yang menurutku benar-benar penting dan akan membuatnya takluk.

“Suamimu,presdir Lee,berhutang sangat besar pada perusahaanku.Kalau aku mengambil sedikit saja saham yang dipinjamkan,maka Fantasion akan hancur.”bisikku kepadanya.Mizuki berhenti memukulku.Kedua tangannya ia biarkan lemas di samping tubuhnya yang dibalut gaun tanpa lengan selutut berwarna kuning gading.

“Apa maksudmu?”bisiknya lagi.Ia pasti merasa sangat terkejut,tapi biarlah,selama ia mau kembali padaku,semuanya akan baik-baik saja.

“Oppamu akan segera kuhancurkan jika kau tidak mau kembali padaku.Hubungan kita tidak pernah selesai sebelumnya dan tidak akan pernah.Kau tidak tahu,berapa banyak aku telah berkorban untuk menunggumu kembali padaku.”Lalu aku melihat presdir Lee berdiri di anak tangga teratas.Matanya membelalak kaget menyaksikan istrinya dipeluk pria lain.

“Bercerailah.Hari ini aku akan menjemputmu pagi-pagi sekali.Sebagai saran,sekarang peluklah aku maka kau akan lebih mudah menceraikannya.Dia berada di belakangmu.”bisikku sambil menatap penuh kemenangan ke arah presdir Lee.Orang brengsek yang telah merebut milikku.

Perlahan dengan tangannya yang bergetar,Mizuki akhirnya membalas pelukanku.Setelah ia membalas pelukanku,aku mengecup pipinya cukup lama hingga presdir Lee meninggalkan tangga teratas.Berlari ke belakang,entah ke mana.Setelah ia pergi,baru kulepaskan Mizuki.

“Bereskan semua hari ini.Kutunggu.”

Mizuki’s Pov

Siwon pergi setelah mengancamku.Pergi begitu saja karena ia sudah menang.Ya,dia menang.Aku tidak tega menghancurkan hidup Oppa hanya karena diriku sendiri.Betapa egoisnya aku jika melakukan hal itu kepadanya ketika ia saja berkorban terlalu banyak untukku.Sudah cukup aku menyusahkannya,sekarang saatnya aku yang berkorban.

Flashback

Hari ini aku pulang dari kampus lebih malam dari biasanya.Oppa berjanji untuk menjemputku tapi Oppa sudah telat sejam yang lalu.Aku keluar tepat jam 8 malam sementara sekarang sudah jam 9.Kuputuskan untuk menelepon Oppa tapi ponselnya tidak aktif.Jadi aku terpaksa menunggu lebih lama.

Daritadi sudah kusadari seperti ada yang memperhatikan gerak gerikku tapi aku abaikan saja.Aku pikir itu hanya rasa takutku saja,menunggu sendirian di halaman kampus,di bawah pohon rimbun lagi.Tapi ternyata aku salah.

Seorang berperawakan mungil dengan pakaian serba hitam dan wajah yang ditutupi topeng porselen putih tanpa ekspresi tiba-tiba muncul secepat kilat dan ada di hadapanku.Sepertinya orang di balik topeng itu adalah seorang wanita.Ia tidak bicara sedikitpun,hanya mengarahkan pisaunya tepat ke leherku.Dekat sekali,bisa kurasakan betapa dingin dan tajamnya permukaan pisau itu.

“Apa….yang kau inginkan?”ucapku dengan suara bergetar tapi tidak ada jawaban sama sekali.Pisau itu semakin mendekat bahkan telah melukai kulit leherku.

“Mizuki!Mizuki!”Itu suara Oppa.Ia datang,mendekat ke arahku.Orang bertopeng itu menengok sebentar ke belakang dan menemukan sebentar lagi Oppa akan datang menyelamatkanku.Ia menjauhkan pisau itu dari leherku lalu tiba-tiba menghujamkannya ke perutku.Dalam,sangat dalam,mengoyak perutku sepertinya.

“Mizuki!”Oppa tepat menghampiriku di saat aku terjatuh ke tanah.Kurasakan Oppa menaruh kepalaku di atas pahanya yang hangat sementara aku hanya bisa bergetar sambil memegangi gagang pisau yang tertancap di dalam perutku.”Bertahanlah,Mizuki……Kumohon bertahanlah!!!!”Suara terakhir yang bisa kudengar lalu semuanya gelap.

*********

“Eomma,aku ingin menikahi Mizuki.Aku harap Eomma akan setuju dan hadir di acara pernikahan kami nanti.”ucap Oppa dengan mantapnya di depan Ahjumma yang benar-benar menunjukkan wajah kebingungan.”Selesai menikah,Mizuki akan melanjutkan kuliahnya di Paris.Jadi kami akan tinggal terpisah untuk sementara waktu,setelahnya.”

“Tapi kenapa?Apa yang sudah kau lakukan pada Mizuki,Joon-ah?Apa dia hamil di luar nikah?Kalian bahkan tidak pernah menjadi sepasang kekasih.”keluh Ahjumma.Kurang setuju akan keputusan putranya yang terkesan tergesa-gesa.

