Please,I Still Love You (Part 1)

Please,I Still Love You ( Part 1 )

Nama : Catharina Griselda

Judul Cerita : Please,I Still Love You

Main Cast : Mizuki Hasegawa (Fic)

                    Lee Joon Gi

                    Choi Siwon (Super Junior)

Suport Cast : Jung Yuri

                      Lee Taemin (SHINee)

Genre : Teen

Rating : Romance,Sad

Length : Chapter

Note : Ini ff pertamaku yang chapter.Maaf klo ada salah ketik alias typo ya!!!!Kalau ada keluhan,langsung aja ngeluh di Twitter ku ya,namanya @almighty_rina.Part yang mengandung kekerasan,tdk akan dipublish di sini,tapi dipublish di blog resmi aku yaitu https://kloversfamilies.wordpress.com

Gomawo!!!!!

7 tahun kemudian

Mizuki’s Pov

Setelah 5 tahun aku tinggal sendirian di Paris untuk menuntaskan kuliah dan pekerjaanku,akhirnya aku kembali juga ke Korea.Ya,meski agak memuakkan,memang,tapi mau bagaimana lagi jika semua yang kau miliki saat ini berada di sini.

Oppa belum menjemputku padahal aku sudah menunggunya kurang lebih 30 menit,tepat di depan pintu keluar bandara Incheon.Aku takut Oppa lupa untuk menjemputku,jadi aku memutuskan untuk menghubungi ponselnya.Ya…..nomor pria baik itu sangat kuingat dengan baik.

Kuambil ponsel keluaran terbaru dari tas slempang berwarna putih yang bertengger di lengan sebelah kiriku.Lalu aku menekan beberapa nomor dari tombol virtual yang muncul di layar ponselku.Tinggal menekan tombol hijau di bawah,tapi tiba-tiba seorang berperawakan besar yang mengenakan pakaian serba hitam menarik ponselku dan langsung berlari dengan kencang.

“Pencuri!”Sontak aku berteriak.Orang-orang di sekelilingku hanya melihat ke sana kemari sementara beberapa petugas keamanan bandara yang berjaga di dekatku,segera mengejar orang barusan.Aku hanya bisa melihat kepergian orang-orang itu dengan cemas.Semoga ponselku dapat kembali,karena di dalamnya banyak kenangan akan Oppaku.

Choi Siwon’s Pov

“Pencuri!”teriak seorang gadis tiba-tiba.Suara gadis yang mengenakan blazer berwarna putih dan berperawakan mungil itu,terdengar sangat familiar di telingaku.Membuatku berhenti melangkah ke arah mobil sedan hitam yang memang sudah menungguku.

“Ada apa,tuan muda Choi?”tanya Kim Kibum,sekretaris pribadiku,yang bingung dengan kelakuanku yang tiba-tiba berhenti bergerak.Padahal sejak turun dari pesawat,aku sudah mengeluh terus karena aku sudah terlambat sampai di Korea.

Aku tidak menjawab pertanyaan Kibum.Menurutku,pertanyaannya tidak penting untuk dijawab.Gadis yang berteriak tadi lebih menarik perhatianku.Postur tubuhnya sangat mirip dengan Mizuki,batinku.

“Maaf,nona.Atas ketidaknyamanannya.Kami akan segera mengurus orang ini.”ucap salah seorang petugas keamanan sambil menyerahkan ponsel milik gadis itu.Lalu petugas keamanan itu membungkuk dalam sekali.Permintaan maaf yang berlebihan,menurutku.

“Tidak apa-apa.Selama barang ini kembali kepadaku,aku baik-baik saja.Gomawo.”jawab si gadis.Sekali lagi suara gadis itu terdengar familiar.

Para petugas keamanan pergi sambil membawa si pencuri setelah membungkuk dalam sekali lagi.Tanpa keangkuhan sedikitpun,gadis itu ikut menunduk dalam.Postur membungkuknya benar-benar mirip sekali dengan Mizuki,yeojachinguku yang entah berada di mana.

“Tuan muda Choi,kita harus pergi sekarang.Bukankah anda sudah terlambat pulang?Tuan besar pasti akan marah.”Sekali lagi Kibum mengingatku.Cerewet sekali dia!gerutuku dalam hati.

“Ne….ne…..ne….”jawabku dengan kesalnya sambil menatap tajam ke arah Kibum yang berdiri di sebelah kiriku.”Aigoo!Kau ini cerewet sekali.”sambungku lagi sambil berjalan mendahuluinya ke arah mobilku.

Tinggal sedikit lagi untuk membuka pintu mobilku,tiba-tiba seorang pemuda yang mengenakan jaket kulit berwarna putih dengan celana panjang kain berwarna senada,lewat di depanku,begitu saja.Aku hampir terjatuh karena terlalu kaget dan Kibum segera berlari menghampiriku.Pemuda berambut gondrong itu bahkan tidak meminta maaf kepadaku.Memangnya hanya dia yang diburu waktu…..

