The Forgotten One (Part 7B)

Title : The Forgotten One (Part 7B)

Author : Catharina Griselda

Facebook / Twitter : Catharina Griselda / @almighty_rina

Genre : AU, romance, marriage life, sad

Rating : PG-13

Main Cast : Kim Joon Myeon (Suho EXO-K), Hwang Seul Mi (OC), No Min Woo (ex – TRAX)

Support Cast : Choi Seung Hyun (T.O.P BigBang), Wu Yi Fan (Kris), Xi Lu Han (Luhan EXO-M), Kim Jong In (Kai EXO-K), Park Chan Yeol (Chanyeol EXO-K), Byun Baek Hyun (Baekhyun EXO-K), Oh Se Hun (Sehun EXO-K), Jo Young Min (Youngmin Boyfriend) & Jo Kwang Min (Kwangmin Boyfriend)

Note : Cerita pertamaku tentang marriage life, jadi maaf kalau ada sesuatu di dalam ceritanya yang tidak berkenan. Author juga akan memastikan bahwa akhir dari fanfic ini happy ending karena mengingat teman author yang selalu protes mengenai fanfic author yang lain yang katanya sad ending.

Jika ada keluhan atau apapun, kontak author via Twitter (@almighty_rina) atau Facebook (Catharina Griselda).

Fanfic ini juga akan dipost di wp pribadiku https://kloversfamilies.wordpress.com

Jangan jadi silent readers ya!!!

Rapat hari itu tidak berlangsung sesuai agenda, karena sifat bodoh yang dibawa Joon Myeon sejak lahir. Bagaimana bisa… Joon Myeon begitu terbuai dengan ciuman singkat itu, hingga ia tidak konsentrasi dalam memimpin rapat?

Syukurnya… Seul Mi berada di sana, sehingga ia bisa membantu Joon Myeon. Tetapi tetap saja, para anggota dewan jadi kesal, karenanya.

Dan hari ini, Seul Mi benar-benar kesal sekali. Masuk sekolah dan rupanya seluruh kelas kosong. Seul Mi sama sekali tidak tau bahwa hari ini hingga seminggu ke depan, sedang dilaksanakan karya wisata ke Pulau Jeju. Seluruh murid kelas XI dan XII diwajibkan ikut dan Seul Mi benar-benar kesal, karena Joon Myeon tidak memberitahunya… bahkan Seung Hyun saja tidak mengabarinya.

“Kenapa kau masih ada di sini, Seul Mi?”

Seul Mi segera berbalik, mendengar tiba-tiba ada suara di belakangnya. Rupanya Pak No yang bertanya. Seul Mi langsung tersenyum melihat pria yang mengenakan kemeja biru muda itu.

Seul Mi dapat melihat tas ransel serta sebuah tas tangan yang lumayan besar, dibawa oleh Pak No. Bagus… hanya dirinya orang dungu di sini. Joon Myeon benar-benar keterlaluan, batinnya.

“Bukankah kau seharusnya sudah pergi bersama rombongan kelas XI lainnya?” Seul Mi hanya menggeleng sambil tersenyum. Citranya di hadapan guru paling tampan di sekolah, telah hancur seiring dengan seragam yang dikenakannya.

“Jangan bilang kau tidak tau hari ini sekolah mengadakan karya wisata itu…” tuduh Pak No dan Seul Mi hanya tersenyum menanggapinya.

“Saya pikir saya tidak akan mengikuti karya wisata itu… mengingat saya sudah ditinggalkan dan tanpa persiapan.”

“Sayang sekali.” Gumam Pak No, tiba-tiba. “Kupikir tadinya… kita bisa pergi bersama.”

“Pergi bersama?” tanya Seul Mi, tidak yakin.

“Tentu saja… aku juga baru mau pergi.” Pak No terlihat berpikir sejenak, ingin mengatakan sesuatu tapi ragu dan Seul Mi menyadarinya.

“Ya, Pak?”

“Kita hanya berdua… jadi panggil saja aku Min Woo Oppa. Lagipula usia kita tidak terlampau jauh,” ucap Pak No, canggung.