“Aku mencintainya,hanya itu alasannya.”jawab Oppa,memasang perlindungan di hadapanku.Tangannya bahkan tidak bisa berhenti meremas tanganku yang berada di dalam genggamannya.

“Mizuki,apa memang itu alasannya?”tanya Ahjumma padaku.Aku bingung harus menjawab apa,tapi aku juga merasa bersalah jika aku harus membohonginya.Biarlah Ahjumma mengetahui semuanya baru setelahnya menerima apa yang menjadi keputusannya.

Maka akhirnya aku mengungkapkan semuanya.Bahwa rahimku telah diangkat karena peristiwa penusukan di malam di mana aku menunggu di kampus.Oppa merasa bertanggung jawab karena ia telat menjemputku.Tapi setelah kujelaskan semuanya,reaksi Ahjumma hanya menangis tapi ia tetap merestui pernikahanku dengan Oppa.Meski aku tidak mencintainya,tapi aku akan berusaha mulai hari di mana ia nekat menikahiku.

Flashback End

“Eomma,Joon Gi Oppa di mana?”bisikku kepada Eomma yang sedang mengobrol di sekumpulan Ahjumma berpenampilan glamor yang menurutku berlebihan.

“Tidak tahu,ia pergi keluar ketika kau menipunya bahwa kau tidak akan datang lalu setelahnya belum kembali.”jawab Eomma dengan senyum ramah yang menghiasi wajahnya yang tetap cantik.”Coba cari di ruang kerjanya,mungkin dia ada di sana.”

“Apa tidak apa-apa aku meninggalkan Eomma sendirian di sini?”

“Tidak apa-apa,pergilah dan bawa anak itu kemari.Ia harus belajar menghentikan sikap kekanak-kanakannya itu.”

Maka aku pamit kepada Eomma dan para tamu undangan yang sedang mengobrol dengan Eomma.Aku harus segera bertemu dengan Joon Gi Oppa.Membicarakan apa yang harus kubicarakan dengannya.Semoga ia tidak sakit hati.

Aku turun ke lantai 7 di mana ruangan Oppa berada di lorong paling ujung,pintu sebelah kanan.Saat aku mengetuk pintu,sama sekali tidak ada jawaban dari dalam.Kubuka saja pintunya yang tidak dikunci dan ternyata Oppa ada di dalam,sedang duduk di kursi kerjanya dengan ruangan yang serba gelap.Saat aku hendak menyalakan lampu,Oppa melarangku sambil berteriak.Jadi kuurungkan niatku.Ia pasti sakit hati melihatku berpelukan dan dicium orang lain.Aku telah mengkhianatinya.

“Oppa,ada yang ingin kubicarakan.”ucapku sambil berjalan mendekatinya.

“JANGAN MENDEKAT!”teriak Oppa,menghentikan langkahku begitu saja.Aku terlalu pengecut untuk menghadapi kenyataan.

“Aku ingin kita bercerai.Itu yang terbaik untuk kita.”

“TERBAIK UNTUK KITA!”Oppa tertawa terbahak-bahak.”Semua itu hanya akal-akalanmu agar kau bisa bersama dengan NAMJA BRENGSEK YANG ADA DI BANDARA ITU,YA KAN?”Oppa bangkit berdiri tapi tetap di balik meja kerjanya.

“Terserah pemikiran Oppa,tapi aku akan tetap mengajukan cerai.Besok pengacara Park akan mengantarkan suratnya,aku harap Oppa menandatanganinya secepat mungkin.”Lalu aku cepat-cepat berbalik,hendak keluar dari ruangan itu.Rasanya sudah terlalu sesak untuk tetap berada di sana.Air mataku benar-benar sudah akan bercucuran keluar.Membuatku terlihat jelas tidak rela melepaskannya jika Oppa melihatku begini.Tapi pada akhirnya aku tidak sempat keluar karena tiba-tiba Oppa memelukku dari belakang sambil menangis.Suaranya bergetar.

“Apakah kau benar-benar mencintainya?Apakah kau akan dengan mudahnya membuangku,setelah apa yang kulakukan selama ini untukmu?”Aku tidak kuat menjawab Oppa.Aku akan ketahuan jika menjawabnya.”Kumohon jawab aku.”

Tak ada lagi yang bisa kulakukan.Kulepaskan kedua tangannya yang melingkar di tubuhku lalu melangkah pergi.Hanya tinggal membuka pintu tapi aku merasa semua itu terasa sangat berat.

“Kutunggu surat cerai itu.Kirimkan saja lewat fax,akan kuberitahu nomornya lewat pengacara Park.”Lalu aku segera keluar dan menutup pintu ruang kerja Oppa.

“Selamat tinggal,Oppa.”ucapku lirih lalu berjalan pergi menjauh dari ruangan itu.

To Be Continued

//

2 thoughts on “Please,I Still Love You (Part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s