“Berhenti di sana!”teriakku geram.

Pemuda itu berhenti berlari dan berbalik,memberikan tatapan heran ke arahku.Aku segera mendekatinya,hendak menegurnya yang telah berbuat seenaknya saja.

Pemuda itu tetap menatapku heran yang sudah berada di hadapannya.Wajah pemuda itu masih terlihat sangat muda sekali dan cantik.Aneh untuk seorang laki-laki.

“Apa kau tidak lihat kalau tadi aku akan membuka pintu mobilku?Memangnya tidak ada jalan lain apa!”bentakku,menyudutkannya yang berhasil membuat para turis dan beberapa orang yang sedang menunggu di depan bandara,melihat ke arahku.

“Mianhe….aku sedang terburu-buru,aku terlambat menjemput istriku.”jawab pemuda itu.Suaranya ternyata cukup berat.

“Baguslah kalau kau…..”

“Oppa!”sela si gadis yang baru saja mendapatkan ponselnya tadi.

DEG!!!

Jantungku serasa berhenti berdetak saat aku melihat wajah gadis itu.Gadis itu memanggil pemuda yang melintas di depanku “Oppa”.Dia Mizuki,yeojachinguku yang selama ini kucari.

Mizuki’s Pov

“Oppa!”teriakku begitu mendapati yang terlibat keributan dengan seorang pemuda jangkung yang mengenakan setelan jas hitam dan tampak arogan tidak lain dan tidak bukan adalah Oppaku.

Oppa segera membalikkan tubuhnya dan melihat ke arahku.Lalu ia melambai dan aku membalas lambaiannya sambil tersenyum.Anehnya,pria jangkung itu malah menatapku dengan wajah seperti baru melihat hantu saja.

“Sekali lagi mianhae…..mianhae.”ucap Oppa kepada si pemuda jangkung lalu membungkuk asal dan segera berlalu mendekatiku.

“Kenapa Oppa lama sekali?Oppa tahu kan aku sangat lelah.”keluhku begitu Oppa sudah benar-benar di hadapanku.

“Mianhao,chagi.Oppa tadi ada urusan di kantor,jadi terpaksa menjemputmu agak terlambat.”jelas Oppa sambil menggaruk kepalanya yang kujamin tidak gatal.Kebiasaannya jika canggung.

“Gwenchana.”balasku sambil mencubit pipi kirinya gemas.

“Sakit,chagi.”Oppa langsung mengusap pipinya pelan sambil tersenyum.

“Balasan karena telat menjemputku.Ayo pulang.”

Kugenggam tangan Oppa lebih dulu dan menariknya begitu saja.Tapi tiba-tiba Oppa menahan kepergianku.Terpaksa aku berbalik dan melihat ke arah Oppa yang berada selangkah di belakangku.

“Memangnya kopermu tidak usah dibawa pulang apa?”Aku hanya tersenyum kikuk sebagai jawabanku.

Aku sedikit berlari mendekati koperku.Cepat-cepat menariknya,ingin cepat pulang ke rumah.

“Ayo.”ajakku sambil menggandeng mesra lengan Oppa.Oppa tersenyum kecil sambil mengacak poniku yang sudah susah-susah kuatur selama di pesawat.Poni potongan panjang ke arah kanan dengan rambut berpotongan pendek kesukaan Oppa.Lalu Oppa mengambil alih koperku.

Kami berjalan begitu saja melewati si pemuda jangkung yang tidak kulihat sama sekali wajahnya.Aku cukup kesal karena sifat arogan yang ditunjukkannya di depan orang yang paling kusayangi.

“Chakkaman.Jebal…..chakkaman,Zuki-ah…..”

Tiba-tiba suara seorang yang sangat familiar menyuruhku berhenti.Ia bahkan dengan beraninya memegang pergelangan tanganku cukup keras.

Lee Joon Gi’s Pov

“Nugu?”tanyaku sambil berbalik kepada Mizuki yang telah berbalik duluan.Ternyata yang menarik tangan istriku adalah pemuda jangkung yang tidak sengaja kulewati tadi.

“Siwon.”bisik Mizuki.Wajahnya tampak sangat terkejut dan lebih pucat dari biasanya.Jujur aku agak panik melihatnya.Mizuki bahkan mencengkram lenganku lebih erat lagi.

“Tenanglah,chagi.”ucapku sambil mengelus tangannya yang melingkari lenganku.Perlahan Mizuki melonggarkan cengkramannya.Tanda bahwa ia sudah tenang.