Seul Mi sangat terkejut, mendengar perkataan Pak No kepadanya. Sangat tidak pantas rasanya, tetapi entah kenapa di waktu yang sama ia merasa seperti seorang yang spesial hingga dapat memanggail Pak No seperti itu. Baiklah,batinnya.

“Tentu… biarkan saya mengambil beberapa barang dulu dari rumah… Min Woo Oppa.” Seul Mi tersenyum canggung.

“Aku akan mengantarmu. Ngomong-ngomong, tdiak usah menggunakan bahasa yang terlalu formal ketika kau memanggilku Oppa.” Lagi-lagi, Seul Mi hanya tersenyum.

_The Forgotten One_

Joon Myeon dan Seung Hyun duduk berdampingkan di dalam pesawat. Joon Myeon dapat menangkap beberapa kali Seung Hyun menatap kosong ke luar jendela di sampingnya.

“Sesuatu mengganggumu, Pak?” Terpaksa Joon Myeon memangilnya dengan sebutan formal, karena takut didengar murid lain jika ia tidak memanggilnya seperti itu.

“Kemarin Kwang Min pulang… itu saja.” Jawab Seung Hyun tanpa melihat ke arah Joon Myeon.

Kwang Min.. namanya tidak asing, batin Joon Myeon. Jika tidak salah, Se Hun pernah menyebut nama itu. Atau mungkin salah? Ah… tidak ingat!

“Oh ya… ngomong-ngomong di mana Seul Mi?” Akhirnya Seung Hyun menatapnya juga.

“Mungkin dia lupa akan karya wisata ini. Aku juga tidak mengingatkannya lagi, mengingat berulangkali ia mengatakan tidak ingin pergi bersamaku.”

“Apa?!” Seung Hyun benar-benar terkejut hingga tanpa sadar meninggikan suaranya. Joon Myeon sampai menatapnya ngeri. Beberapa murid yang merasa penasaran, berdiri dari tempat duduknya, ingin mengetahui apa yang terjadi di antara sang guru Fisika killer dengan murid olimpiade itu.

“Kenapa? Apakah ada masalah?” Jujur, Joon Myeon benar-benar tidak tau.

“Jika tidak mengikuti acara ini.. maka Seul Mi tidak akan naik kelas. Aish.. kau ini, benar-benar!” Seung Hyun langsung meninggalkan tempat duduknya, sanking kesalnya. Mungkin… ia pergi ke toilet atau mungkin meminta parasut kepada pilot lalu melompat keluar dari pesawat. Mungkin saja.

Tiba-tiba,”Hentikan!” Itu suara Se Hun. Apa-apaan dia?

Joon Myeon memutuskan untuk meninggalkan tempat duduknya dan menghampiri Se Hun yang berdiri di samping temapat duduk Hyo Rin dan Teresa.

“Se Hun, apa yang kau lakukan? Ayo duduk.” Ajak Joon Myeon, sambil menarik-narik lengan atas Se Hun. Tetapi ia tidak bergerak seinci pun dan malah terus memeloti Hyo Rin.

“Se Hun… sudah…” ajak Joon Myeon lagi dan Se Hun malah menepis tangan Joon Myeon. Bahkan Se Hun sedikit mendorongnya agar pergi menjauh.

“Berhenti mengacuhkanku… Hyo Rin!” teriak Se Hun lagi.

Hyo Rin memilih untuk tetap mengacuhkan tindakan Se Hun. Lagipula ia masih kesal dengan kelakuan Se Hun yang selalu seakan menaruh perhatian kepadanya.

“Sudahlah, Oh Se Hun.. ini memalukan…!” Lagi-lagi Joon Myeon berusaha menarik Se Hun untuk kembali ke tempat duduknya. Untungnya kali ini ia berhasil, meski Se Hun tetap tidak melepaskan pandangannya dari Hyo Rin.

Begitu Se Hun kembali ke tempat duduknya, tepat di belakang Joon Myeon, ia dapat melihat seorang siswa menghampiri Hyo Rin. Siswa berwajah cantik yang dikenalnya sebagai No Young Min. Se Hun langsung menatap tidak suka ke arah keduanya yang sibuk membicarakan sesuatu. Bahkan Hyo Rin beberapa kali melempar senyum manisnya kepada Young Min.

“Akan kubunuh anak itu.” gumam Se Hun, kesal. Jong In yang duduk di sampingnya, awalnya sedang tertidur pulas, tetapi langsung terbangun begitu Se Hun tiba-tiba memukul perutnya. Membuat Jong In berteriak keras dan seluruh penumpang, yang untungnya hanya para murid, langsung menoleh ke arahnya.

“Sulit untuk membawa anak TK.” Sindir Joon Myeon, ikut menoleh ke arah Jong In. Jong In hanya melotot, karena sindiran itu.

“Aku bukan karung beras yang bisa kau pukul seenaknya!” gerutu Jong In dan Se Hun langsung tertawa mendengarnya.

“Mian… aku hanya sedang kesal, karena ada orang yang masih saja berusaha mendekati gadisku.” Joon Myeon dan Jong In langsung merasa tertarik mendengarnya, tetapi yang dipikirkan keduanya benar-benar berbeda.

“Kapan kau mulai berpacaran?” tanya Jong In, kikuk.

Baik Se Hun maupun Joon Myeon langsung memutar matanya, tidak percaya dengan kebodohan yang bersemayam di dalam kepala Jong In. Tetapi pada akhirnya keduanya memilih untuk mengacuhkan Jong In dan pertanyaannya.

“Memangnya siapa siswa yang mendekati Hyo Rin itu?”

“Young Min… namanya No young Min.”

Young Min? Kwang Min?

_The Forgotten One_

Seung Hyun dan beberapa guru lainnya, sibuk mengabsen murid satu per satu. Rupanya hanya Seul Mi yang belum datang begitu juga No Min Woo.

Seung Hyun sudah beberapa kali menghubungi Samantha dan katanya Seul Mi sudah pergi bersama seorang pria yang mengaku sebagai gurunya, Pak No. Tetapi tetap saja Seung Hyun tidak bisa menahan rasa cemasnya. Jika malam ini Seul Mi masih belum datang juga, ia akan langsung kembali ke Seoul dan mencari bibinya itu.

Selesai membagikan kunci kamar, Seung Hyun memilih untuk menunggu di lobby. Beberapa murid berlalu lalang di hadapannya, memanfaaatkan jam bebas yang diberikna untuk hari ini.

Tiba-tiba, Seung Hyun langsung meninggalkan kursi yang didudukinya di dekat kolam air mancur, begitu Young Min yang sedang berjalan sendiri, berlalu di hadapannya. Sejak dulu, ia tidak pernah mengajar Young Min, jadi ia tidak tau namanya.

Awal bertemu di kelas X, saat masa orientasi siswa, Seung Hyun langsung merasa tertarik melihat anak itu. Ketertarikannya tidak lain dan tidak bukan bersumber dari kemiripan wajah antara Young Min dan Kwang Min yang waktu itu masih menjalani pengobatan di Amerika.

“Tunggu!” panggil Seung Hyun dan Young Min langsung berbalik sambil memperlihatkan senyum ramahnya.

“Siapa namamu?”

“No Young Min, Pak.” Balas Young Min, terlihat biasa saja tetapi sebenarnya keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya.

“No young Min?” Seung Hyun balik bertanya,, bersamaan dengan datangnya Min Woo dan Seul Mi.

Min Woo langsung tersenyum sendiri, melihat pemandangan yang disuguhkan di hadapannya.

To Be Continued

Author mau minta bantuan Cathlien nih…

Bisa bantu author untuk menentukan ending dari FF ini?

Mau happy ending seperti yang dijanjikan atau sad ending?

Berikan pendapatmu, ya!

Langsung mention saja ke @almighty_rina

Happy ending atau sad ending

Ditunggu hingga part 10 dipublish, jadi masih banyak waktu.

Jangan ragu untuk berpendapat, karena pendapat kalian semua saat ini, sangat author perlukan.

Gomawo!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s