“Sekali lagi mianhae soal yang tadi tapi sekarang kami harus pulang jadi tolong lepaskan tanganmu dari istriku.”pintaku baik-baik kepada si pemuda jangkung itu.Aku sebenarnya agak kesal karena kelakuannya yang menurutku terlalu seenaknya.

“Jebal….jebal….jebal,Zuki-ah.”sambung si pemuda jangkung itu sekali lagi.Ia seperti meracau tidak jelas kepada istriku.

“Oppa,tolong aku.Aku takut.”Mendengar perkataan Mizuki membuatku terpaksa berlaku sedikit kasar kepada si pemuda jangkung.Kutarik paksa tangannya yang mencengkram pergelangan tangan istriku dengan kencang.Tapi ia seperti tidak mau menyerah dan hendak menarik tangan istriku lagi jadi terpaksa aku melayangkan tinjuku tepat ke wajahnya hingga ia terjatuh.

“Hentikan!”Seorang pemuda yang agak pendek tiba-tiba menodongkan pistolnya ke arahku.Membuat terjadi lebih banyak lagi keributan di depan bandara tempat kami berada.Jujur aku malu karena keadaan ini.Seperti di drama-drama yang sering ditonton Eomma di rumah.Belum lagi para petugas keamanan yang segera berlari keluar membawa pentungan.Pemandangan bodoh,pentungan melawan pistol?

“Cukup,Kibum.Berhenti di sini.”Kibum tak juga menurunkan pistolnya yang ditodongkan kepadaku.”Kubilang berhenti di sini!”bentak si pemuda jangkung karena pemuda yang agak pendek itu tak kunjung menghentikan aksi brutalnya.

Si pemuda jangkung berdiri perlahan lalu menyeka ujung bibirnya yang sedikit berdarah.Aneh,setelah berdiri ia tiba-tiba tersenyum ke arahku dan istriku.Senyum mencurigakan.

“Mianhae….jeongmal mianhae.Mianhae,agassi.Aku salah mengenal orang.”Si pemuda jangkung membungkuk cukup dalam lalu mempersilakan kami pergi.

“Oppa,ayo.”Mizuki menarik-narik lenganku pelan.Akhirnya aku berbalik juga.Melangkah pergi sambil sesekali menengok ke belakang.

Choi Siwon’s Pov

“Tolong lain kali jangan keluarkan senjata di sini,tuan muda Choi.Bagaimanapun juga bandara adalah tempat umum.”tegur kepala petugas keamanan yang sengaja mendatangiku.Bisa gawat jika Abeoji mendengar hal ini,tapi sama sekali tidak membuatku ingin menyalahkan kebodohan Kibum.Justru aku ingin ia melakukan sesuatu untukku.

“Kibum,aku ingin kau menyelidiki pemuda yang tadi memukulku.”ucapku begitu masuk ke dalam mobil yang sudah daritadi menungguku.”Aku merasa kita ada kecocokkan.”sambungku sebelum Kibum menutup pintu mobil di sebelahku.Seperti biasa,Kibum harus duduk di sebelah pengemudi.Ya,aku kan atasannya.

“Lalu hubungi Yuri dan Taemin juga.Aku memiliki pekerjaan untuk mereka.”

“Baik,tuan muda Choi.”

Apakah memang seorang Mizuki Hasegawa tidak mengenalku sama sekali?tanyaku dalam hati.

Mizuki’s Pov

Tatapan matanya masih sama seperti tatapan penuh tanya 7 tahun yang lalu.Apakah ia sebegitu bodohnya hingga masih mengharapkanku yang sudah tidak lagi menyimpan perasaan tulus kepadanya?Sebegitu bodohnya kah seorang juara umum satu seperti dirinya?

“Chagi,gwenchana?”tanya Oppa yang duduk di sebelahku sambil tiba-tiba mengenggam salah satu telapak tanganku.

“Gwenchana.”jawabku singkat.Aku kembali menengok ke luar.

Pikiranku melayang jauh.Aku ingin menyelesaikan urusanku dengannya.Harus lebih tepatnya.

“Kalau kau lelah,tidurlah.Aku masih cukup kuat untuk mengendongmu ke kamar.”ucap Oppa tiba-tiba,sekali lagi membuyarkan pikiranku.

“Ani,aku ingin mengobrol dengan Oppa.”Oppa tersenyum mendengarku.”Di rumah setelah tidak ada siapapun lagi selain kita berdua.”

“Tentang pemuda jangkung tadi?Yang memegang tanganmu tiba-tiba,apakah kau……”

“Tidak,aku tidak mengenalnya sama sekali.Kami hanya pernah satu sekolah.Itu saja.”potongku,sebelum Oppa bertanya lebih jauh.

“Baiklah,kalau begitu Oppa juga tidak akan membahasnya lebih jauh.”jawab Oppa sambil tersenyum kepadaku.

To Be Continued

//

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s